Senin 02 Agustus 2021, 16:18 WIB

Jumlah Kunjungan Wisman Turun 7,71% pada Juni 2021

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Jumlah Kunjungan Wisman Turun 7,71% pada Juni 2021

Antara
Pedagang pantai menawarkan dagangannya kepada wisatawan mancanegara di Pantai Batu Bolong, Canggu, Badung, Bali, Senin (3/5).

 

SEBANYAK 140,9 ribu wisatawan mancanegara (wisman) tercatat berkunjung ke Indonesia pada Juni 2021. Angka itu lebih rendah 7,71% dibanding jumlah kunjungan pada Mei 2021 sebanyak 152,6 ribu kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, mayoritas wisman yang datang ke Tanah Air dalam rangka keperluan bisnis, misi kemanusiaan, dan mengunjungi keluarga.

"Wisman ini datang karena tujuan bisnis, atau dalam misi tertentu, misalnya misi di bidang kesehatan dan pendidikan. Ada juga keperluan reuni, di mana keluarga mereka itu ada di Indonesia," ujarnya saat menyampaikan rilis secara virtual, di Jakarta, Senin (2/8).

Margo mengatakan, jumlah wisman yang datang ke Indonesia belum mengalami pertumbuhan berarti sejak pandemi covid-19 merebak. Kedatangan wisman ke Tanah Air relatif lebih rendah dibandingkan periode 2020 maupun 2019.

Pola kedatangan wisman selama pandemi juga tak berubah. Pada Juni 2021, wisman yang datang ke Indonesia didominasi dari kedatangan jalur darat sebesar 64% atau 90,44 ribu kunjungan. Sedangkan dari jalur laut tercatat 24% atau 34,1 ribu kunjungan dan jalur udara tercatat 12% atau 16,2 ribu kunjungan.

Berdasarkan kebangsaannya, kata Margo, wisman asal Timor Leste masih menjadi yang paling banyak berkunjung ke Indonesia, yakni 54,6%, atau 76,9 ribu kunjungan. Lalu wisman asal Malaysia tercatat 26,9% atau 37,9 ribu kunjungan.

Kemudian wisman asal Tiongkok tercatat 4,7% atau sebanyak 6,7 ribu kunjungan. Sedangkan wisman dari negara-negara lain tercatat sebanyak 19,5 ribu kunjungan, atau 13,8% dari total kunjungan.

Adapun secara kumulatif pada periode Januari-Juni 2021, BPS mencatat sebanyak 802.378 wisman berkunjung ke Indonesia. Jumlah itu jauh lebih rendah dibanding periode sama di 2020 dan 2019 yang masing-masing mencapai 3,12 juta dan 7,71 juta kunjungan.

"Ini tidak bisa dihindari karena masih adanya travel banned dari negara lain untuk berkunjung ke Indonesia," tutur Margo. (E-3)

Baca Juga

Antara

Sandiaga: Ekonomi Kreatif Penggerak Baru Ekonomi Dunia

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 26 September 2021, 13:55 WIB
Di masa pandemi covid-19, banyak subsektor ekonomi kreatif yang berkembang sangat pesat. Di antaranya, aplikasi, permainan, tayangan...
Antara

Mendag Mau Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi di Pasar

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 26 September 2021, 13:20 WIB
Implementasi aplikasi PeduliLindungi akan diuji coba di enam pasar. Seperti, Pasar Mayestik, Pasar Baltos, Pasar Modern BSD, Pasar Blok M,...
MI/LILIK DARMAWAN

1.000 Penyadap Nira Banyumas Berkoperasi Pasarkan Gula Semut

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 26 September 2021, 13:01 WIB
Menkop-UKM Teten Masduki meresmikan Koperasi Semedo Manise Sejahtera yang beranggotakan sekitar 1.000 penyadap nira dan memproduksi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya