Jumat 30 September 2022, 13:34 WIB

JFHTF Pastikan Kesiapan Dunia Hadapi Pandemi Berikutnya

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
JFHTF Pastikan Kesiapan Dunia Hadapi Pandemi Berikutnya

Antara
Pertemuan pertama G20 Joint Finance Health Ministerial Meeting di Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (21/6).

 

KEMENTERIAN Keuangan dan Kementerian Kesehatan RI melanjutkan penyelenggaraan Pertemuan G20 Joint Finance and Health Task Force (JFHTF) ke-6 secara virtual pada 28 September 2022.

Co-chair dari Indonesia, Wempi Saputra mengatakan, pertemuan keenam JFHTF ini menjadi penting dalam upaya mewujudkan mandat gugus tugas untuk memastikan dunia lebih siap menghadapi pandemi berikutnya.

"Kita utamanya akan melanjutkan diskusi tentang pengaturan koordinasi antara Keuangan dan Kesehatan tentang prevention, preparedness and response (PPR) pandemi," kata dia dikutip dari siaran pers, Jumat (30/9).

Setelah pertemuan JFHTF ke-5 pada akhir bulan Agustus 2022 lalu, FIF untuk PPR pandemi telah resmi dibentuk, Dewan Pengurus juga telah mengadakan rapat perdana pada awal September 2022 dan mengadopsi Kerangka Kerja Tata Kelola dan Manual Operasi FIF.

Hal tersebut merupakan tonggak penting bagi Gugus Tugas dalam upaya kolektif agar lebih siap menghadapi pandemi berikutnya. "Saya berterima kasih atas dukungan semua pihak dalam pencapaian luar biasa ini, dan khususnya kepada para anggota yang telah memberikan kontribusi sukarela kepada FIF," ujar Wempi.

JFHTF keenam merupakan pertemuan terakhir Satgas Presidensi G20 Indonesia dan akan dilanjutkan dengan JFHMM ke-2 pada November. Pertemuan Satgas keenam ini utamanya membahas persiapan JFHMM ke-2 dan juga memberikan gambaran kepada seluruh anggota tentang struktur indikatif Komunike Bersama menuju G20 Leaders’ Summit.

Dalam pertemuan ini disampaikan juga bahwa di sela-sela Leaders Summit akan dilakukan peluncuran FIF untuk PPR pandemi, secara resmi termasuk yang mencakup proposal pendanaannya. Para anggota menanggapi pertemuan ini dengan apresiasi sebesar-besarnya kepada Presidensi Indonesia atas berbagai capaian dan hasil nyata di tahun ini, utamanya terkait pembentukan FIF.

Dalam pertemuan ini, Executive Head dari Task Force Secretariat dan wakil Presidensi G20 India2023, juga menyampaikan update terkait potensi prioritas agenda finance-health untuk tahun mendatang.

Disampaikan bahwa India akan terus mendukung FIF dengan menggunakan tiga parameter yakni mempertahankan agenda kesehatan global G20 yang relevan secara global; mencerminkan perspektif EMDEs; dan people centricity. India juga mendukung berlanjutnya JFHTF sebagai platform koordinasi dan menyampaikan pentingnya platform ini dilanjutkan dengan framework yang inklusif tanpa menduplikasi upaya yang sudah ada.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa menyampaikan perlunya memperkuat koordinasi antara keuangan dan kesehatan untuk menghadapi pandemi. "Kita perlu terus mengkonsolidasikan pekerjaan kita untuk memperkuat arsitektur kesehatan global dengan tetap menjaga efisiensi," tuturnya.

"Tidak ada keraguan bahwa pekerjaan JFHTF tetap sangat penting dan menjadi prioritas utama untuk G20. Kami mencatat proposal dan komentar dari anggota untuk membangun pengalaman Presidensi Indonesia serta gugus tugas saat ini untuk mendukung pekerjaan ketua bersama JFHTF dalam merancang, menyelesaikan dan mengimplementasikan program kerjanya untuk Presidensi India pada tahun 2023," lanjut Kunta.

Indonesia sangat menyakini bahwa ancaman global seperti pandemi covid-19 hanya dapat ditanggulangi melalui tindakan kolektif dan terkoordinasi. Salah satu hasil nyata Presidensi G20 Indonesia yang ditunjukkan dari tindakan kolektif ini adalah pembentukan FIF untuk PPR pandemi.

Hal ini juga menunjukkan G20 JFHTF dan Sekretariatnya memainkan peran penting dalam mendukung koordinasi kesehatan dan keuangan untuk menangani pandemi dan PPR darurat kesehatan lainnya sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional.

Hasil pertemuan keenam JFHTF tersebut akan menjadi bahan masukan pada Pertemuan kedua Menteri Keuangan dan Kesehatan (JFHMM) yang diadakan di Bali pada bulan November.

Adapun mereka yang bertindak sebagai co-chair dalam pertemuan tersebut ialah Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Wempi Saputra dan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa yang mewakili Indonesia. Sedangkan Kementerian keuangan dan kementerian kesehatan Italia sebagai Ketua Bersama JFHTF. (E-3)

 

Baca Juga

Antara/Muhammad Adimaja

Sun Life Tawarkan Perlindungan dan Investasi Anti Resesi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 11:21 WIB
Produk unggulan terbaru Asuransi Sun USD Guaranteed memberikan kepastian imbal hasil mata uang USD sebesar 3,1% net per...
MR/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

Minyak Nilam Aceh Produksi USK Kembali Diekspor ke Prancis

👤Amiruddin Abdullah R 🕔Selasa 06 Desember 2022, 11:05 WIB
KETUA Atsiri Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Atsiri Research Center (ARC) kembali mengekspor minyak nilam ke Prancis  dengan...
MI/Reza Sunarya

Gedung Pusat Manufaktur Indonesia Siap Dibangun di Purwakarta

👤Reza Sunarya 🕔Selasa 06 Desember 2022, 10:35 WIB
GEDUNG Utama Indonesia Manufacturing Centre (IMC) atau Gedung Pusat Manufaktur Indonesia berdiri diatas lahan total 11 sektar di kawasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya