Kamis 06 Januari 2022, 10:15 WIB

Menyongsong Kebangkitan Industri EPC Indonesia dengan Kesiapan SDM

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Menyongsong Kebangkitan Industri EPC Indonesia dengan Kesiapan SDM

Ilustrasi
Ilustrasi

 

Kegiatan Engineering procurement and Constuction (EPC) yang  pada umumnya bergerak di bidang minyak dan gas Bumi di Indonesia membutuhkan kesiapan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan holistik.

EPC ini seringkali ditemukan pada proyek skala besar atau biasa dikenal dengan istilah proyek spesial, seperti pembangunan industri atau pabrik seperti kilang minyak, pabrik pupuk, yang membutuhkan dana besar dan mencapai ribuan macam kegiatan. Maka tidak mengherankan jika EPC pada umumnya melibatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang mumpuni dan jumlah yang cukup banyak.

Menurut Rachmat Kurnia, Ketua Bidang Industri Konstrukti & Fabrikasi DPP Ikatan Rantai Suplai Indonesia (IARSI), penerapan holistik manajemen operasi yang efisien seperti diatas harus terus dilakukan sembari terus meningkatkan kapasitas kemampuan SDM, sehingga momentum kebangkitan ekonomi Indonesia di tahun 2022, khususnya di bidang EPC dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh para stakeholder.

Di Indonesia industri EPC memiliki potensi yang cukup besar dalam melakukan investasi di sektor infrastruktur, jika dibandingkan dengan negara terdekat Indonesia yaitu Filipina dan Malaysia, Indonesia besaran pasarnya sangat menarik bagi pemain di Industri EPC. Dengan adanya hal tersebut total pengeluaran infrastruktur Indonesia mengalami kenaikan terus menerus dan menyebabkan EPC Indonesia menjadi sangat menarik.

Material coordinator (MC) adalah satu satu bagian penting dalam EPC, tugas seorang MC pada dasarnya adalah mengatur flow material (export, import dan internal site).

Namun dalam perkembangannya sekarang,terutama sejak 5 tahun terakhir ini, seorang MC yang telah dilatih dan diberi kewenangan ternyata bisa memberikan sumbangsihnya di luar bidang logistic secara umum yaitu dalam penjagaan mutu, dengan pengamatan terhdap 7 waste terutama "defect".

Defect diartikan sebagai ketidaksesuaian dengan standar penerimaaan (acceptance criteria).semakin lama defect dapat dideteksi semakin besar biaya dan waktu yang diperlukan dalam untuk memperbaiki defect yang terjadi.

Sebuah studi di salah satu EPC di Batam-Kepulauan Riau pada 2020 menunjukkan dengan penerapan prinsip "genba and gembana" dan defect hunter oleh material coordinator pada project berkenaan telah ditemukan potensi defect akibat ketidaksesuaian shelf condition (kondisi penyimpanan) pada welding consumable, yang berkemungkinan meningkatkan kadar air dan menyebabkan cacat pada lasan.

Defect pada lasan yang kalau tidak bisa dideteksi dan dicegah ditaksir menyebabkan kerugian 0,5 miliar/tahun di luar waktu perbaikan. Setelah potensi defect tersebut ditemukan, rencana perbaikan diajukan dan disetujui dengan pemasangan air conditioner dan peninggian langit-langit, sehingga sirkulasi udara dan kesesuaian terhadap shelf condition dicapai.
 
Demikian salah satu contoh holistic approach yang melibatkan keseluruhan stake holder dalam penjagaan mutu, dengan kredo productivity first, quality first, diharapakan semua stakeholder meningkatkan kapabilitas dan kepeduliannnya terhadap kualitas yang pada akhirnya dapat menekan biaya dan meningkatkan efisiensi dan waktu pelaksanaan proyek.

"Sudah saatnya Pelaku Usaha EPC Dalam Negeri harus menjadi pemain utama dalam berbagai proyek pembangunan negara ini," papar Chairman IARSI, R. Beniadi Setiawan. (OL-12)

Baca Juga

Antata

PUPR Salurkan 60.706 Unit Bantuan Rumah Swadaya

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:48 WIB
Pada 2022 Ditjen Perumahan PUPR mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp2,23 triliun untuk program...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Airlangga Sebut Kasus Harian Covid-19 Masih Level Aman

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:00 WIB
Negara lain yang memiliki jumlah kasus harian cukup tinggi sampai 28 Juni 2022 adalah India dengan 14.529 kasus, Inggris dengan kasus...
Antara

OJK: Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp102,9 Triliun

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 21:52 WIB
Hingga 24 Juni 2022, OJK mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,5%, jika dibandingkan dengan akhir Mei 2022 (mtd) ke level...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya