Minggu 08 Mei 2022, 16:39 WIB

Libur Tetap Produktif, Panen Padi dan Tanam Kedelai di Kulon Progo

mediaindonesia.com | Ekonomi
Libur Tetap Produktif, Panen Padi dan Tanam Kedelai di Kulon Progo

Ist/Kementan
Kegiatan panen padi di Kabupaten Kulon Progo, Jawa Tengah.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) terus memantau dan mengontrol ketersediaan 12 bahan pangan strategis sebelum dan sesudah hari raya agar tetap aman.

Salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan panen padi dan gerakan tanam kacang kedelai di Kabupaten Kulon Progo, Jawa Tengah.

"Saya sangat senang sekali dengan Kulon Progo ini, hasil panen padinya tiap tahun sudah suplus, sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, setiap daerah harus selalu berinovasi, melakukan terobosan-terobosan baru “ ujar Direktur Jenderal Tanaman Pangan ,Kementan, Suwandi saat melakukan kegiatan panen padi dan gerakan tanam kacang kedelai di Desa Bonoroso, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Kulon Progo, Jawa Tengah, Jumat (6/5).

Setiap tahunnya Kulon Progo mengalami surplus 30 sampai dengan 34 ribu ton sehingga menjadi penyumbang ke berbagai daerah yang kekurang stok beras.

Untuk program unggulan IP 400 dari Kementan sudah di lakukan di daerah Samigaluh dengan kebutuhan air yang terjamin sepanjang tahun, dengan target 50 ha tahun ini.

Baca juga: Kementan Terus bergerak, Lakukan Panen Kedelai di Sukoharjo, Jateng

Dalam kunjungannya, Suwandi mengungkapkan bahwa petani di Kulon Progo melakukan penanaman kacang kedelai menggunakan teknik tumpang sisip di lahan sawah, setelah panen padi ke-2 pada saat musim panas, karena pada saat penanaman kedelai lahannya banyak air sehingga berpotensi tidak akan tumbuh dan gagal.

“Setiap daerah memang berbeda-beda cara untuk menanam kedelai, yang terpenting sekarang selalu tanam kedelai karena pasarnya sudah terjamin kita sudah kerja sama dengan off taker dengan harga di atas Rp 9.000 per kilo-nya “ tambah Suwandi.

Sutedjo Bupati Kulon Progo yang turut hadir mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan inovasi seperti menggunakan cara bertani yang ramah lingkungan dengan memakai pupuk organik, pupuk hayati, bio pestisida dan pestisida hayati sehingga lahan menjadi subur, lingkungan lestari dan produksi tinggi. 

“Karena menggunakan pupuk yang terbuat dari rumput dan dedaunan segar maka hasil yang didapat juga sangat memuaskan , murah, bisa dibuat kapan saja, serta menghemat biaya produksi hingga 3 sampai 4 juta dan sudah terbukti di Blitar,“ ujar Sutedjo.

“Dengan begini petani jadi tidak perlu khawatir akan harga beras yang naik turun, toh dengan pupuk hayati ini bisa di buat sendiri cuma dari air, rumput, daun yang masih segar jadi,“ tambah Sutedjo.

Sutedjo juga mengungkapka bahwa para petani di Kulon Progo selalu berinovasi, kreatif melakukan terobosan baru yang di bina oleh pemerintah daerah, dinas provinsi, dinas kabupaten, Balai penyuluh pertanian (BPP), POPT dan penyuluh semua berkolaborasi dengan baik dan mendukung swasembada di masa yang akan datang.

Kegiatan panen padi dan gerakan tanam kacang kedelai juga turut di hadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi DIY, Sugeng Purwanto dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugroho.. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. Kementan

Mentan SYL Dorong Petani Beradaptasi dengan Tantangan Alam

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 16:21 WIB
Menurutnya, TOT mengenai praktik pertanian ramah lingkungan seharusnya bisa menghasilkan sesuatu yang bisa diimplementasikan di...
Dok. BNI

HUT Ke-76, BNI Gelar Akad 5.476 Debitur FLPP

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:51 WIB
Pelaksanaan akad massal dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pengembang rumah subsidi dan...
Ist

Pekerja Bukan Penerima Upah Diharap Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:35 WIB
Mulai dari sopir angkutan, pemilik warung, petani, dan pelaku UMKM bisa mengikuti program Bukan Penerima Upah (BPU) diharapkan menjadi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya