Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Desember 2022 sebesar US$23,83 miliar, turun 1,10% dibanding November (month to month/mtm) yang mencapai US$24,09 miliar. Kondisi tersebut diakibatkan oleh penurunan kinerja ekspor nonmigas.
"Penurunan ekspor nonmigas itu sebesar 2,73% dibandingkan bulan sebelumnya dari US$22,98 miliar menjadi US$22,35 miliar," ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (16/1).
Penurunan ekspor nonmigas itu dipicu oleh turunnya kinerja ekspor sejumlah komoditas seperti bahan bakar mineral HS27, lemak dan minyak hewan (nabati) HS15, dan barang dari besi dan baja HS73.
BPS mencatat penurunan ekspor bahan bakar mineral HS27 mengalami penurunan sebesar 9,44% (mtm), ekspor lemak dan minyak hewan (nabati) HS15 turun 9,47%. Sedangkan penurunan kinerja terdalam terjadi pada komoditas barang dari besi dan baja HS73 sebesar 50,74%.
"Penurunan ekspor non migas ini melanjutkan penurunan yang terjadi di bulan sebelumnya. Ini terjadi dalam 4 bulan terakhir dari sisi nilai maupun volumenya untuk eskpor non migas," jelas Margo.
Lain cerita dengan kinerja nonmigas, ekspor migas Indonesia pada Desember masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 32,45% (mtm) dari US$1,11 miliar menjadi US$1,48 miliar.
Peningkatan ekspor migas tersebut didukung oleh performa kinerja dari komoditas seperti minyak mentah. Komoditas itu mencatatkan kenaikan nilai ekspor sebesar 73,24% (mtm) dan volume 95,70% (mtm).
Sementara ekspor komoditas hasil minyak mencatatkan kenaikan dari sisi nilai sebesar 31,73% (mtm) dengan volume naik 45,54% (mtm). Sedangkan komoditas gas alam tercatat naik dari sisi nilai sebesar 28,18% (mtm) dan volume yang naik hingga 24,14% (mtm).
Adapun bila dilihat secara tahunan (year on year/yoy) kata Margo, kinerja ekspor Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,58%. Namun pertumbuhan itu melambat bila dibandingkan dengan Desember 2021 yang tercatat tumbuh 35,18% (yoy).
"Jadi kinerja Desember 2022 ini memang tumbuh dibanding Desember 2021. Akan tetapi pertumbuhannya melambat kalau dibandingkan dengan Desember 2021 yang ekspornya tumbuh 35,18%," pungkas Margo. (OL-8)
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year/YoY).
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam tiga tahun di periode 2020-2022, industri minuman ringan tidak mengalami pertumbuhan sama sekali, alias nol persen, secara tahunan.
Masyarakat dihimbau untuk menerapkan protokol kesehatan terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024
Rupanya sejak kemunculannya, AG Glow langsung mencuri perhatian wanita Indonesia.
Meski pandemi telah berubah menjadi endemi, faktanya dunia belum baik-baik saja.
Rajawali Tour mampu membuktikan keberadaannya, dan semakin melebarkan sayapnya pasca-pandemi.
Pada tahun 2019 kami sempat berhasil membuka gerai Scandia ke-100, namun tidak lama pandemi melanda dan ekspansi bisnis OT Group pun tertunda
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved