Minggu 25 April 2021, 21:48 WIB

Divestasi Jalan Tol Waskita Karya Tidak Berpotensi Merugikan

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Divestasi Jalan Tol Waskita Karya Tidak Berpotensi Merugikan

MI/IRSAN MULYADI
Presiden Joko Widodo saat peresmian jalan tol Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Jumat (13/10/2017).

 

PENGAMAT BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengatakan berdasarkan data dari transaksi divestasi tol Kualanamu-Medan-Tebing Tinggi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan mendapatkan keuntungan yang tinggi.

"Nilai buku proyek tol milik WSKT di ruas tol Kualanamu-Medan-Tebing Tinggi, di mana kepemilikan saham WSKT 30% itu, sekitar Rp457 miliar. Kemudian WSKT jual kepemilikan tersebut ke investor Road King Hongkong sebesar Rp834 miliar. Jadi di atas kertas nilainya meningkat hampir dua kali price to book value (PBV)," ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (25/4).

Lebih lanjut, Toto menegaskan bahwa berdasarkan data-data tersebut, dia tidak melihat adanya potensi perseroan akan mengalami kerugian dengan melakukan divestasi tol. "Jadi saya tidak melihat potensi rugi di sini," ujar Toto.

Toto juga menuturkan bahwa divestasi yang dilakukan Waskita merupakan hal yang umum. Pasalnya, model bisnis Waskita sebagai BUMN Karya memang pada dasarnya adalah investasi dan divestasi.

Dalam artian, perseroan akan membangun jalan tol terlebih dahulu dan setelah selesai, perseroan harus menjual proyek tersebut. "Ini supaya mereka bisa kover biaya investasi plus margin nya. Dana ini kemudian bisa diputar lagi buat pembiayaan proyek berikutnya. WSKT (Waskita Karya) bukan pengelola jalan tol seperti JSMR (Jasa Marga). Jadi setelah investasi selesai maka mereka harus divestasi," ucapnya.

Sebelumnya, BUMN Waskita Karya, melalui anak usahanya yakni PT Waskita Toll Road (WTR), melepas saham PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JKMT). Saham sebesar 30% dilepas kepada King Rings Ltd, dengan nilai transaksi Rp825 miliar.

Sedangkan investasi Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi bernilai Rp4,7 triliun. Pemilik saham dari investasi itu ialah 55% dimiliki PT Jasa Marga (Persero) Tbk, 15% dimiliki PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan 30% dimiliki PT WTR.

Kings Ring Ltd sendiri merupakan bagian dari grup usaha Road King Expressway (RKE). RKE merupakan salah satu investor jalan tol dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di kawasan Asia Timur. (E-3)

Baca Juga

DOK BANK BRI

Dampingi Presiden Salurkan BPUM, Dirut BRI Ungkap Strategi Optimalkan Penyaluran BPUM 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 02 Agustus 2021, 09:28 WIB
Sampai dengan saat ini, tercatat jumlah penerima BPUM 2021 melalui BRI berjumlah 8,2 juta penerima dengan total jumlah bantuan yang...
XL Axiata

XL Axiata bakal Akuisisi 66% Saham Link Net

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:58 WIB
Hal ini ditandai lewat penandatanganan kesepakatan tidak mengikat XL Axiata dengan pemegang saham mayoritas Link...
Dok MI

Serapan Anggaran Daerah Rendah karena Pemda Incar Bunga Bank

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:12 WIB
Imbal hasil, atau bunga yang diterima pemerintah daerah dari perbankan, kata Amir, masuk ke dalam...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya