Selasa 10 Januari 2023, 17:33 WIB

Mandiri Sekuritas Ekspektasikan Inflasi 2023 di Level 3,8%

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Mandiri Sekuritas Ekspektasikan Inflasi 2023 di Level 3,8%

Ist
Mandiri Sekuritas.

 

TINGKAT inflasi umum Indonesia diekspektasikan berada di level 3,8% pada tahun ini. Angka itu berada dalam rentang target sasaran pemerintah dan bank Indonesia, yakni 3% plus minus 1% di 2023.

Chief Economist Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy mengatakan, ekspektasi tersebut mengalami koreksi dari ekspektasi sebelumnya yang berada di kisaran 4% hingga 4,5%. Itu terjadi karena pemerintah dan pemangku kebijakan terkait lainnya dianggap berhasil menekan inflasi di 2022.

Baca juga: Pengguna Masih Minim, ESDM Genjot Program PLTS Atap

"Bisa lebih rendah karena salah satunya adalah inflasi tahun lalu ditutup rendah. Kita sebelumnya mengekspektasikan inflasi 6,7%, tapi ternyata inflasi ditutup di angka 5,5%," ujarnya dalam media briefing di kantornya, Selasa (10/1). 

Realisasi inflasi umum yang lebih rendah itu, lanjutnya, merupakan hasil dari upaya pengendalian yang berjalan dengan baik, utamanya pada komponen volatile food.

Hal tersebut menurutnya layak diapresiasi lantaran menjelang akhir tahun pemerintah melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Berdasarkan histori, kenaikan harga bensin biasanya diikuti dengan lonjakan harga bahan-bahan pangan.

Alih-alih meroket, tingkat inflasi komponen volatile food justru melandai secara bertahap. "Di Juli peak-nya 11%, tapi setelah Juli bisa dilihat sampai akhir tahun ditutup di bawah 6%. Walaupun pemerintah menaikkan harga BBM, dan itu mengejutkan. Karena biasanya kalau BBM naik, pangan ikut naik tinggi," terang Leo.

Cenderung stabilnya harga-harga pangan meski ada kenaikan harga BBM didorong oleh langkah pemerintah yang menyubsidi biaya logistik untuk pendistribusian pangan strategis. Beruntungnya, kata Leo, program itu diteruskan di tahun ini. 

Karena itu, Mandiri Sekuritas mengubah ekspektasi inflasinya ke bawah. Pengendalian inflasi yang dilakukan dinilai bakal menekan peningkatan secara agresif ke depan. Leo juga menyebutkan bahwa inflasi umum di Tanah Air tak akan lagi mengalami peningkatan. 

Sebab, dia menilai, titik puncak tertinggi inflasi di Indonesia telah dilalui pada akhir 2022. "Kita sudah melewati peak inflasi pada Desember di 5,5%. Inflasi akan melandai, di triwulan III akan ada di bawah 4%, dan triwulan IV akan ditutup dengan inflasi 3,8% secara tahunan," tutur Leo. 

Cenderung rendahnya tingkat inflasi menjadi salah satu faktor pendukung yang memperkuat konsumsi domestik di tahun ini. Pertumbuhan pengeluaran lembaga non profit terkait pemilu dan peningkatan upah minimum pekerja juga menjadi dua faktor lain yang memperkokoh konsumsi masyarakat tahun ini. (OL-6)

Baca Juga

Dok. Modal Rakyat

Salurkan Pendanaan Hingga Rp5,1 Triliun pada 2022, Modal Rakyat Fokus Perluas Kemitraan Tahun Ini

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 31 Januari 2023, 22:16 WIB
Mengawali 2023, Modal Rakyat akan fokus pada peningkatan profitabilitas dan optimistis untuk terus menunjukan pertumbuhan yang...
Antara

Pemerintah Kaji Keberatan Freeport Soal Larangan Ekspor Tembaga

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 31 Januari 2023, 22:06 WIB
Dalam surat permohonan yang diterima Kementerian ESDM, Freeport Indonesia menyatakan tidak bisa merampungkan proyek smelter di Gresik, Jawa...
ANTARA

Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berlanjut Positif

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 31 Januari 2023, 21:13 WIB
Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur melanjutkan tren ekspansi di level...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya