Rabu 14 April 2021, 13:02 WIB

Tren Pengiriman Barang Lebaran Tahun Ini Naik 100 Persen

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Tren Pengiriman Barang Lebaran Tahun Ini Naik 100 Persen

DOK Lalamove Indonesia
Jasa pengiriman barang memasuki Ramadan dan menjelang Idul Fitri diprediksi naik 100 persen.

 

SELAMA Ramadan ada tren peningkatan jumlah pengiriman paket barang. Hal ini didukung tren belanja online di Indonesia terus meningkat. Sehingga diprediksi jumlah pengiriman barang melalui jasa pengiriman selama Ramadan dan Idul Fitri melonjak.

Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Ardito Soepomo, tren jasa pengiriman terus meningkat tiap tahun, terutama karena semakin tingginya kebiasaan belanja dan transaksi daring.

"Pada bulan Lebaran 2021, kami memprediksi peningkatan pengiriman barang dapat mencapai 100 persen," kata Ardito,  Rabu (14/4).

Lalamove Indonesia, salah satu perusahaan jasa pengiriman barang mengaku pada Ramadan 2020 terjadi lonjakan pengiriman dua kali lipat. Pada tahun ini proyeksinya akan lebih meningkat lagi karena bersamaan dengan pemberlakuan PPKM Mikori area Jabodetabek dan larangan mudik Idul Fitri.

Lalamove menggeber promo spesial di berbagai media tradisional, termasuk papan reklame dan radio untuk menggaet para pelanggan selama Ramadan agar mengirim produk melalui jasa Lalamove Indonesia. Apalagi perusahaan itu kini didukung armada, pengemudi andal dan karyawan yang terlatih menangani berbagai pengiriman.
 

Sedangkan Traveloka yang kini juga membuka jasa pengiriman makanan secara daring siap menyambut Ramadan dengan layanan aplikasi Traveloka Eats.

Product Marketing Manager Traveloka Eats, Keshia menjelaskan saat ini jasa pengiriman makanan cukup tinggi. Apalagi jasa pengiriman makanan ini didukung kondisi masyarakat yang masih bekerja di rumah karena situasi pandemi covid-19.

Untuk lebih optimal dalam pelayanan pengiriman makanan, Traveloka Eats bermitra dengan Lalamove Indonesia.

"Ada banyak hal yang harus kami perhatikan agar kualitas makanan tetap terjaga. Inilah yang membuat kami memutuskan untuk berpartner dengan Lalamove yang memang memiliki standar khusus dalam pengiriman makanan," ujarnya.

Memiliki layanan 24 jam juga memudahkan pengguna Lalamove dalam mengirim makanan ataupun barang di waktu sahur maupun berbuka.

Apalagi, menurut survey dari Markplus pada 122 responden, 67,2 persen responden lebih tertarik untuk menggunakan jasa same-day delivery. Selain itu, layanan multi-stop pada aplikasi juga dapat memudahkan pengguna, terutama pelaku bisnis, dalam mengirimkan barang dengan jumlah banyak dalam satu kali pemesanan.

Pengiriman pun dapat dijadwalkan sesuai kebutuhan. Lalamove berkomitmen untuk memudahkan pengguna dalam memenuhi setiap kebutuhan pengiriman barang.

baca juga: Subsidi Ongkir Momentum Bangkitkan Perekonomian

Sutrisno, CEO WeHelpYou, salah satu mitra Lalamove Indonesia mengatakan, Lalamove memiliki harga yang kompetitif dan berbagai jenis armada yang disediakan membuat pengguna memiliki banyak pilihan dalam proses pemesanan dan pengiriman pada aplikasi.

"Lalamove menyediakan layanan pengiriman on-demand yang efisien dan dapat diandalkan. Pengguna dapat terhubung dengan driver melalui aplikasi seluler dan web. Pilihan kendaraan yang beragam memungkinkan layanan pengiriman yang fleksibel dengan skala pengiriman yang sesuai dengan kebutuhan mereka," jelas Sutrisno. (RO/OL-3)

 

Baca Juga

Antara

Menhub Dorong Perusahaan Produksi Kendaraan Berbasis Motor Listrik

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:24 WIB
Kemenhub juga mendorong penyedia jasa kendaraan untuk publik menggunakan kendaraan...
DOK Pribadi.

2022 Diyakini sebagai Tahun Kebangkitan Properti

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:16 WIB
Pasalnya, Jakarta tetap akan menjadi pusat ekonomi dan bisnis. Apalagi pembangunan infrastruktur tetap berjalan seperti kereta cepat, MRT,...
Antara/Dhemas Reviyanto

Aliran Keluar Modal Asing dari Indonesia DIprediksi Hanya Berlangsung Singkat 

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 23 Januari 2022, 21:30 WIB
Lebih lanjut, Josua menjelaskan, aliran modal asing yang keluar secara khusus berlangsung di pasar SBN, mengingat di pasar saham masih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya