Senin 03 Mei 2021, 22:55 WIB

Kenapa Biaya Logistik RI Mahal, Ini Jawaban Mendag Lutfi

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kenapa Biaya Logistik RI Mahal, Ini Jawaban Mendag Lutfi

MI/Insi N Jelita
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

 

MENTERI Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menerangkan alasan mengapa biaya logistik di Indonesia terbilang mahal. Hal ini kerap dikeluhkan oleh para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurutnya, biaya logistik di Tanah Air masih tinggj karena proses pembelian atau pengiriman barang dilakukan secara end to end atau dari ujung ke ujung antara penjual dan pembeli, yang menyebabkan tidak adanya subsidi dalam pembiayaan.

"Karena prosesnya masih end to end, ini masih menjadi permasalahan. Terutama di wilayah Timur (Indonesia). Jadi ini bukan bicara barang yang menggunakan tol laut," kata Lutfi, dalam diskusi virtual Bangga Buatan Indonesia, Senin (3/5).

Mendag menyebut, saat ini pemerintah berupaya memperbaiki biaya logistik, baik soal sistem maupun regulasi. Pemerintah pun menargetkan bisa menekan biaya logistik menjadi 17% pada 2022 mendatang.

"Logistik kita mengalami perbaikan, Kalau tahun 2014, kita mengeluarkan biaya 26% dari PDB untuk logistik, sekarang ini sudah turun menjadi 23% dan dalam beberapa tahun ke depan target kita akan turun menjadi 17%," ungkap dia," jelas Lutfi.

Sebelumnya, pemerintah telah meluncurkan sistem logistik baru, yakni Batam Logistic Ecosystem (BLE). Sistem tersebut diyakini dapat mengefisiensikan biaya logistik ekspor dan impor.

Dengan sistem pembiayaan logistik tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, investasi di Tanah Air diharapkan semakin meningkat. Dia pun menbandingkan Indonesia dengan Singapura, yang dinilai kalah dalam efisiensi pembiayaan logistik.

"Negara di seberang itu 13%, di kita 25,3%. Masa beda 10% lebih. Kalau beda gitu banyak, orang (berpikir) ngapain investasi di Indonesia. Kami menargetkan jadi 17% hingga 2024," tutur Luhut dalam konferensi pers virtual, Kamis (18/3). (OL-13)

Baca Juga: Pelaku Usaha Keberatan Tarif Baru di Pelabuhan Tanjung Priok

Baca Juga

Dok. Pribadi

Pengembang Properti Dukung Program Work From Bali

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 07 Mei 2021, 01:43 WIB
Tren digital nomad dinilai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, sangat mungkin diterapkan di...
Dok. FedEx Express

International Trade Challenge Kembangkan Jiwa Wirausaha Pelajar

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 07 Mei 2021, 00:49 WIB
Kompetisi itu bertujuan membangkitkan semangat kewirausahaan dan kemampuan berbisnis anak muda...
Antara

SPBU Total di Seluruh Indonesia Resmi Ditutup sejak 2020

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 06 Mei 2021, 23:54 WIB
PT Total Oil Indonesia memutuskan untuk menutup seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya