Senin 17 Januari 2022, 20:23 WIB

Industri Hulu Migas Setor Rp203 T ke Negara

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Industri Hulu Migas Setor Rp203 T ke Negara

Antara
Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Zona 4 mengecek saluran pipa gas Sabtu (1/1).

 

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berhasil mengumpulkan total pendapatan atau revenue sebesar US$31 miliar di 2021. Dari total revenue tersebut, industri hulu migas berhasil menyumbangkan ke negara atau government take sebesar US$14 miliar atau setara Rp203 triliun.

Angka ini meningkat 61% dibandingkan 2020 saat negara mendapat US$8,7 miliar dari sektor itu.

"Apakah SKK Migas terus menggaet investor kakap? Saya kira pasti. Pertanyaan saat ini, investor kakap itu bukan cuma dari Indonesia, semua negara juga berharap mendapat investor kakap di hulu migas," kata Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Benny Lubiantara dalam konferensi pers virtual, Senin (17/1).

SKK Migas juga membukukan realisasi investasi hulu migas senilai US$10,7 miliar di 2021 atau setara dengan Rp152,79 triliun. Jumlah ini meningkat apabila dibandingkan realisasi investasi di 2020 yang berada pada angka US$10,5 miliar.

Benny menyebut harus ada pembenahan di sektor tersebut untuk menarik banyak investor seperti perbaikan pada kebijakan fiskal, nonfiskal dan perizinan usaha yang harus efisien dan insentif usaha.

"Pekerjaan rumah kita memang untuk menggaet investor kakap ini harus ada pembenahan-pembenahan. Ini akan mempermudah kita mencari investor kakap," ucapnya.

Dia menambahkan sudah ada investor besar hulu migas yang tertarik bekerjasama dengan pemerintah Indonesia. Misalnya dari perusahaan Timur Tengah, Eropa, Amerika Latin dan Afrika.

Kebutuhan investasi yang besar juga diyakini akan bisa meningkatkan target besar yang dibidik industri hulu migas, yakni pencapaian target produksi minyak sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) di 2030.

Dampak positif dari peningkatan produksi migas nasional diharapkan akan mengurangi current account deficit (CAD), menjaga ketahanan energi nasional, menciptakan lapangan kerja, serta enguatan kapasitas perusahaan nasional penunjang industri hulu migas. (E-3)

Baca Juga

Dok. Kementerian BUMN

Erick: BUMN Harus Kembali ke Khittah sebagai Perusahaan yang Sehat dan Berdaya Saing

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 23:44 WIB
Erick berpesan kepada generasi muda untuk menjaga dua fokus utama BUMN yakni sebagai agen pembangunan dan penyeimbang...
Dok. IFG

Dukung Pengembangan Sektor Asuransi dan Dana Pensiun, IFG Gelar Konferensi Internasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 23:36 WIB
Konferensi itu bertujuan untuk memberikan kontribusi positif terhadap penguatan literasi di sektor asuransi dan dana pensiun bagi pelaku...
Dok. Pribadi

Erick Sebut Transformasi Kultural BUMN Jadi Kunci Menangkan Persaingan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 23:02 WIB
"Transformasi bisa terjadi kalau terjadi juga transformasi kultural atau juga transformasi manusianya itu tidak mungkin," ucap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya