Senin 27 Desember 2021, 21:24 WIB

Koperasi Gayatri Bimbing Nasabah Perempuan Masuki Pasar Digital

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Koperasi Gayatri Bimbing Nasabah Perempuan Masuki Pasar Digital

DOK Gayatri.
Koperasi yang berfokus pada pembiayaan usaha ultramikro perempuan ini sudah mendistribusikan dana investasi lebih dari Rp200 miliar.

 

DATA Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase perempuan yang bekerja di sektor informal, khususnya usaha kecil, mikro, dan ultramikro, sudah melebihi 50%. Ini berarti perempuan memiliki peran signifikan dalam perekonomian dan sektor ketenagakerjaan.

Gramindo Berkah Mandiri, koperasi yang  mengusung nama Gayatri (www.gayatrimicrofinance.com), dan beroperasi di Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, membuat gebrakan. Koperasi yang berfokus pada pembiayaan usaha ultramikro perempuan ini sudah mendistribusikan dana investasi lebih dari Rp200 miliar dalam tiga tahun usianya (berdiri pada 21 April 2018). 

Hal yang lebih mencengangkan lagi, angka kredit macet selama perjalanan itu 0%. Pertumbuhan pesat ini tentu saja tak luput dari pantauan para pelaku pasar modal. Beberapa investor besar seperti Reliance Finance, Investree, dan beberapa bank perkreditan rakyat telah menggandeng Gayatri untuk bersama-sama menyalurkan dana investasi untuk usaha ultramikro yang jumlahnya tidak bisa dipandang enteng. 

Ada triliunan rupiah dana segar yang masih menganggur di pojok-pojok pasar modal, menunggu untuk didistribusikan ke masyarakat. Masalahnya, pasar modal menggunakan sistem sekuritas dan teknologi untuk menjamin keamanan dana yang juga dimiliki masyarakat pemodal ini. Akses ke teknologi dan informasi ini nyaris tak dimiliki sebagian besar pengusaha kecil, meskipun perangkat digitalnya sendiri sudah jadi bagian keseharian mereka.

Di sinilah Gayatri mengambil peran. Setiap haria ratusan relationship officer bergerak menemui nasabah dan calon-calon nasabah di pelosok kampung. Bukan sekadar menawarkan solusi finansial, jajaran officer ini juga mengusung tanggung jawab yang lebih besar berupa pendampingan nasabah. Ini mulai dari membimbing mereka untuk melek digital hingga advokasi untuk pengembangan usaha. 

Tak main-main, Gayatri pun menyiapkan ekosistem digital bagi nasabahnya dengan e-money Linkaja, digital signature privyid, sistem pembukuan digital wargakoo, dan digital supply chain. Menjadi nasabah Gayatri, berarti masuk ke dalam ekosistem digital ini.  

"Kita buat para nasabah ini aktif di jaringan antarnasabah di ekosistem. Dengan begitu, mereka bisa saling membantu," kata Andi Sasongko, co-founder sekaligus COO Gayatri Microfinance, dalam keterangan resmi, Senin (27/12). "Ini bumbu pecel saya kurang laku. Tolong dong bantu sebarin," tambahnya. Kita semua bisa ikut mendukung gerakan ini dengan ikut berinvestasi. Kunjungi website dan media sosial Gayatri untuk informasi lebih dalam mengenai hal ini. (OL-14)

Baca Juga

Dok Gojek

Ikuti Kemenhub, Gojek Tunda Kenaikan Tarif Ojol

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 23:54 WIB
Kenaikan antara lain, biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.600/km, biaya jasa batas atas sebesar...
Antara

Menteri ESDM Minta PT Vale Tingkatkan Produksi Nikel

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 22:33 WIB
PT Vale Indonesia memiliki satu fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel di Sorowako dengan kapasitas 70.000 ton nikel...
Dok PLN

PLN Kebut Penataan Infrastruktur Kelistrikan G20 di Bali

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:55 WIB
Saat ini progres tersebut mencapai 88,6 untuk pengamanan kelistrikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya