Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGKIT Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling yang berada di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat berperan penting dalam keandalan listrik di Jawa dan Bali. Saat melakukan blackstart (pemulihan) usai blackout atau pemadaman listrik hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
Berkapasitas 700,72 Mega Watt (MW), PLTA Saguling berkontribusi sebesar 2,5% dari sistem Jawa-Bali yang memiliki total kapasitas 27.700 MW.
"Saguling ini keistimewaannya itu line charging ketika blackout, pengisian daya dari Sangguling ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, cukup 15 menit untuk menormalisasikan ketika terjadi blackout," kata Direktur Utama Indonesia Power M. Ahsin Sidqi di Kantor PLTA Saguling, Kamis (11/11).
Beroperasi sejak 1985 alias sudah 36 tahun, pembangkit yang dikelola dan dioperasikan oleh PT Indonesia Power (IP) sebagai anak usaha PLN ini dinilai unggul dalam hal pengatur frekuensi sistem dengan menerapkan load frequency control (LFC)
PLTA yang memasok kebutuhan Cibinong, Cirata dan Bandung Selatan tersebut akan dialihkan ke jaringan Jawa dan Bali. PLTA Saguling juga dikatakan mampu menjadi penyeimbang pembangkit atau stabiliser.
"Blackout di 2019 itu kan kita sudah tahu (akibat) dari transmisi. Kami komando langsung (pemulihan), kita kontak Saguling lalu kita energize (pemberian tegangan pertama). PLTA ini jadi andalan karena mudah mengoperasikan. Tinggal buka saja kerannya, langsung nyala listriknya," ucap Ahsin.
Pembangkit jenis hidro ini memanfaatkan pasokan air dari Waduk Saguling, serta menggunakan energi baru terbarukan dengan memproduksi briket berbahan baku eceng gondok dan sampah rumah tangga. Briket sampah ini lalu digunakan menjadi bahan energi listrik.
Dengan total kapasitas terpasang mencapai 844,36 MW, PLTA Saguling ditopang oleh tujuh sub-unit, serta 1 unit jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit untuk menjaga keandalan pasok listrik.
Sub unit tersebut antara lain, Sub Unit PLTA Bengkok dan Dago 3,85 MW (Kab. Bandung), Sub Unit PLTA Plengan 6,87 MW (Kab. Bandung), Sub Unit PLTA Lamajan 19,56 MW (Kab. Bandung), Sub Unit PLTA Cikalong 19,20 MW (Kab. Bandung), Sub Unit PLTA Ubrug 18,36 MW (Kab. Sukabumi, lalu satu unit jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit yaitu PLTA Rajamandala 47MW (Kab. Cianjur) dan lainnya. (Ins/E-1)
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
PT PLN (Persero) berhasil menjaga kelancaran ibadah dan aktivitas masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 dengan pasokan listrik yang andal.
PLN telah menyediakan 4.769 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di 3.078 titik di seluruh Indonesia.
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, PLN memastikan kesiapan pasokan listrik di berbagai objek vital.
Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia.
PLN EPI memastikan pasokan energi primer untuk pembangkit listrik nasional dalam kondisi aman selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved