Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) memiliki tiga strategi untuk scaling up ekonomi hijau di Tanah Air. Pertama, sangat penting merumuskan kebijakan agar tercipta transisi yang terjangkau.
"Upaya transisi energi menuju rendah karbon ini harus dipersiapkan, agar tidak menimbulkan disrupsi berlebihan dalam ekonomi. Memang perlu dibuat transisi dan tahapan yang affordable bagi semua pihak," ujar Deputi Gubernur BI Juda Agung, Jumat (15/7).
Kedua, lanjut Juda, perlu komitmen bersama atau komitmen lembaga keuangan untuk mendukung pembiayaan ekonomi hijau. Pihaknya berharap dengan dukungan dari lembaga keuangan, transisi bukan hanya semakin nyata, namun juga menjadi motor penggerak perekonomian.
Baca juga: Neraca Dagang RI pada Juni 2022 Surplus, BPS: Ditopang Minyak Kelapa Sawit
"Ketiga, pentingnya inovasi kebijakan hijau dan sinergi antar otoritas untuk meningkatkan pembiayaan hijau. BI beserta kementerian dan lembaga terkait secara konsisten terus melakukan inovasi kebijakan dan sinergi kebijakan untuk insentif dalam rangka memperluas green financing," imbuhnya.
Menurutnya, BI, Kementerian Keuangan dan OJK tengah mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik dan bangunan hijau. Dalam hal ini, melalui green down payment yang lebih rendah untuk kendaraan listrik dan LTV yang lebih ringan bagi hunian hijau.
"Ini didukung juga kebijakan fiskal melalui relaksasi perpajakan dan dari sisi mikroprudensial OJK melalui penyesuaian ATML," jelas Juda.
Baca juga: Menkeu Sebut Upaya untuk Kurangi Emisi CO2 Sangat Menantang
Bersama Kementerian LHK dan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, BI juga menyusun panduan pengukuran emisi karbon bagi korporasi, yang dapat digunakan dalam menyelaraskan model bisnis untuk transisi menuju ekonomi hijau.
"Ini segera kami tuntaskan, kalkulator karbon untuk mengukur seberapa besar karbon yang dikeluarkan dari aktivitas korporasi. Semakin rendah karbonnya, semakin besar insentif bagi perbankan atau sektor keuangan untuk pembiayaan," paparnya.
Demikian juga dalam Presidensi G20 Indonesia, BI bersama Kemenkeu terus memperjuangkan agar transisi menuju ekonomi hijau lebih adil dan terjangkau dalam rangka menyeimbangkan ekosistem lingkungan dan ekonomi.(OL-11)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin pasar karbon global berkat hutan tropis terluas ketiga di dunia.
Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola karbon dan pembiayaan iklim berbasis hutan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30).
Saat ini, regulator menuntut hasil yang terukur dan berintegritas, termasuk kebutuhan akan dampak iklim yang nyata.
Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di tanah air.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam KTT APEC 2025 di Korea Selatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved