Rabu 09 Juni 2021, 15:19 WIB

BP2MI Antisipasi Kepulangan Ribuan Pekerja Migran

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
BP2MI Antisipasi Kepulangan Ribuan Pekerja Migran

Antara
Petugas BP2MI Pontianak mendata sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebelum keberangkatan di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Rabu (2/6).

 

KEPALA Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyatakan saat ini petugas BP2MI yang tersebar di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) daerah telah siaga dan siap mengntisipasi peningkatan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"Petugas BP2MI yang ada di 23 UPT di seluruh wilayah Indonesia telah melipatgandakan kekuatannya, khususnya di era pandemi covid-19 dan dinyatakan siap memberikan pelayanan terbaik untuk para pahlawan devisa," tutur Benny, Rabu (9/6).

Berdasarkan data BP2MI, pada periode Januari-Mei 2021 tercatat sebanyak 86 ribu PMI pulang ke Indonesia melalui pintu debarkasi Bandara Soekarno-Hatta. Benny mengatakan, jumlah kepulangan itu akan terus meningkat seiring dengan sejumlah kebijakan negara penempatan dalam menekan laju pertumbuhan kasus covid-19.

"Pandemi covid-19 menjadi salah tantangan yang dihadapi oleh BP2MI saat ini karena sejumlah negara penempatan menetapkan kebijakan untuk memulangkan, menutup, dan menunda penempatan PMI," ujarnya.

Menurut Benny, pandemi covid-19 bukan satu-satunya alasan pulangnya PMI. Hal lain yang mendorong pulangnya PMI ialah habisnya masa kontrak kerja para pekerja migran di negara-negara penempatan.

Tercatat pada akhir Mei 2021, terdapat 49.682 PMI yang habis masa kontraknya di negara-negara penempatan di mana hal ini berarti mereka harus kembali ke Tanah Air. Demikian juga pada interval Juni sampai dengan Juli 2021,  sebanyak 39.652 PMI habis masa kontraknya.

"Sebetulnya pemulangan PMI karena habis masa kontraknya ini adalah kegiatan regular BP2MI di 23 provinsi pintu-pintu debarkasi," imbuh Benny.

Meski demikian, lanjutnya, yang menjadi catatan penting BP2MI saat ini adalah kepulangan kurang lebih 7300 deportan dari Malaysia yang harus menjalani masa tahanan di Negeri Jiran. Adapun alasan dari penahanan mereka yaitu ditempatkan secara ilegal, overstay, dan masalah kriminal. (E-3)

 

Baca Juga

ANTARA

Kemenkop UKM Telah Tindak Lanjuti Temuan BPK Terkait BPUM

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 24 Juni 2021, 10:44 WIB
Sejumlah langkah penyelesaian dilakukan apabila ditemukan penerima tidak sesuai kriteria dan dana belum dicairkan maka dilakukan...
MI/BIRO PERS/SETPERS

Kadin Apresiasi Jokowi akan Buka Munas VIII di Kendari

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 24 Juni 2021, 08:31 WIB
Ketua Umum Kadin Jambi Usman Sulaiman optimistis Munas VIII yang akan dihadiri Presiden Jokowi akan menghasilkan keputusan terbaik untuk...
ANTARA

Stabilitas Keuangan Terjaga, OJK Dorong Percepatan Vaksinasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 08:00 WIB
OJK saat ini tengah menggelar vaksinasi massal untuk sektor jasa keuangan dan masyarakat dengan target minimal 345 ribu orang sampai Juli...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Diplomasi Jalur Rempah di Kancah Dunia

Perjalanan sejarah Indonesia terasa hambar tanpa aroma rempah. Warisan sosial, ekonomi, serta budaya dan ilmu pengetahuan itu kini dikemas dan disodorkan kepada dunia untuk diabadikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya