Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Bank Indonesia (BI) dinilai masih memiliki cukup ruang untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level 3,5% pada bulan ini. Sebab, perekonomian domestik terbilang cukup solid dan mampu menahan guncangan eksternal.
"Mempertimbangkan keadaan domestik dan eksternal terkini, BI masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga kebijakannya bulan ini," ujar Ekonom Makroekonomi dan pasar Keuangan LPEM UI Teuku Riefky melalui keterangannya, Selasa (23/8).
Dari sisi eksternal, lanjutnya, di tengah tantangan global dan risiko stagflasi, posisi Indonesia saat ini relatif menguntungkan dibandingkan sebagian besar negara.
Pasalnya, cadangan devisa cukup memadai dan berpotensi menjadi penyangga untuk membantu stabilisasi nilai tukar rupiah. Dengan ketahanan eksternal yang terjaga, rupiah menguat sejak akhir Juli.
Sedangkan dari sisi domestik, pemulihan permintaan dan pasokan yang kuat, didorong oleh penurunan signifikan kasus harian covid-19, tercermin dari pertumbuhan yang solid di triwulan II 2022. Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh berbagai indikator utama yang menunjukkan masih tingginya tingkat kepercayaan investor.
Selanjutnya, kata Riefky, windfall dari harga komoditas yang tinggi mempertahankan surplus neraca perdagangan pada paruh pertama 2022 dan berhasil meningkatkan surplus transaksi berjalan pada triwulan-II 2022.
"Secara keseluruhan, kami melihat bahwa BI masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga kebijakannya di 3,50% bulan ini untuk mendukung ketahanan eksternal dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dalam negeri," tuturnya.
Menyoal inflasi, tren peningkatan memang terjadi sejak Juni 2022. Namun itu diakibatkan dari sisi penawaran akibat melonjaknya harga pangan dan energi yang diperkirakan masih akan tetap tinggi dalam waktu dekat. Tercatat inflasi umum pada Juli 2022 berada di level 4,94% (yoy), lebih tinggi dari 4,35% (yoy) pada Juni 2022.
Di sisi lain, windfall dari harga komoditas, memungkinkan pemerintah untuk meningkatkan subsidi energinya tiga kali lipat menjadi Rp502,4 triliun, sehingga cukup menjaga harga pertalite, elpiji tabung 3kg, dan tarif listrik untuk tidak berubah.
"Subsidi yang besar disertai dengan bantuan sosial yang berkelanjutan telah membantu menjaga konsumsi rumah tangga dan menekan inflasi domestik agar tidak meroket sejauh ini, memberikan ruang gerak bagi BI untuk mempertahankan posisi kebijakan suku bunga sejauh ini," pungkas Riefky. (OL-12)
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved