Senin 29 November 2021, 10:41 WIB

Menteri ESDM : Gas akan Jadi Penyokong Utama Saat Transisi Energi

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Menteri ESDM : Gas akan Jadi Penyokong Utama Saat Transisi Energi

Dok PGN
Ilustrasi

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menuturkan industri hulu minyak dan gas (migas) berperan dalam peralihan menuju transisi energi menuju net zero emission atau karbon netral di 2060.

Dia menjelaskan, selain untuk mendukung pertumbuhan permintaan energi, gas juga akan dikembangkan untuk menggantikan energi batu bara yang ditargetkan akan lebih banyak menghasilkan karbon. "Industri hulu migas, terutama gas juga akan menjadi penyokong energi pada masa transisi," kata Arifin dalam pembukaan acara 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 (IOG 2021), Nusa Dua, Bali, Senin (29/11).

Dia menjelaskan, industri hulu migas yang awalnya untuk menghasilkan manfaat berupa penerimaan negara juga dikembangkan menjadi mesin penggerak kegiatan penunjangnya, seperti industri perbankan, perhotelan dan lainnya. Dalam perhitungan pihaknya, setiap investasi sebesar US$1, menghasilkan dampak senilai US$1,6 yang dapat dinikmati oleh industri penunjangnya.

"Industri hulu migas tidak akan serta merta ditinggalkan karena industri ini juga menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia. Multiplier effect yang ditimbulkan oleh kegiatan ini, telah dirasakan sampai ke sektor-sektor pendukungnya," urainya.

Dia menjabarkan, penggunaan kapasitas nasional di sektor hulu migas cukup besar, baik dari sisi prosentase maupun nilainya. Sebagai contoh, katanya, pada 2020 penggunaan kapasitas nasional sebesar 57% dengan nilai pengadaan sekitar US$2,54 miliar.

Kemudian, Arifin menyebutkan, Kementerian ESDM sejak tahun lalu berusaha memaksimalkan volume penyerapan gas di dalam negeri, antara lain melalui kebijakan harga khusus untuk sektor kelistrikan dan industri tertentu. "Kebijakan ini tentu akan mendorong penambahan konsumsi gas. Oleh karena itu lapangan-lapangan migas tetap perlu dikembangkan," ungkapnya.

Potensi lapangan-lapangan migas non konvensional, tambah Menteri ESDM, juga harus digali demi pemenuhan kebutuhan energi masa depan.

Dia berujar, teknologi yang maju dan ramah lingkungan dibutuhkan untuk menjawab tantangan ini sehingga kekurangan energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di masa depan. (OL-12)

Baca Juga

DOK Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land Wujudkan Ketahanan Pangan melalui Pemberdayaan Masyarakat Rumpin

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 16:56 WIB
Program yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi masyarakat itu akan terus dikembangkan guna mendukung budi daya pertanian yang...
DOK Humas Kemenko Polhukam.

Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Mudahkan Kerja Satgas BLBI

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 26 Januari 2022, 16:45 WIB
Melalui kesepakatan itu kedua negara mengekstradisi setiap orang yang dicari oleh masing-masing negara untuk melaksanakan...
MI/Susanto.

Juragan Jaman Now, Program Anyar Metro TV Bantu UMKM

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 26 Januari 2022, 16:15 WIB
Salah satu peserta yakni Ekasari Handayani, yang menjual cookies roti gambang klasik, baru beberapa bulan menjadi pelaku UMKM karena dia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya