Sabtu 14 Agustus 2021, 07:10 WIB

Pemerintah Sukses Jaga Ketersediaan Pangan

Ihfa Firdausya | Ekonomi
Pemerintah Sukses Jaga Ketersediaan Pangan

Presidential Palace/Agus Supa
Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) berdialog dengan petani dalam Kunjungan Kerja di Malang.

 

DI tengah pandemi covid-19, pemerintah tetap menjaga ketahanan pangan nasional sebagai salah satu sektor krusial. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan jajarannya telah secara optimal melakukan upaya pemenuhan pangan dan menjaga stabilitas pasokan, terlebih di masa pandemi.

Kementerian Pertanian telah memetakan produksi pangan sesuai rencana dan juga memantau stok pangan secara berkala dan melakukan intervensi distribusi manakala terjadi kekurangan pangan di daerah tertentu. Perihal stok beras misalnya, Mentan menjamin ketersediaan stok beras nasional tahun ini tetap melimpah di tengah kondisi pandemi. 

Pasalnya, saat ini tengah berlangsung musim panen di sejumlah wilayah Indonesia dan Kementan melakukan percepatan tanam usai panen. Syahrul menyebut kuncinya ialah lahan tidak boleh menganggur setelah panen.

“Pada saat ini di seluruh Indonesia tidak ada hari tanpa panen, tidak ada hari tanpa tanam. Tidak ada lahan yang menganggur lebih dari satu bulan. Oleh karena itu, kami memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya saat meninjau kegiatan panen padi di Desa Gajahmekar, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akhir bulan lalu.

Mentan secara aktif meninjau produksi padi di berbagai daerah. Antara lain di penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (30/7). Di sana, ia mengecek kualitas beras lokal untuk memenuhi kebutuhan beras nasional.

“Saya ingin memastikan bahwa ketersediaan pangan khusus beras dalam keadaan cukup. Maka itu harus divalidasi betul sampai ke lapangan. Kita berharap seperti apa yang ada stok pangan kita dalam kendali,” katanya.

Beberapa hari sebelumnya, SYL mengunjungi RMU milik Menata Citra Selaras (MCS) di Cibitung, Bekasi, Jabar. Dia memastikan kabupaten yang lokasinya berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta ini telah menyerap hasil panen petani dengan baik, bahkan harga gabah mampu diserap di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Pada prinsipnya data kita menunjukkan kondisi yang sangat baik, artinya Juni-Agustus ini kita masih punya stok beras sekitar 9 juta ton. Musim tanam pertama sudah kita lewati dan hasilnya maksimal, semua gudang penyimpanan penuh, dan Pak Presiden (Joko Widodo) minta kita untuk memperhatikan stabilisasi harga termasuk harga di tingkat petani,” tutur Syahrul.

Direktur Operasional RMU MCS Yogi mengatakan, pihaknya telah menerima dan terus menyerap gabah petani dari sejumlah daerah di Indonesia. Selain jumlahnya yang melimpah, dia mengaku pihaknya telah menyerap gabah petani dengan harga sesuai atau di atas HPP.

“Betul apa yang dikatakan Pak Menteri, kami menerima gabah mulai dari Palembang hingga wilayah-wilayah di Jawa Timur, dan sepanjang tahun ini ketersediaannya cukup melimpah, dengan harga yang cukup baik dan stabil. Minimal kita serap gabah basah itu di angka Rp4.500 bahkan pernah hingga Rp5.000, sehingga petani cukup nyaman untuk berkerja,” ungkap Yogi.

Dia mengakui pandemi memberi dampak pada dunia usaha, termasuk usahanya di bidang pertanian. Namun, katanya, hal itu tidak memengaruhi aktivitas petani untuk berproduksi. Terbukti, sepanjang 2021 ini pihaknya mampu menyerap 180 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hari.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi ketersediaan pangan untuk memastikan bahwa ketahanan pangan aman dan terkendali, terutama menghadapi kondisi pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Situasi pangan di tengah pandemi saat ini harus kita pantau betul, kita pastikan masyarakat terjaga pangannya, aksesibilitas pangan bisa terjamin,” ujarnya.

Agung menambahkan, berdasarkan prognosa pangan, sejumlah komoditas pangan pokok yang dipantau pemerintah dalam kondisi cukup dan aman hingga Desember 2021. Di antaranya beras surplus 8 juta ton, jagung 2 juta ton, bawang merah 73 ribu ton, daging ayam 425 ribu ton, cabai besar 217 ribu ton, gula pasir 989 ribu ton, dan minyak goreng 618 ribu ton.

Kondisi stok pangan di setiap provinsi juga terus dilakukan pemantauan melalui aplikasi Sistem Monitoring Stok (Simonstok). Menurut Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan BKP Risfaheri, Simonstok ini memetakan kondisi stok pangan dan kebutuhan bahan pangan pokok di daerah.

Berdasarkan laporan langsung dinas pangan provinsi seluruh Indonesia, neraca pangan terpantau stabil dan aman. Namun demikian terdapat beberapa daerah yang mengalami kekurangan untuk komoditas tertentu. Untuk itu, Risfaheri meminta Dinas Pangan Provinsi terus berkoodinasi dengan berbagai pihak terkait di wilayah masingmasing stabilitas pangan terjaga. (Gan/S2-25)

Baca Juga

Antara

PLN Bisa Hemat Rp10 M dari Pembelian Listrik PLTM Pantan Cuaca Aceh

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:49 WIB
PLTM Pantan Cuaca berlokasi di Kabupaten Gayo Lues berkapasitas 4,5 MW dengan nilai investasi sebesar Rp 160...
Dok. BEBS

Jalin MoU Dengan WIKA, BEBS Akan Lakukan Pembangunan Infrastruktur di Azerbaijan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:32 WIB
Direktur Utama BEBS Hasan Muldhani mengungkapkan, rencana ekspansi usaha BEBS-WIKA tersebut dalam bentuk Kerja sama Operasi untuk...
ANTARA FOTO/DHemas Reviyanto

BUMN yang Sehat Beri Dampak Besar Bagi Negara dan Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 22:45 WIB
"Sejak awal, kita berkomitmen melakukan transformasi menyeluruh dengan memperbaiki proses dan fokus bisnis hingga penerapan budaya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya