Senin 11 Oktober 2021, 11:13 WIB

IHSG akan Terseret Pelemahan Bursa Global

Fetry Wuryasti | Ekonomi
IHSG akan Terseret Pelemahan Bursa Global

Antara
Ilustrasi

 

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan Senin (11/10) dibuka pada level 6.482,96. Pada penutupan pekan lalu (8/10), pasar AS bergerak melemah. Pelemahan akan mempengaruhi IHSG hari ini.

Index Dow Jones turun -0,03%, S&P 500 melemah -0,19%, Nasdaq melemah -0,51%. Tiga indeks utama Wall Street ditutup melemah pada hari Jumat setelah data menunjukkan pertumbuhan pekerjaan di bulan September yang lebih lemah dari yang diharapkan. Namun investor masih mengekspektasikan bank sentral AS Federal Reserve mulai mengurangi pembelian aset pada tahun ini.

Isu yang kemungkinan akan menjadi perhatian pelaku pasar pekan ini antara lain rilis data indeks harga konsumen (CPI US) di pekan ini, rapat tahunan IMF dan World bank, serta rilis meeting minutes dari the Feds. Yield UST 10Y naik ke level 1,61%, begitu juga dengan indeks dolar AS yang turun -0,11% ke level 94,1.

"Pagi ini Kospi tutup, sedangkan Nikkei dibuka melemah -0,22%. Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, seiring dengan sentimen pergerakan bursa global dan regional," kata Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma, Senin (11/10).

Dari dalam negeri, pelaku pasar pasar mencermati dampak dari tax amnesty jilid II kepada pasar saham dan obligasi. program ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak dan diselenggarakan berdasarkan asas kesederhanaan, kepastian hukum, serta kemanfaatan.

Pada tax amnesty jilid II ini, pemerintah mengungkapkan kesempatan kepada Wajib Pajak untuk melaporkan atau mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela melalui pembayaran pajak penghasilan (PPh) berdasarkan harta yang tidak atau belum sepenuhnya dilaporkan oleh peserta program pengampunan pajak.

Selain itu, WP juga bisa mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhinya melalui pembayaran pajak pajak penghasilan berdasarkan pengungkapan harta yang belum dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan orang pribadi Tahun Pajak 2020.

Adapun program dilaksanakan selama 6 bulan yakni mulai dari 1 Januari 2022 sampai 30 Juni 2022. Berdasarkan data historis pada tahun 2016 pemerintah melaksanakan tax amnesty jilid I.

Pada 2016, program pengampunan pajak itu memberikan sentimen positif terhadap bursa saham yang ke level 5.000. Sentimen positif terus berlanjut, hingga akhir tahun 2017 IHSG mampu menembus level 5.900.

"Namun, kondisi saat ini berbeda dengan lima tahun lalu dimana pemulihan ekonomi pasca pandemi turut menyelimuti ketidakpastian kondisi bisnis," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus.

Selain itu saat ini pelaku pasar khawatir adanya pembahasan revisi UU Perpajakan mengenai tax amnesty jilid II yang dinilai dapat menimbulkan gejolak politik seperti yang terjadi saat pembahasan UU Cipta Kerja.

Oleh karena itu, investor disarankan untuk lebih mencermati kondisi pasar dalam jangka waktu pendek maupun menengah. Jika timbul gejolak politik, lebih baik investor keluar terlebih dahulu dari pasar. Pada lain sisi, tax amnesty diproyeksikan dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan indeks.

Apalagi jika dalam kebijakan tersebut pemerintah kembali mencantumkan dana repatriasi wajib diinvestasikan di dalam negeri. Langkah itu akan menambah dana segar yang masuk ke pasar keuangan dalam negeri dan menjaga kekuatan arus modal masuk.

Jika ada dana segar masuk ke pasar saham melalui repatriasi, beberapa emiten berkapitalisasi besar yang lebih diuntungkan.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat terbatas dengan potensi koreksi di akhir dan ditradingkan pada 6.395 – 6.507. Level 6.500 akan menjadi sebuah level baru yang akan diuji, meskipun IHSG berpotensi cukup besar untuk mengalami koreksi terlebih dahulu," kata Nico. (OL-13)

Baca Juga: Saham Asia Melemah Tertekan Kecemasan Inflasi

Baca Juga

Antara/Sigid Kurniawan.

Rachmat Gobel Apresiasi Pembatalan PPKM Level 3 saat Nataru

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 15:31 WIB
Pengumuman oleh Menko Marinves itu berarti membatalkan pengumuman yang dilakukan Menko PMK Muhajir Effendy pada Rabu 17 November...
ANTARA/OLHA MULALINDA

Pertamina dan AKR Corporindo Belum Setor Pajak Bahan Bakar Rp2 T

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 08 Desember 2021, 15:00 WIB
"PT Pertamina dan PT AKR Corporindo belum menyetorkan PBBKB yang terkandung dalam kompensasi BBM yang diterima dari pemerintah,...
ANTARA/ISMAR PATRIZKI

Mendag: Pengusaha Waralaba mesti Adaptasi Kondisi Normal Baru

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 08 Desember 2021, 14:42 WIB
Indonesia tidak lagi menjadi pasar bagi waralaba asing. Pasalnya, waralaba lokal sudah menjadi tuan rumah dan menguasai pasar dalam negeri,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya