Rabu 02 Juni 2021, 16:23 WIB

Indonesia Dukung 3 Isu Prioritas Ketenagakerjaan Forum G20

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Indonesia Dukung 3 Isu Prioritas Ketenagakerjaan Forum G20

MI/Ramdani
Keberlanjutan tenaga kerja perempuan perlu didorong.

 

KEMENTERIAN Ketenagakerjaan mendukung tiga isu prioritas yang disampaikan Presidensi Italia pada forum 4th Employment Working Group (EWG) G20. Ketiga isu prioritas tersebut dinilai sejalan dengan target Indonesia dalam memulihkan ekonomi akibat pandemi covid-19.

Dalam forum tersebut, Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi menjelaskan bahwa G20 di bawah Presidensi Italia memiliki pandangan untuk secepatnya memulihkan kondisi ekonomi dunia akibat pandemi covid-19.

Baca juga: Ekspor Jakarta April 2021 Naik Tertinggi dalam 10 Tahun

Untuk itu, Negara-negara Dunia, khususnya anggota G20 harus memprioritaskan 3 isu utama yaitu menciptakan pekerjaan lebih banyak, lebih baik, dan bergaji sama bagi perempuan; sistem pelindungan sosial di dunia kerja yang terus berubah; serta pola kerja, organisasi bisnis, dan proses produksi di era digitalisasi.

"Kami mendukung tiga isu prioritas yang disampaikan Presidensi Italia, karena hal ini sejalan dengan apa yang kita upayakan dalam menangani dampak pandemi Covid-19 di Indonesia," kata Anwar dalam keterangannya, Selasa (2/6).

Anwar menjelaskan melalui Annex-1, Presidensi Italia menyampaikan Peta Jalan (roadmap) Menuju Pekerjaan Yang Lebih Banyak, Lebih Baik, dan Lebih Setara bagi perempuan. Peta jalan ini diyakini mampu melampaui Target Brisbane.

"Jadi memang tiga isu prioritas itu sangat penting untuk dibahas, termasuk soal gender yang selama ini menjadi concern kita,” ucapnya.

Kemudian pada Annex-2 berupa prinsip kebijakan G20 untuk memastikan akses ke perlindungan sosial yang memadai bagi semua orang di dunia kerja yang terus berubah.

Anwar mengatakan, Annex-2 ini sejalan dengan Indonesia yang telah memberlakukan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Di mana UU Cipta Kerja menawarkan pelindungan sosial berupa Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)

“Dunia usaha dan industri berubah begitu dinamis. Oleh karenanya, harus ada jaminan pelindungan sosial yang memadai bagi para pekerja/buruh,” ujarnya.

Terakhir, Annex-3 yang mencakup prinsip-prinsip panduan untuk pengaturan kerja dan platform kerja jarak jauh. Platform ini diperlukan mengingat Era Digitalisasi dan pandemi Covid-19 telah mempercepat desrupsi ekonomi.

“Dalam Annex-3 ini dibahas tentang Pekerjaan Jarak Jauh dan Platform pekerjaan yang saat ini langkah dan kebijakannya sedang mulai ditetapkan secara global di berbagai negara,” pungkasnya. (OL-6)
 

Baca Juga

Dok/SETWAPRES

Wapres: Potensi Besar Ekonomi Syariah Masih Bisa Dicapai Indonesia

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 22 September 2021, 12:54 WIB
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan, mengatakan pada semester I-2021, sektor industri produk halal terus memberikan nilai tambah...
Ist/Kementan

Kabupaten Grobogan Siap Suplai Kebutuhan Jagung Bagi Peternak

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 22 September 2021, 10:55 WIB
Pada bulan September dan Oktober 2021 ini produksi jagung di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mencapai 170 ribu...
ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Raih Penghargaan Skytrax, Citilink Diminta Menhub Konsisten Jaga Prokes

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 22 September 2021, 09:45 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi meminta maskapai Citilink terus menjaga penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat selama beroperasi di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya