Rabu 30 November 2022, 22:20 WIB

Pengembangan Produk Tembakau Alternatif Bebas Asap Terus Digencarkan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pengembangan Produk Tembakau Alternatif Bebas Asap Terus Digencarkan

Dok. Istimewa
IdeaFest 2022 di Jakarta Convention Center (27/11) turut menghadirkan Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Vassilis Gkatzelis.

 

PENGEMBANGAN produk tembakau alternatif bebas asap dilakukan dengan melibatkan ilmuwan dan rekayasawan sejak tahap awal. Upaya berbasis bukti ilmiah ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih baik kepada perokok dewasa.

Riset juga dilakukan untuk mengarahkan para perokok dewasa tertarik beralih dan mendapatkan kepuasan yang sama seperti ketika mengonsumsi rokok sehingga produk benar-benar dapat diterima.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Jateng Hingga Tiga Hari Kedepan

"Kami melibatkan lebih dari 900 peneliti, engineers, dan aktor perubahan untuk mewujudkannya," kata Presiden Direktur Sampoerna, Vassilis Gkatzelis, dalam keterangan yang diterima Media Indonesia, Rabu (30/11/2022).

Temuan riset menyebutkan penghantaran nikotin dapat dilakukan dengan cara lain yang tidak melibatkan proses pembakaran seperti halnya rokok. Ketiadaan proses pembakaran diklaim dapat mengurangi 90-95% paparan zat berbahaya dan berpotensi berbahaya ketimbang rokok.

Hasil riset dan inovasi itu salah satunya adalah menggunakan perangkat IQOS. Philip Morris International (PMI), perusahaan induk PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), secara total menginvestasikan lebih dari US$9 miliar untuk melakukan riset sebelum mengomersialisasikannya.

"Dengan perangkat ini, tembakau dipanaskan, bukan dibakar. Pemanasan dengan perangkat IQOS berlangsung hingga mencapai suhu 350 celsius. Lewat proses ini, tidak ada asap, api, maupun abu yang dihasilkan," ujarnya.

Pada  2020, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat, mengizinkan pemasaran IQOS sebagai produk tembakau dengan risiko yang dimodifikasi (Modified Risk Tobacco Product/MRTP) melalui informasi pengurangan paparan. IQOS yang ada saat ini bukan akhir inovasi Sampoerna.

"Sampoerna akan terus berkomitmen untuk memajukan sains dan teknologi untuk memberikan produk tembakau alternatif bebas asap yang lebih baik dan mendisrupsi bisnis sendiri," ujarnya.

Sebelumnya, Vassilis berbicara dalam sesi Conference di Idea Fest 2022 dengan tema "It's Time to Rethink: Lead the Change!” di Jakarta, Minggu (27/11/2022).

Ia menuturkan komitmen inovasi berbasis bukti itu terwujud dalam pengembangan produk tembakau alternatif bebas asap yang melibatkan ilmuwan dan engineers sejak tahap awal.

"Kami menyetor dokumen lebih dari 1.000 halaman berisi data klinis, nonklinis, riset konsumen, dan kimia untuk mendapatkannya," terang Vassilis. (RO/A-3)

Baca Juga

Ist

Musim Dingin Tidak Ekstrem Seperti yang Dikhawatirkan, Harga Komoditas Energi Stabil

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:31 WIB
BPS mengingatkan bahwa sumber pertumbuhan ekonomi tahun 2022 ditopang oleh tingginya harga komoditas. Namun tahun 2023, harga...
Antara

Pembangunan Smelter Freeport Sudah 54%, Ditargetkan Beroperasi 2024

👤Ficky Ramadhan 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:29 WIB
Diketahui, biaya yang telah dikeluarkan PT Freeport Indonesia dalam pembangunan smelter mencapai US$1,78 miliar atau sekitar Rp27 triliun,...
Antara

Presiden Perintahkan OJK Awasi Penggoreng Saham

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 06 Februari 2023, 21:56 WIB
Langkah tersebut harus dilakukan agar Indonesia terhindar dari tragedi keuangan besar yang baru saja terjadi di India, yang melibatkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya