Kamis 05 Januari 2023, 20:03 WIB

Airlangga Putuskan Prakerja 2023 Bisa Luring dan Nilainya Ditambah

RO/Micom | Ekonomi
Airlangga Putuskan Prakerja 2023 Bisa Luring dan Nilainya Ditambah

.
.

 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Program Kartu Prakerja akan dilanjutkan pada 2023 dengan target capaian hingga 1 juta penerima.

“Program Kartu Prakerja berlanjut pada 2023 dengan pelaksanaan skema normal yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 113/2022 yang aturan pelaksanaannya tertera pada Permenko Perekonomian Nomor 17/2022,” ungkap Airlangga dalam keterangan pers usai memimpin Rapat Komite Cipta Kerja mengenai Rencana Pelaksanaan Program Kartu Prakerja Skema Normal 2023, Kamis (5/01),

Sejumlah penyesuaian turut mewarnai implementasi Program Kartu Prakerja dengan skema normal tersebut, salah satunya pelaksanaan pelatihan yang dilakukan secara luring, daring, maupun bauran.

Besaran bantuan yang akan diterima peserta juga mengalami penyesuaian yakni senilai Rp4,2 juta per individu, dengan rincian berupa bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3,5 juta, insentif pascapelatihan Rp600 ribu yang diberikan sebanyak satu kali, serta insentif survei sebesar Rp100 ribu untuk dua kali pengisian survei. Selain itu, Pemerintah juga
meningkatkan batas minimal durasi pelatihan menjadi 15 jam.

Pada tahap awal, anggaran akan dialokasikan sebesar Rp2,67 triliun untuk mencapai target sebanyak 595 ribu orang. Sedangkan, untuk sisa target sebesar 405 ribu orang, Pemerintah akan mengajukan tambahan kebutuhan anggaran sebesar Rp1,7 triliun.

Pelatihan luring akan dilaksanakan secara bertahap diawali dengan 10 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, NTT, dan Papua.

Implementasi skema normal Kartu Prakerja yang akan mulai dibuka pada triwulan I 2023 tersebut akan menyasar sejumlah bidang pelatihan keterampilan tertentu yang paling  dibutuhkan di masa kini dan mendatang, yakni dengan merujuk pada berbagai kajian mengenai pasar kerja mendatang dalam Indonesia’s Critical Occupation List, Indonesia’s  Occupational Tasks and Skills, Studi World Economic Forum “Future Job Report”, serta Riset Indonesia Online Vacancy Outlook.

Selanjutnya, penerima bantuan sosial dari kementerian/lembaga lainnya, seperti Bantuan Subsidi Upah, Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) dan PKH diperbolehkan untuk menjadi peserta program Kartu Prakerja 2023 karena tidak lagi bersifat bantuan sosial melainkan berfokus pada peningkatan kompetensi kerja.

Ke depannya, pemerintah berharap agar berbagai lembaga pelatihan dapat berpartisipasi menjadi bagian dalam ekosistem Prakerja dengan mengikuti sejumlah assesmen dan seleksi yag telah ditentukan.

“Pemerintah juga mengajak partisipasi masyarakat melalui skema kemitraan yang merupakan wujud Public Private Partnership (PPP) dalam bidang pengembangan SDM Indonesia,” tegas Airlangga. (J-1)

Baca Juga

dok.Ist

Feedloop dan BDD Kembangkan Bisnis Berbasis Data dan Strategi Digital

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 17:56 WIB
MENGEMBANGKAN dan meningkatkan prosentase penjualan merupakan misi utama para pegiat bisnis. Upaya ke arah itu adalah lewat strategi...
AFP

Harga Minyak Global Bergerak Waspada Jelang Pertemuan Pejabat Eropa

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 27 Januari 2023, 14:35 WIB
Di tengah tekanan sanksi ekonomi, inflasi, dan kerusuhan yang meluas, pemerintah Iran dilaporkan telah meningkatkan penjualan minyak ke...
MI/Haryanto

8 UMKM Binaan Terbaik Semen Gresik Terpilih Ikuti Bazar Kementerian BUMN

👤Haryanto 🕔Jumat 27 Januari 2023, 14:10 WIB
PT SEMEN Gresik (PTSG)  melalui Rumah BUMN (RB) Rembang mengirimkan 8 UMKM Binaan Terbaik yang telah  terpilih mengikuti Bazar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya