Senin 16 Januari 2023, 16:03 WIB

Nilai Ekspor Indonesia Turun 1,10% di Desember 2022

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Nilai Ekspor Indonesia Turun 1,10% di Desember 2022

Antara
Ilustrasi

 

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Desember 2022 sebesar US$23,83 miliar, turun 1,10% dibanding November (month to month/mtm) yang mencapai US$24,09 miliar. Kondisi tersebut diakibatkan oleh penurunan kinerja ekspor nonmigas.

"Penurunan ekspor nonmigas itu sebesar 2,73% dibandingkan bulan sebelumnya dari US$22,98 miliar menjadi US$22,35 miliar," ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (16/1).

Penurunan ekspor nonmigas itu dipicu oleh turunnya kinerja ekspor sejumlah komoditas seperti bahan bakar mineral HS27, lemak dan minyak hewan (nabati) HS15, dan barang dari besi dan baja HS73.

BPS mencatat penurunan ekspor bahan bakar mineral HS27 mengalami penurunan sebesar 9,44% (mtm), ekspor lemak dan minyak hewan (nabati) HS15 turun 9,47%. Sedangkan penurunan kinerja terdalam terjadi pada komoditas barang dari besi dan baja HS73 sebesar 50,74%.

"Penurunan ekspor non migas ini melanjutkan penurunan yang terjadi di bulan sebelumnya. Ini terjadi dalam 4 bulan terakhir dari sisi nilai maupun volumenya untuk eskpor non migas," jelas Margo.

Lain cerita dengan kinerja nonmigas, ekspor migas Indonesia pada Desember masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 32,45% (mtm) dari US$1,11 miliar menjadi US$1,48 miliar.

Peningkatan ekspor migas tersebut didukung oleh performa kinerja dari komoditas seperti minyak mentah. Komoditas itu mencatatkan kenaikan nilai ekspor sebesar 73,24% (mtm) dan volume 95,70% (mtm).

Sementara ekspor komoditas hasil minyak mencatatkan kenaikan dari sisi nilai sebesar 31,73% (mtm) dengan volume naik 45,54% (mtm). Sedangkan komoditas gas alam tercatat naik dari sisi nilai sebesar 28,18% (mtm) dan volume yang naik hingga 24,14% (mtm).

Adapun bila dilihat secara tahunan (year on year/yoy) kata Margo, kinerja ekspor Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,58%. Namun pertumbuhan itu melambat bila dibandingkan dengan Desember 2021 yang tercatat tumbuh 35,18% (yoy).

"Jadi kinerja Desember 2022 ini memang tumbuh dibanding Desember 2021. Akan tetapi pertumbuhannya melambat kalau dibandingkan dengan Desember 2021 yang ekspornya tumbuh 35,18%," pungkas Margo. (OL-8)

Baca Juga

Antara

BPJT: Ada Denda Bagi Pelanggar Transaksi Tol Nirsentuh

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 07 Februari 2023, 20:59 WIB
Adapun pemberlakuan sistem transaksi tol nontunai nirsentuh (MLFF) termasuk denda bagi pengendara, akan berlaku setelah payung hukum...
Ist

Kisah Pria Bengkulu yang Sukses Pasarkan Njoy Coffee

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Februari 2023, 20:50 WIB
Dany Alghaza sebagai Direktur PT Alghaza Herb Internasional yang bergerak sebagai suplier produk suplemen Herbal. Salah satu produk...
ANTARA/Reno Esnir

IPO Tingkatkan Daya Saing Pertamina Geothermal Energy

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Februari 2023, 20:10 WIB
Dengan masuk ke bursa saham, PGE akan semakin efisien yang pada akhirnya akan meningkatkan pula daya saing...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya