Jumat 15 Oktober 2021, 14:06 WIB

Tetap Optimistis di Tengah Pandemi, 59% Orang Indonesia Ingin Memiliki Usaha Berkelanjutan

Heryadi | Ekonomi
Tetap Optimistis di Tengah Pandemi, 59% Orang Indonesia Ingin Memiliki Usaha Berkelanjutan

Dok.Pri
Tunaiku

 

BERDASARKAN Indonesian Growth Mindset Study (Studi Pola Pikir yang Berkembang pada Masyarakat Indonesia) yang dilakukan oleh YouGov, tiga tujuan keuangan teratas yang dimiliki orang Indonesia adalah menjalankan bisnis berkelanjutan (59%), memiliki dana yang cukup untuk hidup nyaman setelah pensiun (46%), dan dapat memenuhi kebutuhan harian (45 %).

Studi ini juga menemukan bahwa setengah (50%) responden menyatakan tingkat kepercayaan diri yang tinggi bahwa mereka mampu mencapai tujuan keuangan mereka. Mereka yang mengaku sangat percaya diri condong ke pria berusia 18-34 tahun. Persentasenya bahkan lebih tinggi bagi mereka yang sudah memulai bisnisnya sendiri, dengan 62% menunjukkan kepercayaan diri yang kuat.

Studi ini menyimpulkan bahwa pandemi tidak menghentikan orang dari keinginan untuk memiliki bisnis yang berkelanjutan. Namun, mereka membutuhkan dukungan untuk mengatasi tantangan keuangan mereka untuk dapat memulai bisnis.

Tunaiku, platform pinjaman mikro berbasis aplikasi pertama di Indonesia yang merupakan produk KTA online Amar Bank (PT Bank Amar Indonesia Tbk.), menawarkan solusi untuk membantu masyarakat Indonesia dengan platform pinjaman digital yang cepat, mudah dan aman, memungkinkan mereka untuk mengambil pinjaman produktif, seperti modal usaha, untuk membantu mencapai tujuan keuangan mereka.

Tunaiku juga meluncurkan kampanye #SemuaBisaLebih untuk mendorong masyarakat agar mereka dapat berbuat lebih banyak dalam kehidupan mereka untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Kampanye ini juga memberikan literasi keuangan tentang pengelolaan keuangan pribadi dan bisnis, yang memiliki peran sangat penting bagi pemberdayaan individu dan pengusaha.

EVP Retail Banking Amar Bank, Abraham Lumban Batu mengatakan, dengan banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian akibat pandemi covid-19, banyak masyarakat Indonesia yang beralih untuk membangun bisnis sendiri. Namun, dalam menciptakan bisnis yang berkelanjutan, kata dia, pemilik usaha juga harus memperhatikan arus kas dan arus modal.

"Salah satu tantangan terbesar adalah mencari dukungan modal kerja untuk memulai bisnis mereka atau untuk mengelola arus kas operasional. Tunaiku, KTA online di bawah Amar Bank, menawarkan pinjaman tanpa agunan yang mudah dan terpercaya untuk membantu masyarakat memulai bisnis berkelanjutan, dan meningkatkan pendapatan. Kami selalu mendukung kebutuhan produktif masyarakat untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan tujuan keuangan mereka. Diharapkan, dengan kampanye #SemuaBisaLebih, kami dapat membantu lebih banyak orang untuk mengatasi masalah keuangan mereka dan meningkatkan taraf hidup mereka," papar Abraham.

Dia melanjutkan Tunaiku sebagai produk KTA online Amar Bank menerapkan teknologi big data  yang canggih sehingga membuat pengajuan pinjaman tanpa agunan menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan lebih aman. Beroperasi sejak 2014, Tunaiku menjadi penyedia pinjaman digital pertama yang diawasi penuh oleh OJK & BI. Hingga 30 Juni 2021. Tunaiku telah menyalurkan pinjaman dengan total lebih dari Rp 5,8 triliun dan mendistribusikan ke lebih dari 115.000 bisnis mikro (UMKM), yang mendorong porsi kredit UMKM Amar Bank di angka 47% dari total portofolio kredit bank. Jumlah ini lebih tinggi dari persyaratan OJK di angka minimum 20%. (E-3)

Baca Juga

MI/Vicky Gustiawan.

Asuransi Rangka Kapal Milik Jasindo Tumbuh Signifikan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:51 WIB
Salah satu pertumbuhan positif tersebut tercatat di lini bisnis asuransi rangka...
Dok kemenhub

Menhub Sebut Integrasi Data Secara Digital Percepat Layanan Pelabuhan

👤RO/Micom 🕔Sabtu 27 November 2021, 19:22 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok mengelola hampir 70% kegiatan ekspor-impor...
Antara

Bali Sepi Penerbangan Internasional, Kemenparekraf Galang Kerja Sama dengan Hongaria

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 November 2021, 17:29 WIB
Bali masih sepi dari penerbangan internasional, sejak dibuka Oktober tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya