Minggu 25 Juli 2021, 01:06 WIB

SIMURP Latih 113 Calon Pengusaha Petani Muda

mediaindonesia.com | Ekonomi
SIMURP Latih 113 Calon Pengusaha Petani Muda

Ist/Kementan
Pelatihan Kewirausahaan Calon Pengusaha Tani Muda SIMURP online pada pada 22-25 Juli 2021.

 

DUKUNGAN untuk Kementerian Pertanian yang akan menciptakan banyak petani milenial terus berdatangan. Kali ini, dukungan diberikan melalui program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang akan melatih 113 calon pengusaha petani muda. 

Melalui Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim, SIMURP menggenjot peningkatan sumber daya manusia. Hal ini menjadi penting sebab, SDM sangat berperan dalam membangun pertanian berkelanjutan. 

CSA SIMURP sendiri selaras dengan Rencana Strategis Kementan yang memfokuskan pembangunan pertanian melalui konsep pembangunan pertanian berkelanjutan.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan banyak memiliki program strategis guna peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, salah satunya Program SIMURP. 

“Program-program utama Kementan lainnya yang harus didukung diantaranya Kostratani dan petani milenial. Sedangkan untuk meningkatkan daya saing, kapasitas insan pertanian terus digembleng melalui pelatihan-pelatihan, baik kekhususan maupun tematik,” ujar Syahrul.

Guna mendukung program-program yang ada di Kementan, SIMURP bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mengadakan Pelatihan Kewirausahaan Calon Pengusaha Tani Muda SIMURP. Kegiatan ini dilaksanakan secara online, pada 22-25 Juli 2021, dan offline jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) usai. 

Tujuan dilaksanakannya pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan dalam persiapan pengelolaan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) SIMURP sebagai manajer.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan lembaganya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menggenjot daya saing adalah melalui pelatihan sejuta petani dan penyuluh di seluruh Indonesia. 

Kabadan berharap, dengan adanya CSA SIMURP maka produksi dan produktivitas pertanian meningkat karena SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani. 

"Khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk bagaimana cara mengantisipasi dan menangani penyakit tanaman. SIMURP juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani," kata Dedi dalam keterangannya, Sabtu (24/7).

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, menjelaskan bahwa kegiatan SIMURP harus sejalan dengan program utama Kementan. SIMURP turut mendukung program utama Kementan yakni petani milenial. 

"Dengan SIMURP diharapkan dapat mencetak petani milenial sebagaimana target Kementan 2,5 juta petani milenial dalam lima tahun ke depan," katanya.

Bustanul menjelaskan, SIMURP bukan hanya sebatas proyek, namun juga dapat menjadi sebuah program yang berkelanjutan. 

Berdasarkan data yang ada di BPPSDMP saat ini, petani muda yang ada di Indonesia hanya sekitar 8% (2,7 juta orang) dari total jumlah petani (33,4 juta orang) di Indonesia. 

“Besar harapan kami 113 orang petani muda SIMURP yang mengikuti pelatihan ini adalah anak-anak muda atau generasi milenial yang telah tergugah hati dan mempunyai keinginan dan kemauan untuk berusahan disektor pertanian," harap Bustanul. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Gara-gara Pandemi Covid-19, Diperkirakan 30 Juta UMKM Bangkrut

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 18 September 2021, 16:50 WIB
Berdasarkan survei Bank Indonesia pada Maret 2021, sebanyak 87,5% UMKM terdampak akibat pandemi dan 93,3% pelaku usaha sektor tersebut...
dok kemenhub

Penerapan Ganjil-Genap Cegah Kepadatan di Kawasan Wisata

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 18 September 2021, 16:22 WIB
Menhub akan segera mengeluarkan  Peraturan Menhub terkait kebijakan ganjil-genap di kawasan...
Antara

Belasan Ribu Produk RI Bisa Diekspor ke Korsel dengan Tarif 0%

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 18 September 2021, 16:09 WIB
Beberapa produk Indonesia yang berpotensi mengalami kenaikan ekspor ke Korea Selatan, yaitu sepeda, sepeda motor, olahan ikan, kaos...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya