Selasa 12 Juli 2022, 13:16 WIB

Airlangga: Penyediaan Minyak Nabati Global Harus Holistik

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Airlangga: Penyediaan Minyak Nabati Global Harus Holistik

ANTARA
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah tetap mengupayakan transformasi perekonomian yang hijau, berkelanjutan, dan inklusif. Hal itu beriringan dengan langkah pemulihan ekonomi dari ancaman krisis pangan, energi dan keuangan yang terjadi di level global. 

"Di tengah krisis ini, memastikan ketersediaan, aksesibilitas, dan keterjangkauan komoditas pertanian di pasar global, termasuk minyak nabati, menjadi salah satu fokus utama kami," ujarnya pada Webinar United Nations Economic And Social Council (UN-ECOSOC) High Level Political Forum (HLPF) yang dikutip dari siaran pers, Selasa (12/7). 

Baca juga: Presiden: Harga Minyak Goreng Curah di Jawa Sudah Rp14 Ribu

Airlangga menambahkan, dalam upaya untuk memenuhi target SDGs 2030, muncul beberapa tantangan-tantangan besar seperti inflasi yang tinggi, lonjakan suku bunga, lonjakan harga pangan dan energi, serta terganggunya pasokan dan perdagangan komoditas pertanian.

Dengan mempertimbangkan pertumbuhan populasi global dan meluasnya penggunaan minyak nabati di berbagai industri, maka diperkirakan ukuran pasar global minyak nabati akan meningkat dari 199,1 juta metrik ton pada tahun 2020 menjadi 258,4 juta metrik ton pada tahun 2026.

Bahkan sebelum terjadinya krisis global, minyak nabati telah lama menjadi sumber mata pencaharian bagi petani skala kecil serta sumber mesin pembangunan di banyak negara berkembang. Sehingga penting untuk memastikan kesinambungan pasokan minyak nabati yang cukup ke pasar global untuk mencegah volatilitas harga lebih lanjut dan guncangan terhadap ekonomi global.

"Dalam hal ini, kami terus percaya bahwa upaya bersama untuk memastikan keberlanjutan di pasar minyak nabati global harus dilakukan secara holistik dan nondiskriminatif," kata Airlangga.

Selain itu, diperlukan juga lingkungan yang kondusif serta penyediaan sumber daya dan keterampilan untuk mendukung petani kecil dalam mewujudkan produksi berkelanjutan atas komoditas yang digunakan untuk menghasilkan minyak nabati.

Sebagai salah satu produsen dan pengekspor minyak nabati utama dunia, termasuk minyak sawit dan minyak kelapa, Indonesia terus menekankan pentingnya memastikan keberlanjutan di seluruh sektor minyak nabati. Hal tersebut dilakukan diantaranya melalui pemanfaatan smart farming pada perkebunan kelapa maupun dukungan replanting bagi petani sawit.

Indonesia, imbuh Airlangga, juga erkomitmen untuk mempercepat transisi energi bersih melalui kebijakan biodiesel untuk mencapai net zero emissions. Diperkirakan penggunaan B30 berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 24,6 juta ton CO2. Hal ini juga akan memperkuat tujuan Indonesia untuk mencapai target ketahanan energi dan bauran energi sebesar 23% pada tahun 2025.

Indonesia juga akan terus mempromosikan pentingnya pertanian dan sistem pangan berkelanjutan di berbagai forum, termasuk melalui Presidensi G20 dan kerja sama dengan Inggris melalui co-chairmanship dari dialog FACT (Forest, Agriculture, and Commodities Trade). Indonesia juga bertujuan untuk mempromosikan komoditas berkelanjutan sekaligus memenuhi SDGs dan mendukung pembangunan ekonomi.

Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk mendorong dan menyinergikan kerja sama untuk memastikan minyak nabati berkelanjutan di berbagai organisasi internasional terkait seperti Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) dan International Coconut Community (ICC). 

"Mari kita melipatgandakan upaya kita untuk mencapai SDGs, dan menetapkan jalan kita menuju komunitas global yang lebih tangguh, termasuk melalui promosi dan pengembangan minyak nabati yang berkelanjutan," kata Airlangga. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA FOTO/DHemas Reviyanto

BUMN yang Sehat Beri Dampak Besar Bagi Negara dan Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 22:45 WIB
"Sejak awal, kita berkomitmen melakukan transformasi menyeluruh dengan memperbaiki proses dan fokus bisnis hingga penerapan budaya...
Dok. Pribadi

Perusahaan Elektronik Midea Akan Bangun Pabrik di Indonesia

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 22:33 WIB
Pusat produksi Midea secara global memiliki lebih dari 150.000 karyawan di lebih dari 200 negara dan wilayah menghasilkan pendapatan...
Antara

Pertamina Temukan Cadangan Migas Baru

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 22:01 WIB
Temuan cadangan migas baru dari tiga sumur eksplorasi ini melengkapi keberhasilan temuan cadangan Pertamina sebelumnya pada Semester I...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya