Selasa 12 Oktober 2021, 22:25 WIB

Koridor Timur Jakarta Masih Menarik, Savasa Luncurkan Klaster Niwa 

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Koridor Timur Jakarta Masih Menarik, Savasa Luncurkan Klaster Niwa 

Dok. Savasa
Maket pengembangan klaster Niwa di proyek Savasa

 

PT PanaHome Deltamas Indonesia (PHDI) yang mengembangkan hunian mewah Savasa meluncurkan klaster Niwa yang mulai dipasarkan pada 10 Oktober 2021. Direktur PT PHDI, Wulang Nur Widyatmoko, mengatakan klaster Niwa masuk dalam kategori hunian tipe C di kawasan Savasa. 

Tipe C memiliki luas tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 55 meter persegi, terdiri dari 2 kamar tidur, 2 kamar mandi dan dilengkapi dengan balkon kaca di kamar tidur utama. Harga hunian di klaster Niwa Rp1 milyar-an. 

Wulang menambahkan, konsep Japan quality masih menjadi daya tarik bagi konsumen Savasa. Dengan teknologi Wall-Precast Concrete (W-PC) pada konstruksi panel beton kedap udara dan teknologi Puretech untuk penyaringan udara, menghadirkan rumah dengan kualitas terbaik yang memberikan kenyamanan dan udara bersih di dalam rumah. 

"Serta lokasi yang begitu strategis menjadi prioritas konsumen untuk berinvestasi di Savasa. Posisi kita sangat strategis dan paling depan, lalu di dekat situ juga akan segera dibangun AEON Mall. Ini juga menjadi salah satu faktor tingginya minat konsumen untuk membeli rumah di Savasa. Selain AEON Mall, akan dibangun juga kereta cepat Jakarta-Bandung. Dari Stasiun Cawang, stasiun pertamanya ada di Karawang yang hanya berjarak 1,5 km dari Savasa," kata Wulang. 

Wulang menambahkan, potensi sewa hunian di Savasa juga tinggi karena ada banyak perusahaan Jepang maupun Korea Selatan berdiri disana. 

"Potensinya lebih dari 20 ribu pekerja," paparnya. 

Baca juga : Milenial Butuh Properti yang Layak dan Terjangkau

Selain itu, tambahnya, Savasa berada di kawasan Kota Deltamas, Cikarang, yang termasuk dalam pengembangan di koridor timur Jakarta  yang terdapat pembangunan infrastruktur yaitu tol layang Jakarta-Cikampek, LRT, MRT, dan kereta cepat. 

Savasa juga dikelilingi dengan beragam fasilitas dan sarana, serta fasilitas komersial lainnya. Untuk fasilitas kesehatan, saat ini sedang dibangun RS Mitra Keluarga yang akan beroperasi dalam waktu dekat. 

“Total unit yang ditawarkan di klaster Niwa sebanyak 209 unit dan akan dimulai pembangunan di tahun depan. Hingga saat ini kami sudah melakukan serah terima 50% dari klaster ASA dan sudah terhuni sekitar 60%. Sesuai dengan budaya Jepang yang mengedepankan ketepatan waktu, kami selalu berkomitmen untuk melakukan serah terima tepat waktu.” Ucapnya. 

Dengan didukung Panasonic Homes, Wulang berharap Savasa bisa tumbuh menjadi smart town. Hal ini pula yang menurutnya membuat konsumen percaya terhadap kualitas produk atau hunian dari Savasa. 

"Panasonic Homes itu sudah 58 tahun lebih. Di Jepang sudah menjadi top developer dengan keunggulan men-develop sustainability smart township. Dengan keunggulan tersebut kita create smart society dengan smart environment, ditambah dengan nama besar Sinar Mas Land sebagai developer terkemuka di Indonesia yang ternyata mendapat respon yang sangat baik dari konsumen," pungkasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Antara/Ampelsa

Garuda : Putusan PKPU soal Gugatan My Indo Airlines Diundur

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:30 WIB
"Pembacaan putusan ditunda oleh majelis hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sampai dengan sidang berikutnya...
Dok. Pribadi

Demokrat Kritik Proyek Kereta Cepat Gunakan APBN 

👤Putra Ananda 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:04 WIB
Dirinya menilai, sejak awal sulit menemukan urgensi pengerjaan proyek kereta cepat, meski pemerintah selalu menjanjikan bahwa proyek ini...
Antara/Raisan Al Farisi

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 79%, PT KCIC Terus Kebut Pembangunan 

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 18 Oktober 2021, 22:20 WIB
Pihaknya bersama konsorsium kontraktor sedang fokus melakukan percepatan pembangunan di 237 titik konstruksi secara komprehensif agar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya