Jumat 09 Desember 2022, 18:51 WIB

Kembangkan Pasar Energi Hijau, Lesso Banhao Gabung ke Samanea Hybrid Trade Outlet

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kembangkan Pasar Energi Hijau, Lesso Banhao Gabung ke Samanea Hybrid Trade Outlet

Dok.Samanea
Proyek Samanea Hybrid Trade Outlet yang menggunakan fotovoltaik tampak atap.

 

PERUSAHAAN energi terbarukan asal Tiongkok, Lesso Banhao melakukan ekspansi usaha ke Indonesia untuk mengembangkan pasar energi fotovoltaik terbarukan. Fotovoltaik adalah teknologi pengubahan energi dari sinar matahari menjadi energi listrik secara langsung.

Menurut Yu Kundong Manajer Penjualan Luar Negeri Lesso Banhao, pihaknya telah membangun Lesso New Energy Green Business Hall dengan luas sekitar 800 m2 di lantai satu Samanea Hybrid Trade Outlet. Hal ini untuk menciptakan layanan satu atap bisnis energi hijau terbarukan, sehingga lebih banyak pelanggan prapenjualan dan purnajual dapat mengalami penerapannya.

Yu Kundong mengatakan, alasan Lesso Banhao memilih Samanea Hybrid Trade Outlet sebagai service hall pertama di Asia Tenggara, karena hampir 100% proyek ini menggunakan energi hijau yang terbarukan sebagai sumber energinya.

“Seperti diketahui, atap  Samanea Hybrid Trade Outlet sepenuhnya akan ditutupi dengan panel tenaga surya, dengan total luas pemasangan sekitar 26.000 meter persegi. Diperkirakan total pemakaian pembangkit listrik fotovoltaik dalam setahun akan melebihi 6.650.000 kwh,” kata  Yu Kundong di sela-sela acara penandatanganan kerja sama antara Lesso Banhao dan Samanea Hybrid Trade Outlet, beberapa waktu lalu, di Cikupa, Tangerang, Banten.

Ivy Zhang, General Manager Bisnis Samanea dalam kesempatan yang sama menjelaskan, konsep pengembang Samanea Hybrid Trade Outlet mengintegrasikan elemen energi hijau, ramah lingkungan, dan energi terbarukan, dimana akan dibangun kompleks pertokoan, hotel berbintang internasional, apartemen, ruang pameran, dan pusat siaran langsung.

“Saat ini kota kontainer di Tahap I sudah beroperasi, menyusul Tahap II dengan luas sekitar 200.000 m2. Ini akan menjadi mal O2O (Online ke Offline) paling mutakhir di Indonesia yang menyatukan ritel baru, energi baru, factory outlet, pengiriman langsung, pameran dagang, dan format lainnya. Saat ini, sejumlah perusahaan kendaraan energi terbarukan lokal terkemuka berniat masuk,” ungkap Ivy Zhang melalui siaran pers, Jumat (9/12).

Dengan kerja sama tersebut, kedua perusahaan kelas dunia asal Tiongkok ini bertekad meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Mereka mendorong mitra Indonesia untuk mengintegrasikan faktor energi hijau ke dalam kehidupan mereka dan bersama-sama membangun peradaban ekologis dan sosial lebih baik.

“Gedung bisnis fotovoltaik  ramah lingkungan pertama di Indonesia akan lahir di Samanea Hybrid Trade Outlet. Ini adalah ruang pameran untuk perusahaan perlindungan lingkungan hijau dan tonggak sejarah bagi Indonesia untuk memasuki periode percepatan pembangkit listrik energi baru. Samanea Hybrid Trade Outlet sebagai kota komersial akan terus mencapai tujuan mal ekonomi baru yang menggabungkan online dan offline,” tegas Ivy Shang.

Sejalan kebijakan pemerintah
Pengembangan energi hijau terbarukan fotovoltaik oleh  Lesso Banhao di Samanea Hybrid Trade Outlet sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia di bidang energi. Sebab pada 2025, Indonesia menargetkan penggunaan energi terbarukan secara nasional sebesar 23%.  

Karena itu pada 13 September 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menerbitkan Keputusan Presiden No. 112 Tahun 2022, yang tentang penghentian izin pembangkit listrik tenaga batubara dan akan menonaktifkan semua pembangkit listrik tenaga batu bara pada 2050, serta menyerukan lebih banyak investasi untuk membangun pembangkit listrik energi terbarukan.

Sementara itu, DPR RI sendiri mengusulkan pemerintah memberikan lebih banyak subsidi untuk proyek-proyek energi terbarukan, yang bertujuan sepenuhnya mengandalkan energi terbarukan untuk pasokan listrik pada tahun 2060 sambil memastikan pasokan listrik yang stabil di seluruh negeri

Yu Kundong menyebutkan, sebagai negara berkembang yang pesat dan terbesar di ASEAN, Indonesia menyumbang 40% dari konsumsi energi di seluruh Asia Tenggara. Selain itu, diperkirakan antara 2015 dan 2030 permintaan akan meningkat sebesar 80%, sedangkan permintaan listrik akan meningkat tiga kali lipat dalam waktu dekat.  

“Di antaranya, investasi tahunan saat ini dalam kapasitas energi terbarukan adalah sekitar Rp131,5 triliun, yang diharapkan tumbuh menjadi Rp226,6 triliun karena permintaan energi terus meningkat. Dapat dilihat bahwa energi terbarukan merupakan bidang investasi yang sangat menarik,” ungkapnya.

Di antara berbagai jenis energi terbarukan, pemerintah Indonesia fokus pada pengembangan energi surya, khususnya proyek fotovoltaik atap. Pada awal 2017, pemerintah Indonesia meluncurkan inisiatif yang disebut Kampanye Satu Juta Atap Surya Nasional untuk mendorong bangunan menggunakan energi matahari.  (E-3)

Baca Juga

Antara

Ini Penyebab Investasi ESDM pada 2022 tak Capai Target

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 30 Januari 2023, 17:43 WIB
Seperti, kinerja sektor minyak dan gas bumi yang stagnan akibat sejumlah proyek belum berjalan. Pada 2022, realisasi investasi sektor migas...
Dok ICStar Hackathon 2022

ICStar Hackathon Bantu Perusahaan Temukan Talenta Berbakat

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Januari 2023, 17:14 WIB
Perekrutan kerja menjadi hal yang sering dilakukan beberapa perusahaan. Kegiatan ini dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan...
Antara

Bank BRI Soroti 6 Faktor yang Pengaruhi Tren Perbankan 

👤Ficky Ramadhan 🕔Senin 30 Januari 2023, 17:13 WIB
Salah satunya, perubahan perilaku nasabah di mana transaksi digital payment akan meningkat lebih dari 30%. Sementara itu, transaksi cash...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya