Sabtu 14 Mei 2022, 14:20 WIB

Teten: Konglomerasi Bisnis Besar di e-Commerce mesti Dicegah

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Teten: Konglomerasi Bisnis Besar di e-Commerce mesti Dicegah

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

 

MENTERI Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menegaskan konglomerasi hingga penguasaan usaha besar atas sektor bisnis e-commerce di Indonesia harus dicegah dan diminimalisasi untuk memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM tumbuh dalam bisnis berbasis digital tersebut.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keterangannya, Sabtu (14/5), menilai penguasaan usaha besar di dalam bisnis e-commerce atau bisnis digital Indonesia memang masih berpeluang terjadi bahkan sangat terbuka lebar. Sayangnya ketika penguasaan oleh usaha besar itu terjadi, maka UMKM yang ada dalam bisnis digital jelas akan kalah bersaing.

Menurut Teten, penguasaan usaha besar dalam bisnis digital perlu dicegah. Bisnis digital perlu diproteksi dari praktik-praktik yang dapat merugikan UMKM.

“Usaha besar cukup hanya menyediakan aplikasi kemudian menjual produknya sendiri. Akan terjadi konflik sosial apabila semua sektor ekonomi dikuasai pemodal besar,” kata Teten.

Bisnis online mengalami lompatan besar dalam dua tahun terakhir. Hal itu disebabkan, tradisi dan cara berbelanja masyarakat yang mulai berubah dari cara konvensional ke belanja online baik masyarakat di perkotaan sampai pedesaan.

Baca juga: Market Kripto Anjlok Berlarut, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Hal itu mendorong pelaku usaha yang masuk ke bisnis digital meningkat tajam. Saat ini UMKM onboarding ke dalam ekosistem digital telah mencapai 18,5 juta UMKM, atau tumbuh 131 persen semenjak sebelum pandemi. Angka itu ditargetkan bisa menembus hingga 30 juta UMKM onboarding digital pada 2024.

Teten menegaskan tingginya jumlahnya UMKM yang masuk dalam bisnis online perlu dijaga agar terus survive, karena pemerintah sedang memacu jumlah UMKM yang masuk bisnis online agar terus bertumbuh. UMKM diharapkannya jangan sampai kalah tarung sebelum bertanding karena harus bersaing dengan pelaku usaha besar di pasar bebas.

Sejumlah negara juga sudah menerapkan proteksi bagi UMKM saat memasuki bisnis digital. Ia mengacu pada India yang menurutnya bisa menjadi salah satu referensi dalam memproteksi bisnis digital khusus untuk UMKM sebagai upaya penumbuhan iklim usaha yang kondusif, fair, sekaligus bentuk keberpihakan pemerintah terhadap bisnis rakyatnya.

“Kita bisa belajar salah satunya kepada India sebagai salah satu negara yang telah memproteksi bisnis digitalnya dari persaingan yang tidak seimbang antara usaha besar dengan UMKM,” kata Teten.(OL-4)

Baca Juga

MI/ Susanto

Kemenkeu: Kondisi Utang Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:57 WIB
Selain itu, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga disebut masih berada di bawah batas...
MI/Pierre Lavender

Wafa Taftazani Sebut Ransverse Jadi Indonesia’s Premier Metaverse

👤Pierre Lavender 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:54 WIB
Dalam metaverse yang dibuat oleh Rans Entertainment, terdapat 24.000 lands sebagai pengisi geografi dan dapat diisi oleh para kreator...
MI/Pierre Lavender

Jaringan Telekomunikasi di Indonesia Harus Siap untuk Menerapkan Metaverse

👤Pierre Lavender 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:39 WIB
“Indosat harus siap untuk jaringan yang baik, contohnya 5G yang sudah merata dan berbagai dukungan lainnya dalam hal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya