Minggu 16 Januari 2022, 22:18 WIB

Generasi Emas, Kementan Tekankan Pembinaan Petani Milenial

mediaindonesia.com | Ekonomi
Generasi Emas, Kementan Tekankan Pembinaan Petani Milenial

dok.tangkapan layar
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi (kiri) dan Kadistan Lebak, Rahmat Yuniar

 

PERAN generasi muda sangat sentral dalam pembangunan nasional, dimana jumlah penduduk usia produktif akan berada di titik tertinggi sebagai Bonus Demografi, yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Komitmen Kementerian Pertanian RI mengemuka pada kegiatan Millennial Agriculture Forum (MAF) bertajuk Pembinaan Petani Milenial yang berlangsung virtual yang dihadiri lebih 700 peserta, kemarin.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kehadiran Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan (DPM/DPA) sebagai role model petani/wirausaha muda pertanian diharapkan mampu meresonansi generasi muda lainnya. Pasalnya, pertanian sangat menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi bangsa dan rakyat.

"Pertanian itu given dari Tuhan yang mengaruniakan alam dan musim yang baik. Saat ini, generasi muda telah masuk era teknologi digital, sehingga perlu adaptasi dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi," kata Mentan Syahrul.

Menurutnya, DPM/DPA didorong untuk mengambil peran, khususnya sektor pertanian melalui berbagai kegiatan yang produktif. Pertanian saat ini berbeda dengan sebelumnya, kita masuk era pertanian internet of things (IoT) dan artificial intelligent.

"Satelit sudah main, bukti pertanian itu keren. Mental tak mudah menyerah, mandiri, adaptif, inovatif serta disiplin tinggi yang menjadi modal dasar keberhasilan pembangunan pertanian," kata Mentan Syahrul.

Dia menambahkan, strateginya dengan mendorong kewirausahaan pemuda. Pemerintah, khususnya Kementan, terus mencari peluang membangun ekosistem kewirausahaan bagi generasi muda, guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi demografi tersebut. Pengembangannya, secara lintas kementerian dengan mengedepankan kolaborasi bersama banyak pihak.

Di sisi lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi saat membuka MAF menekankan tentang petani Indonesia saat ini didominasi usia tua. Jumlahnya lebih 70% dari 33 juta orang, dengan tingkat pendidikan masih lulusan SD bahkan tidak sekolah, itulah kondisi faktualnya.

”Dengan kondisi demikian, tidak mungkin tugas penyiapan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk hingga ekspor kita serahkan sepenuhnya kepada mereka. Selain itu, rata-rata kepemilikan lahan kurang dari 0,3 hektar. Sudah saatnya generasi muda bersama-sama melanjutkan perjuangan mereka,” kata Dedi Nursyamsi.

Dia menambahkan, Presiden RI Joko Widodo sangat memperhatikan SDM pertanian, di era kedua pemerintahannya. Presiden Jokowi fokus pada pengembangan SDM, yang memiliki karakter kerja keras, dinamis, produktif, terampil, menguasai teknologi dan bertalenta.

"Itulah target kita. Kondisi pertanian dan petani, mengharuskan kita lebih fokus mengembangkan petani muda, karena mereka yang akan melanjutkan estafet pembangunan pertanian,” katanya lagi.

Dedi pun menjelaskan untuk menghadapi minimnya lahan pertanian serta meningkatkan produktifitas, saat ini Kementan sedang membangun smart farming (pertanian cerdas) dengan memanfaatkan IoT, yang diyakini meningkatkan  produktivitas, efisiensi dan dapat menekan biaya produksi.

“Gunakanlah smart farming. Cirinya, pertama adalah memanfaatkan biosience, bioteknologi seperti biofertilizer, varietas yang tahan hama penyakit. Kedua, pemanfaatan Alsintan untuk menekan biaya produksi,  dan ketiga gunakan IoT untuk sistem agribisnis modern dari hulu hingga hilir," katanya lagi.

Petani mileniallah yang mampu mengimplementasikan smart farming dengan sebaik-baiknya. Pembangunan pertanian kedepan ada di tangan milenial. "Melalui  forum ini kami terus membakar semangat anak muda terjun ke sektor petanian dengan smart farming."

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Banten, Rahmat Yuniar, memaparkan di wilayahnya telah diberlakukan pola penumbuhan dan penguatan petani milenial, untuk meningkatkan kapasitas SDM petani milenial, menumbuhkan kelembagaan petani, membuka lapangan pekerajaan, menekan kemiskinan, dan menumbuhkan wirausaha pertanian.

Pada kesempatan tersebut, DPA Kementan, Buhari Muslim mengisahkan suksesnya dalam penangkaran benih padi, yang memulai tahap penangkaran dengan menguasai sumber benih minimal, menguasai lahan hingga mendaftarkannya ke UPTDF PSBTPHP Dinas Provinsi Banten melalui petugas PBT.

“Hal terpenting adalah disiplin melakukan regoung atau seleksi tanaman yang menyimpang dari yang ditangkarkan. Kunci suksesnya, menjalin kerjasama dengan petugas dan penangkar lain serta seleksi tanaman yang menyimpang,” kata Buhari.

Tak hanya Buhari, DPA lain yang sukses adalah Gatot Wahyu, sarjana S1 Teknik Nuklir UGM ini berhasil menggabungkan pembangkitan energi, pengujian bahan, sterilisasi dan mutasi genetik dalam pertanian. (OL-13)

Baca Juga

Ist

Sandiaga Uno Ajak UMKM Berkolaborasi dengan Platform E-commerce

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 08:14 WIB
Pelaku UMKM diminta berkolaborasi dengan platform digital agar dapat semakin menciptakan peluang usaha, membangkitkan ekonomi, dan...
MI/HO

Mendag Sebut Harga Komoditas Tinggi Peluang bagi Investasi dan Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 05:11 WIB
“Ini bagian dari oprtunity. Harga komoditas tinggi ini menyebabkan banyak investasi dan inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi...
MI/ Susanto

Kemenkeu: Kondisi Utang Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:57 WIB
Selain itu, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga disebut masih berada di bawah batas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya