Sabtu 05 November 2022, 21:31 WIB

Dukung UMKM Bekasi, Pegadaian Tawarkan Modal Usaha

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Dukung UMKM Bekasi, Pegadaian Tawarkan Modal Usaha

Dok.MI
PT Pegadaian (Persero) menawarkan solusi pinjaman modal kerja cepat bagi UMKM di Kota Bekasi.

 

PT Pegadaian (Persero) mendukung kegiatan usaha pelaku mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kota Bekasi melalui penawaran pinjaman modal kerja hingga Rp10 juta per nasabah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah.  

Melalui kegiatan #BekasiKeren UMKM Week 2022 bersama Pegadaian di Bekasi Creative Center, Sabtu (5/11), perseroan menggelar business matching untuk memberikan edukasi perihal produk pembiayaan KUR Syariah.

"Melalui kegiatan ini, para UMKM bisa konsultasi soal penawaran modal usaha dari kami. KUR Syariah Pegadaian itu tanpa agunan dengan bunga 6% per tahun," ungkap Senior Vice President PT Pegadaian Ferry Hariawan di Bekasi.

Untuk jumlah target penyaluran KUR Syariah Pegadaian ini sebesar Rp5,9 triliun hingga akhir 2022. Namun baru tersalur Rp305 miliar per 24 Oktober dengan 30 ribu lebih nasabah.

Selain program KUR Syariah, Pegadaian juga menawarkan program EmasKu, produk pembiayaan bundling emas batangan dengan asuransi bagi pelaku UMKM yang ingin berinvestasi.

"Jadi pilihannya itu ada setengah gram emas, satu gram atau dua gram. Kalau yang setengah gram emas itu cukup bayar uang muka Rp150 ribuan, nanti angsuran per bulan cuma Rp40 ribu," jelasnya.

Ketika para pelaku usaha memiliki emas, Ferry menambahkan, bisa digadaikan di Pegadaian sebagai tambahan modal usaha mereka. Langkah tersebut juga diyakini untuk mengantisipasi maraknya praktik pinjaman online (pinjol) dengan bunga yang tinggi di kisaran 10-30% per bulan.

Dalam kegiatan #BekasiKeren UMKM Week 2022, Pegadaian menggandeng GoJek untuk menghadirkan puluhan UMKM guna meningkatkan omzet pelaku usaha tersebut.

Yarni, 58 tahun, yang berasal dari Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga atau PKK Kecamatan Medansatria, Bekasi, ikut meramaikan acara tersebut dengan menjual barang dagangannya berupa makanan kecil, seperti keripik dan kue-kue nusantara.

"Mudah-mudahan dapat modal usaha juga ikut acara Pegadaian ini. Ada teman kami yang tertarik dan ikut program KUR tersebut," ucapnya.

Yarni mengakui memang kesulitan yang dihadapi ibu-ibu PKK ialah permodalan dan pemasaran produk untuk meningkatkan omzet usahanya. Pihaknya pun berharap pemerintah terus mendukung usaha pelaku usaha kecil. (E-3)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

SMBR Borong Penghargaan di Akhir Tahun 2022

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 01 Desember 2022, 12:45 WIB
AKHIR tahun 2022, PT Semen Baturaja (Persero/SMBR) Tbk mendapatkan beberapa penghargaan atas kinerja dan program-program perusahaan yang...
ANTARA/MAKNA ZAEZAR

Target Belanja APBN Turun, Presiden Minta Kawal Ketat

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 01 Desember 2022, 12:10 WIB
Total belanja APBN 2023 sebesar Rp3.061 triliun, turun sedikit dari target belanja APBN 2022 yang mencapai Rp3.164...
Ist/DPR

RI Kalah Gugatan Larangan Ekspor Nikel, DPR: Lakukan Upaya Hukum Maksimal

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 11:22 WIB
Indonesia kalah di World Trade Organization (WTO) atas gugatan larangan ekspor nikel. Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya