Selasa 04 Mei 2021, 18:23 WIB

Indeks Manufaktur Global Pertahankan Penguatan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Indeks Manufaktur Global Pertahankan Penguatan

AFP
Pekerja pabrik di Tiongkok membuat bagian pembuatan mobil.

 

PURCHASING Manager's Index (PMI) manufaktur global yang tercatat sebesar 55,8 kembali meneruskan penguatan dan mencapai angka tertinggi sejak April 2010. 

Sejalan dengan indeks manufaktur global, Indonesia juga meneruskan penguatan dan kembali mencatatkan rekor tertinggi sejak survei dilakukan.

"PMI global didorong pertumbuhan solid di sisi new orders, new export business dan employment. Eropa dan Amerika Serikat (AS) mencatatkan kinerja manufaktur yang sangat kuat," tutur Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu dalam keterangan pers, Selasa (4/5).

Baca juga: Investasi Sektor Manufaktur Ditargetkan Capai Rp323,56 Triliun

PMI manufaktur AS sebesar 60,5 mencatatkan angka tertinggi sejak Mei 2007. Sementara, indeks manufaktur negara lain di benua Amerika, seperti Kanada (57,2) dan Brasil (52,3), masih berada dalam tren ekspansif, walaupun angkanya turun dibandingkan bulan sebelumnya. 

Adapun Tiongkok (51,9), Jepang (53,6) dan India (55,5) berhasil mempertahankan tren positif didukung pertumbuhan pada tingkat permintaan. Dari sisi regional, ASEAN menunjukkan performa manufaktur yang bervariasi. Aktivitas manufaktur Indonesia dan Malaysia (53,9) berada pada zona ekspansif. Namun, Filipina (49,0) kembali ke zona kontraksi akibat eskalasi kasus covid-19.

Baca juga: Menkeu: Pemulihan Ekonomi di Sektor dan Daerah Belum Merata

"Secara global, efek gangguan supply chain masih dirasakan. Tekanan inflasi atas bahan baku masih tinggi dan menambah beban biaya produksi. Namun, tingginya optimisme bisnis di tengah percepatan vaksinasi, diharapkan mempercepat pengendalian pandemi, serta mendongkrak pemulihan permintaan global," imbuh Febrio.

Di dalam negeri, PMI Manufaktur Indonesia tercatat pada angka 54,6 pada April 2021. Hal ini menunjukkan terjadinya ekspansi selama enam bulan berturut-turut. Angka tersebut meningkat dari rekor sebelumnya pada 53,2 di Maret 2021. Itu merupakan rekor dalam dua bulan berturut-turut.

Momentum ekspansi ini menggambarkan kenaikan output, permintaan baru dan pembelian, serta permintaan ekspor yang kembali tumbuh setelah 16 bulan berkontraksi. Angka PMI mencerminkan perbaikan nyata pada kondisi bisnis, seiring dengan lonjakan permintaan baru dan kembalinya bisnis baru dari luar negeri.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Rombongan Pekerja Protes Jalan Tol Cikarang Ditutup

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 06 Mei 2021, 12:40 WIB
Para karyawan yang berasal dari Karawang Barat itu tak bisa masuk ke Bekasi, karena adanya penyekatan di tol tersebut imbas adanya...
Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

Pemerintah akan Tingkatkan Fasilitas Pusat Pemasaran Ikan Brondong

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 06 Mei 2021, 11:48 WIB
"Ada keluhan soal pendangkalan di pelabuhan. Saya pastikan dalam dua atau tiga bulan ini akan segera dilakukan pengerukan. Lampu...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

IHSG Diproyeksi Kembali Menguat

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 06 Mei 2021, 11:28 WIB
Pakar sekuritas menyebutkan IHSG kami perkirakan berpotensi kembali menguat seiring masih kuatnya arus beli asing serta penguatan harga...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya