Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Dengan BRISat, BRI resmi merambah digital banking. Tahun ini, emiten bersandi BBRI itu menganggarkan belanja teknologi informasi (TI) mencapai Rp2 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI) menghemat biaya operasional sebesar 40% dengan dioperasikannya satelit milik perseroan, BRISat. Sebelum dibangunnya satelit BRISat, perseroan harus menyewa satelit senilai Rp500 miliar per tahun yang memiliki 23 transponder.
Menurut Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo, dengan dioperasikannya BRISat pada 9 Juni 2016 mendatang, perseroan tidak perlu menyewa lagi, tapi cukup me-ngeluarkan investasi Rp3,375 triliun untuk BRISat dengan masa penggunaan 17 tahun.
"Secara kotor itu biaya penghematannya 40%," kata dia di Jakarta, kemarin. Dengan begitu, kata Haru, biaya operasional terhadap pendapatan operasional juga akan turun. BRISat juga memiliki lebih banyak transponder yakni mencapai 45 unit.
Direktur Utama BRI Asmawi Syam mengatakan BRI akan menjadi satu-satunya perbankan di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelitnya sendiri. Sebanyak 53 karyawan BRI yang sebelumnya ahli di bidang perbankan, juga akan dilatih agar mampu mengoperasikan satelit.
Satelit itu juga diyakini mampu memberikan manfaat cukup besar bagi masyarakat Indonesia, terutama nasabah BRI. Seluruh transaksi perbankan dipastikan lebih cepat, mudah, dan murah, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Ada 255 juta penduduk Indonesia, baru sekitar 100 juta yang memiliki bank, sedangkan nasabah BRI sendiri ada sekitar 50 juta-60 juta jiwa. Maka, apabila dengan satelit ini kami bisa mendapat penambahan total 10 juta nasabah saja itu sudah sangat bagus," papar Asmawi.
Dengan BRISat ini, ujar Asmawi, jangkauan BRI akan lebih luas dan mencakup wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau bank spesialias kredit UKM tersebut. Perseroan juga akan menghubungkan 59 ribu agen bank nirkantor (branchless banking) dengan kantor pusat BRI agar dapat memudahkan konsultasi dan kegiatan transaksi agen untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil.
"Jadi, Anda bisa bayangkan, nanti layanan di gunung dan di pinggir sungai ini bisa sama dengan layanan yang di Jakarta. Selain itu, nasabah akan cepat terlayani," kata dia.
BRISat ini juga menjadi tanda dimulainya BRI merambah digital banking. Tahun ini, emiten bersandi BBRI itu menganggarkan belanja teknologi informasi (TI) mencapai Rp2 triliun. Salah satu anggaran belanja TI itu untuk pengadaan BRISat sejak beberapa tahun lalu.
Rampung 100%
Asmawi memaparkan, persiapan menyangkut peluncuran BRISat beserta semua operasional pendukungnya sudah rampung 100%. Satelit control facility yang bersifat primary dan back up pun sudah dapat beroperasi dengan baik. "Secara teknis perseroan optimistis launching ini akan berjalan dengan sukses," tuturnya.
BRISat telah menjalani uji kelayakan dan tes performa akhir. Satelit itu akan diluncurkan di Kourou, French Guiana, Amerika Selatan, pada 8 Juni 2016 waktu setempat atau 9 Juni 2016 dini hari Waktu Indonesia Barat.
Untuk perlindungan risiko dalam peluncuran BRISat dan lintasannya pada orbit, BRI menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia sebagai ketua konsorsium asuransi lokal dan Marsh sebagai broker asuransi internasional. (Ant/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved