Minggu 26 Desember 2021, 23:58 WIB

Penghapusan Premium Jangan Isapan Jempol Semata

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Penghapusan Premium Jangan Isapan Jempol Semata

Dok MI
Ilustrasi

 

KETUA Pengurus Harian Yayasan lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendukung langkah PT Pertamina (Persero) yang segera menghapus pemakaian bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium pada tahun depan.

Menurutnya, masyarakat Jakarta dan Bodetabek sudah lama tercemar oleh polutan bahan bakar minyak yang tidak ramah lingkungan seperti Premium yang memiliki nilai oktan atau Research Octane Number (RON) paling rendah, yakni 88.

"Penghapusan bensin premium seharusnya bukan wacana saja alias bukan isapan jempol belaka," ujarnya kepada Media Indonesia, Minggu (26/12).

Dia berpendapat, tingginya polusi di suatu daerah bisa menimbulkan kerugian berganda yang sangat serius, baik dari sisi lingkungan, kesehatan atau kerugian ekonomi.


Tulus menerangkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 80% penyakit tidak menular (non comunicable desease) di Ibu kota pemicu utamanya adalah polusi, sehingga masyarakat di Jakarta menjadi gampang sakit.

Korelasi dengan hal itu, jika merujuk pada hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, membuktikan 4 dari 5 penyebab kematian terbanyak di Indonesia adalah penyakit tidak menular, seperti stroke (21,1%), jantung koroner (12,9%), tuberkulosis (5,7%), dan hipertensi dengan komplikasi (5,3%).


"Bahkan 1,4 juta warga Jakarta menderita penyakit asma. Selain karena faktor gaya hidup, aspek kualitas udara luar ruang seperti polusi yang berkontribusi terhadap tingginya prevalensi penyakit tidak menular tersebut," jelas Tulus.

Tidak hanya itu saja, dampak polusi udara juga disinggung Ketua YLKI ini menimbulkan kerugian ekonomi yang hebat. Kajian tim peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (2015), mengestimasikan bahwa secara nasional kerugian ekonomi akibat polusi udara mencapai Rp373,1 triliun per tahun.

Tulus menambahkan, biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk perawatan akibat pencemaran udara sebesar Rp1,53 juta atau 6,7% dari pendapatan per kapita. Ini kerugian skala nasional, namun kerugian terbesar adalah kota besar di Indonesia, terutama Jakarta dan Bodetabek.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, penghapusan Premium sudah direkomendadikan Tim Anti Mafia Migas yang kala itu dipimpin Faisal Basri (2014-2015). "Saya kira ini merupakan bagian dari rencana kebijakan yang sudah lama ditetapkan. Semestinya segala biaya dan manfaatnya sudah diperhitungkan oleh pemerintah," tandasnya.

Pertamina dianggap sudah melakukan sosialisasi soal peralihan pemakaian BBM dari Premium Program Langit Biru (PLB). Upaya ini bentuk dukungan Pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Pertamina diketahui mendorong penggunaan produk BBM berkualitas, yakni Pertalite dengan RON 90, Pertamax RON 92 dan Pertamax Turbo RON 98, dengan memberikan harga khusus atau lebih murah. Misalnya, penjualan Pertalite sebesar Rp6.450 per liter, dipatok lebih rendah Rp1.200 dari harga normal Pertalite Rp7.650. "Mereka sudah melaksanakan melalui berbagai program seperti Program Langit Biru dengan harga khusus Pertalite di sejumlah SPBU. Tapi, memang akan lebih baik jika dimasifkan lagi sosialisasinya," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

dok.KNPI

DPP KNPI: Kinerja Pembantu Jokowi Bidang Perekonomian Perlu Perbaikan

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:50 WIB
KINERJA pemerintahan bidang perekonomian mendapat sorotan publik karena kinerja yang buruk. Karena itu, Jokowi harus mengambil langkah...
DOK BNI46

Kuat Dalam GCG, BNI Kembali Menangi Penghargaan IICD

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:13 WIB
Raihan ini akan menjadi tolok ukur bagi perseroan untuk lebih gencar lagi dalam meningkatkan penerapan good corporate governance (GCG)...
Antara

Badan Pangan Nasional Dorong Penguatan Harga Gula Di Tingkat Petani Maupun Konsumen

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 14:18 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menegaskan seluruh pabrik gula dapat membeli gula kristal putih produksi petani tebu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya