Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kepala Departemen Ekonomi dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan, penurunan aktivitas manusia akan berdampak pada kinerja dan pertumbuhan ekonomi.
Karenanya, dia memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 4% hingga 5% pada triwulan II 2021.
Angka pertumbuhan itu berada di bawah prediksi pemerintah yang optimis ekonomi akan tumbuh di kisaran 7% hingga 8% di triwulan II 2021. "Saya rasa target pemerintah tidak akan tercapai. Jadi saya memperkirakan bahwa dibanding tahun lalu (triwulan II 2020) hanya ada pertumbuhan 4%-5%," kata Yose kepada Media Indonesia, Rabu (28/7).
Dia bilang, indikasi penurunan ekonomi telah terlihat sejak Juni 2021 kala penyebaran virus covid-19 mengalami peningkatan. Masyarakat, kaya Yose, mulai mengurangi mobilitasnya. Hal itu akan berdampak pada realisasi pertumbuhan triwulan II 2021.
Padahal pemulihan ekonomi Indonesia sebelumnya sudah berada di jalur yang tepat. Bahkan, untuk mencapai pertumbuhan 7% hingga 8% di triwulan II Indonesia hanya membutuhkan ekonomi tumbuh 3,5% dari triwulan I 2021. Sebab, pada triwulan II 2020, ekonomi Indonesia tumbuh cukup rendah, yakni -5,32%.
"Padahal untuk mencapai itu, ekonomi hanya butuh tumbuh 3,5% dari triwulan I. Sebetulnya kita sudah di track itu, tapi karena pada Juni anjlok jadi kemungkinan sulit," terang Yose.
Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan berikutnya amat ditentukan dari penanganan pandemi dan berapa lama pembatasan mobilitas masyarakat berlaku. Bila situasi saat ini terjadi berkepanjangan, kata Yose, tentu berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi yang rendah.
Bahkan, target pertumbuhan di kisaran 5% pada 2021 akan terlampau tinggi untuk dikejar bila tak ada perubahan situasi.
Lebih lanjut, pemulihan ekonomi Indonesia juga akan terpengaruh dari dinamika global. Apalagi saat ini banyak yang memprediksi negara maju akan pulih lebih cepat dan tumbuh lebih tinggi dari negara-negara berkembang.
Pulihnya ekonomi negara maju, akan berimbas pada sektor keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia. "Banyak yang mengkhawatirkan stimulus negara maju akan disetop dan membuat bank sentral mereka menaikan suku bunga acuan. Ini akan membuat ekonomi mereka menarik dan berpotensi terjadi capital outflow di negara berkembang dan itu bisa menyebabkan krisis keuangan," kata Yose.
Namun Indonesia juga memiliki kesempatan untuk menekan potensi krisis keuangan melalui perdagangan. Sebab, kinerja perdagangan nasional dalam satu tahun terakhir menunjukkan surplus, menunjukkan kinerja apik dari sisi ekspor.
Hal itu mesti dimanfaatkan Indonesia seiring terjadinya peningkatan harga-harga komoditas andalan.
"Kita bisa lihat harga-harga komoditas meningkat dan itu menjadi kesempatan. Tapi memang lebih bagus lagi kalau pemulihan ekonomi di domestik sudah berjalan, jadi potensi krisis keuangan bisa sedikit tertolong," pungkas Yose. (Mir/E-1)
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
EKONOMI global diproyeksikan tumbuh 3,3% menurut IMF dan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1%.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
Kerja sama strategis ini merupakan langkah jitu untuk memperluas jangkauan pasar.
Laba bersih perseroan juga tercatat tumbuh 20% YoY, dari Rp39,2 miliar di 2023 menjadi Rp47,1 miliar di 2024.
Untuk tahun 2024, perusahaan menetapkan target pertumbuhan sebesar 59%, dengan pendapatan yang diharapkan mencapai Rp 222 miliar dan laba bersih sebesar Rp 18.2 miliar.
Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia telah berhasil dalam menangani dan bangkit dari berbagai krisis.
Bitcoin halving menjadi salah satu narasi penting di tahun 2024. Peristiwa halving kali ini terbagi menjadi dua perspektif; historikal dan makroekonomi.
Saat ini, ekonomi Indonesia cukup stabil, namun stagnan di kisaran angka 5%. Padahal, untuk menjadi negara maju, Indonesia memerlukan pertumbuhan di atas angka 7%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved