Sabtu 24 April 2021, 02:05 WIB

PUPR : Pembiayaan Jembatan Batam-Bintan Gunakan Skema KPBU

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
PUPR : Pembiayaan Jembatan Batam-Bintan Gunakan Skema KPBU

Antara
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut pembiayaan pembangunan Jembatan Batam–Bintan di Kepulauan Riau (Kepri), melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga tengah melakukan pengkajian teknis dan finansial pada pembangunan Jembatan Batam-Bintan.

Rencananya, pembiayaan pembangunan jembatan tersebut selain dengan skema KPBU, juga ada andil dari pemerintah dalam dukungan finansial agar proyek tetap feasible (layak).

“Tidak bisa totalitas dibiayai oleh KPBU, tetapi harus ada porsi dibantu oleh Pemerintah. Porsi Pemerintah sekitar 30%,” ujar Direktur Pembangunan Jembatan, Ditjen Bina Yudha Handita Pandjiriawan dalam keterangannya, Jumat (23/4).

Menurut Yudha, Jembatan Batam – Bintan terdiri dari dua jembatan, yakni Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan. Sementara untuk porsi pembiayaan Pemerintah pada jembatan penghubung Batam – Tanjung Sauh, sedangkan Tanjung Sauh – Bintan akan dibangun oleh investor melaui proses lelang.

“Jembatan Batam ke Tanjung Sauh sekitar 2.000 meter dan Tanjung Sauh ke Bintan 5.000 meter, jadi total panjangnya sekitar 7.000 meter,” jelas Yudha.

Pihaknya menyampaikan, desain awal pembangunan jembatan ini sudah dibuat oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada 2005 dan diperbarui di 2010.

Kemudian, PUPR menyebut, karena jembatan itu dikenakan tarif, Terdapat perubahan desain agar menyesuaikan standar tol. Lebar jembatan yang sebelumnya 28 meter disesuaikan menjadi 33 meter.

“Untuk jembatan Tanjung Sauh ke Bintan yang KBPU, nanti desain yang ada menjadi basic design untuk diupdate oleh investor menjadi DED (detail engineering design)," kata Yudha.

Sementara, lanjutnya, pembangunan Jembatan Batam – Tanjung Sauh menjadi tugasnya Pemerintah, akan diselesaikan progresnya dalam beberapa bulan.

Yudha menuturkan, untuk progres saat ini masih dalam tahap finalisasi pembahasan KPBU dan diharapkan segera mulai konstruksi. Jembatan Batam –Bintan akan mendukung rencana pembangunan pelabuhan peti kemas di Tanjung Sauh dan shelter-shelter di Pulau Bintan.

“Target kami, sebelum 2024 jembatan ini sudah selesai,” pungkas Yudha. (OL-8)

Baca Juga

Anara/Fikri Yusuf

62 Juta Lapangan Kerja Sektor Pariwisata Hilang di 2020, Sandiaga : Ini PR Besar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:11 WIB
Data dari Kemenparekraf menyatakan jumlah wisawatan mancanegara di Indonesia anjlok 75% hingga tahun ini, lalu jumlah wisatawan nusantara...
Dok. BTN

Kolaborasi BTN-KAS Gelar Drive-Thru Akad Kredit Massal Proyek Perumahan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:08 WIB
Gelaran ini merupakan inovasi BTN dan PT KAS untuk mempermudah konsumen dalam memiliki hunian di tengah pandemi Covid-19  yang...
Antara/Weli Ayu Rejeki

Tingkatkan Kualitas Jalan Sebelum Penerapan Zero ODOL      

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 30 Juli 2021, 22:53 WIB
Ia mengatakan penundaan harus dilakukan mengingat kondisi dunia usaha saat ini sedang terpuruk akibat pandemi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya