Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MATA uang dolar Amerika Serikat stabil pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (26/10), setelah melonjak dari level terendah satu bulan karena para pedagang mempertimbangkan prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk berbagai mata uang dan mempertimbangkan data ekonomi dan komentar bank sentral yang dapat memengaruhi posisi mereka.
Pergerakan naik terjadi dengan mengorbankan euro, yen Jepang dan franc Swiss. Perubahan tampaknya menunjukkan bahwa pasar telah menurunkan dolar terlalu banyak baru-baru ini karena ekspektasi bahwa inflasi di luar AS akan memaksa kenaikan suku bunga untuk mata uang lain lebih cepat daripada untuk greenback.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya stabil dengan kenaikan hampir 0,2 persen untuk hari ini, setelah naik dari level terendah satu bulan di awal perdagangan. Sebelum berbalik arah, indeks telah kehilangan 1,0 persen selama dua minggu.
Ancaman terhadap posisi saat ini bisa datang pada Kamis (28/10) dari Bank Sentral Eropa dan dari data ekonomi AS serta dari data inflasi AS dan Eropa pada Jumat (29/10), serta pertemuan Bank Sentral Kanada pada Rabu (27/10). Federal Reserve AS akan menggelar pertemuan minggu depan.
"Ada begitu banyak risiko peristiwa yang terjadi minggu ini dan dolar telah berkinerja buruk selama dua minggu terakhir, sehingga pasar mulai membeli kembali dolar," kata Joseph Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions.
"Apa yang telah menumpulkan kilau dolar akhir-akhir ini adalah gagasan bahwa bank sentral lain tampaknya siap untuk menaikkan suku bunga sebelum Fed," katanya. Pada satu titik, indeks dolar naik 0,4 persen pada Senin (25/10) karena imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun naik.
Dolar melemah dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun turun kembali, dan bertahan di sekitar 1,63 persen serta sedikit berubah untuk hari itu. Minyak mentah juga naik dan kemudian melemah untuk hari itu.
Euro kehilangan 0,3 persen menjadi 1,1613 dolar AS. Pertemuan Bank Sentral Eropa pada Kamis (28/10) diperkirakan tidak akan membuat berita besar, tetapi komentar dari bank dapat mengubah pandangan tentang seberapa besar tekanan inflasi dapat berdampak pada suku bunga.
"Tidak mungkin mereka (pembuat kebijakan ECB) tidak dapat mengakui bahwa inflasi telah meningkat lebih tinggi, tetapi mereka juga tidak ingin terseret ke dalam permainan ekspektasi mengingat kecenderungan dovish ECB," kata Jeremy Thomson-Cook, Kepala Ekonom di perusahaan pembayaran Equals Money.
"Selain data inflasi dan pertumbuhan yang akan dirilis minggu ini, kami akan dapat menandai ekonomi Eropa jauh lebih baik terhadap rekan-rekan Inggris dan AS, sesuatu yang kami perkirakan akan terus memungkinkan pelemahan euro tambahan bergerak maju."
Dolar AS menorehkan keuntungan terhadap yen Jepang, naik 0,2 persen menjadi 113,685 yen. Bank Sentral Jepang (BoJ) akan bertemu akhir pekan ini. Tetapi seperti ECB, BoJ diperkirakan tidak akan berubah dari sikap kebijakannya yang dovish.
Angka produk domestik bruto AS pada Kamis (28/10) - jika menunjukkan perlambatan seperti yang diperkirakan - dapat mengurangi tekanan pada The Fed, bahkan ketika inflasi berjalan relatif panas.
Di pasar uang kripto, Bitcoin naik 3,0 persen menjadi 62.997 dolar AS setelah minggu lalu mencapai 67.000 dolar AS. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Anggota Polres Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sendiri
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah pada Selasa pagi (24/2/2026) melemah 10 poin ke level Rp16.835 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan rupiah hari ini.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved