Rabu 17 Agustus 2022, 18:34 WIB

RAPBN 2023 Gambarkan Upaya Pemerintah untuk Bertahan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
RAPBN 2023 Gambarkan Upaya Pemerintah untuk Bertahan

MI/MOHAMAD IRFAN
Direktur Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad.

 

DIREKTUR Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengungkapkan, pemerintah berupaya menahan dan menjaga level perekonomian stabil di tahun depan. Hal itu menurutnya tergambar dari rangkaian asumsi dasar makro dan postur RAPBN 2023 yang disampaikan ke DPR, Selasa (16/8).

Bahkan pemerintah tampak pesimistis menatap perekonomian tahun depan. Sebab, angka pertumbuhan ekonomi 2023 dipatok di level 5,3%.

"Tampaknya pemerintah pesimis. Karena angka pertumbuhan itu stagnan, karena tahun ini range pertumbuhan 5,1% sampai 5,4%," jelasnya saat dihubungi, Rabu (17/8). 

Baca juga: Melonjak Drastis, Penumpang Angkasa Pura I Tembus 5 Juta di Juli

Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah memproyeksikan perekonomian nasional tahun depan tidak akan jauh lebih baik dari tahun ini. Menurut Tauhid, itu disebabkan oleh kondisi geopolitik global yang tidak akan selesai dalam waktu dekat. 

Kondisi itu akan tetap membuat adanya fluktuasi harga energi dan pangan dengan kecenderungan di level yang tinggi. Tak bisa ditampik, itu akan berdampak pada Indonesia dari sisi perdagangan seperti sekarang ini. 

"Lalu karena tahun depan banyak negara diproyeksikan mengalami krisis, itu di dalamnya banyak mitra dagang Indonesia. Itu pasti berimbas ke kita," jelas Tauhid. 

Selain itu, ekspansi fiskal di tahun depan juga dinilai bakal terbatas. Hal tersebut terlihat dari menurunnya alokasi anggaran belanja negara yang hanya Rp3.041,74 triliun, di bawah prakiraan belanja negara tahun ini yang diproyeksikan sebesar Rp3.169 triliun. 

Belum lagi pemerintah dituntut untuk mempersempit defisit anggaran menjadi maksimal 3%. Dalam RAPBN 2023, pemerintah menargetkan kekurangan anggaran berada di level 2,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau Rp589 triliun. 

"Ini jelas ekspansi fiskal akan terbatas. Itu artinya dorongan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah," kata Tauhid. 

Dia menilai, asumsi dasar dan postur RAPBN 2023 yang diusulkan pemerintah itu menggambarkan upaya pemerintah untuk bertahan, alih-alih menggedor laju pertumbuhan ekonomi. Langkah ini terbilang cukup baik, sebab, bila pemerintah terlalu berani melakukan ekspansi, dikhawatirkan risiko yang akan timbul jauh lebih buruk. (OL-6)

Baca Juga

Antara/Muhammad Adimaja

Sun Life Tawarkan Perlindungan dan Investasi Anti Resesi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 11:21 WIB
Produk unggulan terbaru Asuransi Sun USD Guaranteed memberikan kepastian imbal hasil mata uang USD sebesar 3,1% net per...
MR/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

Minyak Nilam Aceh Produksi USK Kembali Diekspor ke Prancis

👤Amiruddin Abdullah R 🕔Selasa 06 Desember 2022, 11:05 WIB
KETUA Atsiri Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Atsiri Research Center (ARC) kembali mengekspor minyak nilam ke Prancis  dengan...
MI/Reza Sunarya

Gedung Pusat Manufaktur Indonesia Siap Dibangun di Purwakarta

👤Reza Sunarya 🕔Selasa 06 Desember 2022, 10:35 WIB
GEDUNG Utama Indonesia Manufacturing Centre (IMC) atau Gedung Pusat Manufaktur Indonesia berdiri diatas lahan total 11 sektar di kawasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya