Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
JARINGAN internet kini semakin mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mereka, mulai dari informasi hingga kebutuhan sehari-hari.
Segala sesuatu yang sudah serbadaring itu kini dimanfaatkan para penyedia bisnis berbasis e-commerce untuk memenuhi kebutuhan konsumen mereka.
Salah satunya dengan cara menyediakan kemudahan untuk berbelanja kebutuhan harian.
Tak perlu lagi datang ke swalayan atau minimarket, masyarakat bisa membeli kebutuhan seperti minyak goreng, gula, sabun, dan kebutuhan harian lainnya melalui layanan daring.
Sistem itu memang belum banyak digunakan masyarakat, tapi sudah ada yang mulai memanfaatkan jasa itu.
Hal itulah yang dilakukan Leli, 49 untuk membeli kebutuhan hariannya seperti sampo, minyak goreng, dan gula.
Pertimbangannya, ia tidak perlu lagi repot pergi ke minimarket atau swalayan dekat rumahnya untuk membeli kebutuhan rumahnya.
Hal itu cukup memudahkannya di tengah kesibukannya menjadi dosen di salah satu universitas swasta di Jakarta.
"Ya, jadi saya tidak perlu menghabiskan waktu untuk memilih barang-barang di minimarket, cukup klik aja barang yang saya mau sudah bisa langsung sampai di rumah dalam waktu yang cepat," ujar dia saat ditemui Media Indonesia, Selasa (31/5).
Keuntungan lainnya, ia mendapatkan kebutuhan harian tanpa perlu berlama-lama mengantre di swalayan atau minimarket seperti konsumen lain yang belum menggunakan layanan tersebut.
Secara terpisah, Ketua Indonesian E-Commerce Association (IdEA) Daniel Tumiwa mengatakan bisnis daring saat ini sedang mengarah pada pemenuhan kebutuhan harian.
"Ini akan menjadi model inovasi disruptif, artinya mengubah pasar dan membentuk pasar baru. Selain itu, ini akan mengubah tata cara distribusi barang nantinya," jelas Daniel ketika dihubungi, Rabu (1/6).
Menurutnya, bisnis penyedia kebutuhan harian secara daring itu akan berjalan efektif di masa depan.
"Dalam lima tahun akan terbagi, konsumen yang pilih belanja online akan bertambah dan belanja offline atau konvensional akan berkurang. Dampaknya banyak toko akan tutup dan barang pun hanya tersedia secara online," jelasnya.
Untuk itu, Daniel menyarankan agar menjadi konsumen yang pintar dalam berbelanja daring, khususnya untuk produk kebutuhan harian, di antaranya bertanya aturan pengembalian barang, janji pengiriman, dan jaminan yang diterima konsumen.
"Pakailah media sosial sebagai kanal customer service. Kalau mereka tidak memiliki kanal tersebut, jangan beli produk dari mereka," tandasnya.
Peluncuran Alfacart.com
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan harian di seluruh penjuru Tanah Air, Alfamart meluncurkan Alfacart.com.
"Target Alfamart dengan meluncurkan Alfacart.com ialah ingin menjangkau masyarakat yang lebih luas, dengan didukung lebih dari 7.000 toko Alfamart yang tersebar di seluruh Indonesia. Kita percaya dengan network yang luas, kita bisa menjangkau masyarakat lebih banyak lagi," ujar Chief Commercial Officer Alfacart.com Ernest Tjahjana saat peluncuran Alfacart.com di Jakarta, Senin (30/5).
Alfacart.com merupakan transformasi dari Alfaonline yang telah ada sejak 2013.
Selain melayani barang-barang kebutuhan harian, Alfacart.com juga melayani fesyen, gadget dan elektronik, serta gaya hidup.
Keunggulan dari Alfacart.com, lanjut Ernest, ialah jaringannya yang luas dapat memperkenalkan Alfamart menjadi tempat pembayaran, pengambilan, mengantar, dan pengembalian barang saat belanja daring.
"Dengan tagline belanja online jadi dekat, kita akan mengembangkan konsep barcode shopping yang mempermudah hidup konsumen. Pada saat kebutuhan harian habis, konsumen tinggal scan barcode produk dari aplikasi kami, produk tersebut akan langsung muncul di aplikasi dan siap dibeli," tuturnya.
Keunggulan lainnya, menurut Chief Operating Officer & Chief Marketing Officer Alfacart.com Haryo Suryo Putro, Alfacart.com memudahkan dengan faslitas belanja online bayar offline atau populer dengan istilah online to offline (O2O).
"Ini kami berikan kepada masyarakat yang belum memiliki akun perbankan, tabungan maupun kartu kredit agar dapat menikmati manfaat belanja online. Setelah memilih atau memesan barang, konsumen dapat membayar secara tunai melalui layanan cash on delivery (COD) atau membayar dan mengambil barang di kasir toko Alfamart yang dikehedaki," papar Haryo.
CEO Alfacart.com Catherine Hindra Sutjahyo optimistis pasar itu akan terus berkembang.
Pasalnya, e-commerce di Indonesia saat ini masih menyumbang kurang dari 1% dari total ritel.
Sebagai perbandingan, Jepang 12% dan Tiongkok 10%.
"Bahkan India lebih besar daripada kita. Dengan jaringan yang kami punya, kami yakin bisa menjadi player di pasar ini," pungkas Catherine. (Setyo Aji Harjanto/S-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved