Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI wisata Kota Pekanbaru, Riau, sangat banyak dan salah satunya subsektor kuliner yang menjadi unggulan.
”Ada Gulai Ikan Patin, ada juga Bolu Kemojo," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022 di Kota Pekanbaru pada Minggu (21/8).
Pekanbaru merupakan kota ke-27 penyelenggaraan Kata Kreatif Indonesia 22.
Workshop yang diselenggarakan di Perpustakaan Soeman H.S. Provinsi Riau tersebut dihadiri 60 pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari subsektor kuliner, kriya, dan fesyen.
Untuk dapat mengikuti kegiatan workshop itu, peserta wajib mendaftarkan diri melalui website www.katakreatifindonesia.com dan melampirkan bukti surat keterangan sudah menjalankan usaha selama minimal enam bulan dari pemerintah setempat.
Pendaftaran melalui website itu merupakan bagian dari strategi inovasi penggunaan teknologi big data untuk menggarap dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Mas Menteri-sapaan akrab Sandiaga- juga mengungkapkan, selain kuliner, ada potensi subsektor kriya dan keindahan alam yang menjadi daya pikat Riau. Misalnya, kerajinan rotan, kain songket, dan panjak yang menjadi unggulan produk-produk ekonomi kreatif.
”Dan yang paling menarik juga saya kemarin ke Siak, ada juga wisata sejarah. Dan kalau kita lihat, yang merupakan salah satu daya tarik utama Riau ini adalah wisata alam. Gambutnya kedua terbesar di dunia setelah Brasil. Berarti ini sebuah ekosistem yang akan membantu kita melawan carbon emition," ungkap Sandiaga dalam keterangan pers, Selasa (23/8).
Sandiaga juga memberikan strategi dalam pengembangan usaha bagi para pelaku ekonomi kreatif. Strategi itu yakni Inovasi, adaptasi, dan kolaborasi
.”Dengan konsep tiga G. G pertama adalah Gercep (gerak cepat). Geber (gerak bersama), Gaspol (garap semua potensi online)," ujar Sandiaga.
Sandiaga juga memberikan rumusan untuk menghadapi inflasi dan kenaikan harga bahan pokok. Yaitu melakukan antisipasi dengan tiga hal.
Pertama be a cost leader. Pelaku usaha harus mampu mengelola dan menghitung biaya bahan baku produksi.
Kedua, buka jejaring silaturahim atau be a networking leader. "Agar mendapat alternatif bahan-bahan pokok, biaya produksi yang lebih terjangkau.
Ketiga be a financial leader. "Kita harus kuat. Keuangan kita harus kuat. Caranya bagaimana? Bergandengan tangan," beber Sandiaga.
Sandiaga juga menekankan pola pemasaran dengan digitalisasi. Menurut Sandiaga, melalui digitalisasi akan membuka peluang transaksi jual beli produk UMKM dengan lebih luas.
Selain itu, pemerintah juga memiliki program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.
”Di sini produk-produk bapak ibu akan dimasukan e catalogue. 500 triliuan rupiah dianggarkan untuk membeli produk-produk UMKM," terang Sandiaga.
Sementara itu, dalam sesi tanya jawab dengan pelaku usaha ekonomi kreatif, Sandiaga menerangkan bahwa pihaknya akan mempertemukan antarpengusaha untuk saling mendukung di program Kata Kreatif.
Di Kemenparekraf ada program Widuri Ekraf (wira usaha di bidang mandiri ekonomi kreatif).
"Saya akan minta dari dinas-dinas lokal, siapa nih pengusaha yang perlu kita undang supaya business matching. Me-matching-kan antara pengusaha-pengusaha yang sudah sukses dengan yang akan sukses," ujar Sandiaga.
Kepada awak media, Sandiaga menjelaskan, Kota Pekan Baru identik dengan ekonomi ekstraktif, yang mengedepankan sumber daya alam.
”Kita harus bangun ekosistem ekonomi kreatifnya juga. Dan saya lihat tadi produk-produknya luar biasa. Kita harapkan antusiasme ini bisa menjadi momentum untuk kebangkitan Kota Pekanbaru," jelasnya.
Terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja. Saatnya juga ekonomi kreatif kita menjadi lokomotif penciptaan 1,1 juta lapangan kerja baru tahun ini," ungkap Sandiaga. (RO/OL-09)
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
HADIRKAN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gerakan Mahasiswa Wirausaha (Gemawira) dan Bank Infaq Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) menggelar Workshop.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Bank Infaq Amanah Banyumanik menggelar Workshop Baking Pizza dan Wingko Singkong bertajuk 'Berkah Melimpah Inovasi Komoditas Lokal'.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Relawan Kamie Muda Aceh menyalurkan sembako di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada 5–6 Januari 2026.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) menggelar bazar sembako murah serba Rp10.000 untuk meringankan beban warga terdampak bencana di Sumatra Barat.
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Selain menjadi pusat operasional regional, kantor pusat ini pun dirancang untuk menampung berbagai aktivitas korporasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi PDB sektor ini pada 2024 sebesar Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional melebihi pertumbuhan PDB nasional 5,03%.
Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat tumbuh 5,69 persen, dengan nilai ekspor yang telah mencapai US$12,89 miliar dan melampaui target tahun 2025.
Mayoritas pelaku usaha kreatif merupakan usaha mikro dan kecil yang berkembang terutama di wilayah perkotaan.
Penulisan konten digital kini menjadi salah satu sektor kreatif yang berkembang paling cepat dan mampu membuka peluang ekonomi baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved