Rabu 16 November 2022, 14:39 WIB

Indonesia Dorong UMKM Dikenal Dunia di KTT G20

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Indonesia Dorong UMKM Dikenal Dunia di KTT G20

ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS
Ilustrasi: Pekerja mengoperasikan e-Fishery SmartFeeder atau pemberi pakan pintar melalui gawainya di Cileles, Lebak, Banten

 

 INDONESIA berupaya membuka akses pasar dan pendanaan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam pertemuan kepala negara di Bali. Peningkatan teknologi digital menjadi salah satu upaya menarik minat investor asing masuk ke sektor riil.

"Dalam forum ini, kita akan menghasilkan guidance supaya pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitasnya," kata Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Kementerian Keuangan Wempi Saputra, Rabu (16/11).

Melalui Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI), para utusan negara anggota G20 dan lembaga keuangan internasional seperti World Bank, Organization of Economic Co-operation and Development (OECD), membicarakan hal-hal strategis untuk meningkatkan inklusi keuangan global. Penggunaan teknologi digital memegang peranan penting bagi UMKM untuk bisa mendapatkan akses pendanaan dan pasar hingga ke luar negeri.

Hal ini telah dibuktikan oleh eFishery, salah satu perusahaan rintisan yang berada di Bandung. Startup ini berhasil mendapatkan pendanaan hingga US$90 juta dari beberapa investor asing, yang dipimpin oleh Temasek, SoftBank Vision Fund 2 dan Sequoia Capital India.

Pendanaan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan platform, layanan dan memperkuat produk digital. Sehingga ke depan menjadikannya koperasi digital terbesar bagi pembudidaya ikan dan udang. eFishery berencana akan melakukan ekspansi ke pasar regional dengan menargetkan 10 negara teratas dalam produksi akuakultur, seperti India dan Tiongkok.

‘"Kami ingin agar semakin banyak startup Indonesia yang bisa seperti eFishery, mendapatkan akses ke pasar keuangan global dan mendapat akses pasar bagi produknya," ungkap Wempi.

Baca juga: UMKM Binaan RB Rembang SG Ikut Future SMEs Village G20 di Bali

Ia mengatakan dalam forum G20 pihaknya menyusun suatu matriks bagi fintech maupun startup agar pelaku usaha lainnya bisa mendapat kesempatan yang sama seperti eFishery.

eFishery menawarkan berbagai produk, mulai dari teknologi seperti alat pemberi pakan, pengadaan pakan, hingga penjualan hasil panen. Seluruh elemen tersebut, dikombinasikan dengan akses terhadap pembiayaan. Model bisnis komprehensif dan strategis untuk melayani pasar ini.

Indonesia sebagai Presidensi G20, tidak hanya fokus dalam membahas isu-isu besar secara global. Berbagai isu yang melibatkan negara miskin, negara berkembang, iklim, energi terbarukan hingga pengembangan UMKM juga menjadi isu yang dibawa pemerintah dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Pemerintah Optimis Defisit Anggaran 2022 Di Bawah 3%

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:27 WIB
Di triwulan IV 2022 Kemenkeu memperkirakan defisit akan mengalami kenaikan. Ini karena adanya pola belanja anggaran yang tinggi di akhir...
dok.ist

Pencabutan Permen No KM 35 Tahun 2007 Dinilai Rugikan TKBM Pelabuhan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:24 WIB
ALIANSI Nasional Serikat Pekerja atau Serikat Buruh (SP/SB) Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan menolak pencabutan Permenhub No KM...
Dok. ist

LPCK Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 19:42 WIB
LPCK telah menerapkan sertifikasi di bidang Manajemen Lingkungan berupa Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah (POPAL) dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya