Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

IIF Pimpin Sindikasi Proyek Palapa Ring

E-1
25/5/2016 08:50
IIF Pimpin Sindikasi Proyek Palapa Ring
(ANTARA/Audy Alwi)

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ditunjuk menjadi mandated lead arranger oleh PT Len Telekomunikasi Indonesia (LTI) untuk mengatur pencarian dana sindikasi pembangunan jaringan tulang punggung serat optik Palapa Ring Paket Tengah.

“Palapa Ring ialah proyek pembangunan jaringan telekomunikasi yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Untuk paket tengah pemerintah menunjuk LTI menghubungkan 17 kota/kabupaten di lima provinsi di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara,” tutur Presiden Direktur IIF Arisudono Soerono di Jakarta, kemarin.

Proyek Palapa Ring yang ditargetkan rampung pada triwulan II 2018 itu menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dan didukung penjaminan oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Arisudono menyebut kontribusi IFF ke financial closing mencapai 80% dari total nilai proyek Rp1,3 triliun atau Rp790 miliar. Sebanyak 20% bakal dibiayai dan dikerjakan para pemegang saham, yakni PT Len Industri Persero, TRG Investama, PT Multi Kontrol Nusantara, dan PT Bina Nusantara Perkasa.

“Arahnya sindikasi bank-bank dari dalam negeri, saya yakin bank dalam negeri beri pendanaan untuk infrastruktur,” lanjut Ari.
Direktur Utama LTI Raden Wahyu Pantja Gelora mengungkapkan IIF sesuai dengan kriteria lembaga pembiayaan yang diajukan LTI seperti persyaratan dan persetujuan kredit, plafon, dan tingkat suku bunga. Kesepakatan itu juga sebagai kelanjutan dari MoU dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 4 Maret 2016.

“Kita juga akan kerja sama dengan Huawei dan proyek ini sudah dua setengah bulan lakukan persiapan fase financial closing,” tuturnya.

Dirjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan berharap KPBU itu sukses dan dapat menjadi contoh. “Persiapan KPBU Palapa Ring Paket Tengah tergolong tercepat dari beberapa insiatif yang muncul.”


Gandeng Asbanda

Di tempat sama, IIF juga menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) untuk meningkatkan kapabilitas pembiayaan infrastruktur daerah. Kerja sama itu diklaim akan memperkuat fungsi IIF sebagai kata-lisator investasi infrastruktur.

“Indonesia perlu percepatan pembangunan infrastruktur untuk kejar under investment sejak akhir 1990-an. Asbanda punya potensi luar biasa, mengenal pengusaha daerah berpotensi, serta memiliki pengaruh dan kearifan lokal,” ujar Arisudono.

IIF akan membiayai proyek infrastruktur yang layak secara komersial melalui jaring­an Asbanda yang spesifik mengurus pengembangan strategi pembiayaan dan jasa konsultan. Sesuai mandat, IIF menargetkan delapan sektor infrastruktur, yakni transportasi, pengairan, air minum, air limbah, telekomunikasi dan informatika, listrik, dan migas.

Sepanjang 2015, sebelum kerja sama dengan Asbanda, IIF sudah membiayai 10 kesepakatan pembiayaan baru dengan total komitmen Rp5,6 triliun dan Rp4,2 triliun telah disalurkan. “Tahun ini ada penambahan komitmen pendanaan Rp10 triliun dari total Rp70 triliun.” (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya