Selasa 28 September 2021, 14:08 WIB

Tren Belanja Online Naik, Pelanggan Harus Cerdas dalam Belanja

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Tren Belanja Online Naik, Pelanggan Harus Cerdas dalam Belanja

Ilustrasi
Belanja daring

 

PELANGGAN atau konsumen memainkan peran yang penting dalam perkembangan ekonomi negara, khususnya di masa pandemi. Dengan demikian, peranan konsumen sepatutnya sejalan dengan meningkatnya kecerdasan dalam berbelanja, sehingga pengalaman membeli semakin terintegrasi.

Sejak pandemi, kecenderungan masyarakat untuk berbelanja melalui platform digital semakin meningkat. Menurut laporan oleh Hootsuite dan We Are Social bertajuk “Digital 2021”, lebih dari 87% pengguna internet di Indonesia membeli beragam produk secara online pada beberapa bulan terakhir di penghujung tahun 2020. Hal ini dipermudah dengan berbagai perangkat elektronik, yang penggunaanya pun meningkat tajam selama pandemi.

Belanja online menawarkan proses pembelian barang yang lebih praktis, diskon menarik, hingga pembayaran atau transaksi yang jauh lebih mudah. Hadirnya platform pembayaran digital ikut serta meningkatkan tren belanja online. Berdasarkan survey oleh Bank Indonesia (BI), volume transaksi digital banking terus berkembang, yaitu tumbuh 42,47% per tahun, mencapai 553,6 juta transaksi pada Maret 2021.

“Saat ini, belanja online menjadi pilihan tepat untuk memenuhi keperluan keluarga dan pribadi. Selain praktis dan mudah, belanja online memungkinkan kita untuk melindungi diri dan keluarga di masa pandemi ini karena kita tidak perlu bepergian ke luar rumah untuk mencari kebutuhan”, jelas Karin Zulkarnaen, Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia, melalui keterangan yang diterima, Selasa (28/9).

Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami betul cara berbelanja online yang benar dan aman. Meningkatnya tren berbelanja online perlu diiringi dengan perilaku konsumen yang lebih cerdas saat membeli barang dan jasa, untuk menghindari berbagai kerugian serta meningkatkan literasi terhadap platform digital.

Dalam mewujudkan kecerdasan berbelanja online, konsumen perlu mewaspadai tipuan. Melalui kanal Youtube Teknobie, online business expert Michael Sugiharto menyatakan bahwa konsumen seharusnya tidak mudah percaya dengan harga yang terlalu murah.

Baca juga : Pelaku UMKM di Tanah Air Diprioritaskan Cepat Dapat Sertifikat Halal

Michael menyarankan untuk membandingkan harga dengan lapak lainnya, pastikan tidak jauh berbeda. Selanjutnya, perhatikan perilaku penjual. Jika berniat menipu, biasanya penjual memaksa pembeli untuk segera membayar. Pembeli juga dapat memastikan jejak digital penjual, contohnya dengan pengecekan nomor rekening penjual di situs milik Kominfo, cekrekening.id.

Di tengah kemudahan transaksi online saat ini, pembeli juga berkewajiban mewaspadai ancaman kebocoran data. Pengamat IT sekaligus CEO & Chief Digital Forensic Indonesia, Ruby Alamsyah, menyatakan bahwa kebocoran bisa terjadi akibat pihak peladen atau pengguna.

Selain pihak aplikasi, pengguna perlu mengamankan data dan akunnya. Ruby menjelaskan bahwa pengguna sebaiknya mencari tahu jenis autentifikasi aplikasi yang diunduh, menggunakan kata sandi yang tidak mudah dilacak, serta menghindari pengunduhan aplikasi yang tidak resmi. Selanjutnya, sistem operasi aplikasi gadget dan PC sebaiknya diperbarui secara berkala.

Sebagai perusahaan asuransi, Allianz mendukung mudahnya transaksi secara online dan digital bagi para nasabahnya. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Bain & Company di tahun 2020, pasca pandemi, ada tiga hal yang menjadi faktor utama dalam memilih dan membeli produk asuransi, yaitu harga, akses, serta fleksibilitas untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli nasabah.

Untuk itu, Allianz menghadirkan OptimAll, portal distribusi asuransi digital yang menyediakan berbagai pilihan produk, salah satunya yaitu Asuransi Kesehatan.

Selain memberikan kenyamanan bagi nasabah untuk melakukan transaksi secara online, OptimAll juga telah tersertifikasi ISO 27001: 2013 yang berarti calon nasabah tidak perlu khawatir terhadap keamanan data mereka.

Seluruh proses registrasi dilakukan dengan e-form dan dokumen pendukung cukup disertakan dalam bentuk elektronik berupa foto. Polis dikirimkan dalam bentuk elektronik melalui e-mail. Proses klaim dapat dilakukan secara online melalui website atau aplikasi Allianz eAZy Connect.

“Allianz Indonesia berkomitmen untuk memberikan perlindungan asuransi kepada lebih banyak lagi masyarakat Indonesia. Untuk itu, inovasi produk dan layanan terus dilakukan demi memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah salah satunya lewat berbagai layanan digital yang di antaranya adalah OptimAll, portal layanan nasabah eAZy Connect yang memberikan kemudahan pengelolaan polis secara online di mana saja dan kapan saja, serta aplikasi Allianz Smart Point yang merupakan program loyalty sebagai bentuk apresiasi untuk nasabah dari ragam transaksi online yang telah dilakukan,” ujar Karin. (OL-2)

 

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Kementan Jajaki Kerja Sama Dorong Ekspor Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 08:53 WIB
Menurut pelaku usaha di Maroko, peluang beberapa komoditas pertanian masih terbuka lebar seperti green tea, kopi robusta, vanili, dan...
dok.kementerian koperasi dan UKM.

Menkop UKM: Pemerintah akan Lakukan Revitalisasi Koperasi Berbasis Sektor Produksi

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 28 November 2021, 07:51 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan revitalisasi koperasi berbasis sektor produksi yang...
MI/Vicky Gustiawan.

Asuransi Rangka Kapal Milik Jasindo Tumbuh Signifikan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:51 WIB
Salah satu pertumbuhan positif tersebut tercatat di lini bisnis asuransi rangka...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya