Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai bahwa pelonggaran PPKM dari level 4 ke level 3 akan berdampak terhadap peningkatan konsumsi rumah tangga, meskipun tidak langsung naik tinggi seperti kuartal II 2021 sebelum adanya PPKM ketat.
"Akan ada perbaikan konsumsi tapi relatif terbatas. Misalnya pusat perbelanjaan dilonggarkan, tapi daya beli kelas menengah belum mensuport belanja yang tinggi," ungkapnya kepada Media Indonesia, Selasa (24/8).
Menurut Bhima, ada antara pelonggaran PPKM dengan kenaikan konsumsi rumah tangga karena faktor sisi pendapatan masyarakat yang masih rendah.
Selain itu, dia juga menambahkan bahwa perkantoran masih dibatasi 25% untuk sektor non-esensial yang artinya sebagian pekerja masih berada di rumah.
"Padahal pengunjung mal kan juga pekerja perkantoran, jadi satu sektor dilonggarkan tapi sektor lain masih dibatasi belum akan berpengaruh banyak," kata Bhima.
Dia pun memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 akan mencapai angka 2%. Dengan angka tersebut, kemungkinan besar perekonomian pada 2021 masih berkemungkinan tumbuh positif namun tidak mencapai 7%.
"Bulan September 2021 tidak ada event besar yang bisa memicu kenaikan mobilitas masyarakat. Nanti kita cek di kuartal IV 2021, harapannya sudah lebih baik penurunan kasus covid-19 dan bertepatan dengan libur Natal Tahun Baru jadi minat belanja masyarakat lebih tinggi. Itu dengan catatan penanganan pandemi tetap on the track," ujarnya.
Dari sisi ekspor, Bhima menegaskan bahwa perkembangannya cenderung lebih rendah, karena negara tujuan ekspor mengalami masalah menghadapi varian delta sehingga berpengaruh terhadap laju konsumsi maupun permintaan bahan baku industri.
Lebih lanjut, Bhima menyarankan bahwa meski ada pelonggaran, tetapi vaksinasi ke pekerja di sektor esensial tetap perlu diprioritaskan.
Dia menekankan jangan sampai kembali terjadi lonjakan kasus kemudian yang disalahkan sektor industri manufaktur, karena ada klaster pabrik.
"Prokes harus tetap dijaga dan dari pihak pengusaha wajib transparan jika ditemukan kasus baru dilingkungan kerja sehingga penanganan lebih cepat. Pemerintah juga diminta terus meningkatkan serapan serta nominal perlindungan sosial dan bantuan UMKM," tegas Bhima.
"Pelonggaran bukan berarti ekonomi langsung normal yang berarti suport belanja pemerintah masih konsisten dibutuhkan setidaknya sampai akhir 2022," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: HTS 2021 Digelar Besok, Wujud Dukungan Industri Kesehatan Nasional
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan pandangan resmi terkait dampak tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap konsumsi masyarakat dan pertumbuhan industri nasional.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
Saat ini, sudah ada lebih dari 80% tenant yang ada di PGM terisi dan kembali buka. Bahkan, untuk tahun depan, PGM akan kedatangan tenant nasional.
Pertumbuhan ekonomi nasional cukup stabil lantaran konsisten tumbuh di atas 5% sejak triwulan IV 2021.
PPKM Award merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada semua pihak yang membantu menangani masalah pandemi
Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) telah melakukan berbagai upaya komprehensif untuk mendukung pemerintah dalam mengendalikan pandemi ini.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
"Proyeksi pertumbuhan di triwulan I ini diperkirakan mencapai 4,9% hingga 5% secara tahunan,".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved