Kamis 08 April 2021, 22:47 WIB

Sumbar Catat Nilai Ekspor Ikan Sepanjang Maret Tembus Rp2 Miliar

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Sumbar Catat Nilai Ekspor Ikan Sepanjang Maret Tembus Rp2 Miliar

Antara
Ilustrasi

 

Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang, Sumatra Barat mencatat nilai ekspor hasil perikanan dari daerah itu sepanjang Maret 2021 sebesar Rp2.907.349.326.

Kepala SKIPM Padang Rudi Barmara di Padang, Kamis (8/4), mengatakan hasil perikanan yang diekspor dari Sumbar pada Maret 2021 berupa 20.452,7 kilogram ikan tuna beku yang dikirim ke Amerika senilai Rp2.803.349.326 dan 200 batang tanaman air yang diekspor ke Hongkong senilai Rp20.000.000, ikan cupang sebanyak 342 ekor dikirim ke Osaka, Jepang senilai Rp34.200.000.

Selain itu ikan hias laut diekspor ke Osaka, Jepang sebanyak 640 ekor senilai Rp48 juta, ikan sepat kering sebanyak 12 kilogram senilai Rp1,8 juta dikirim ke Tokoname dan Tokoyama, Jepang, ikan bilih kering seberat enam kilogram yang dikirim ke Malaysia dan Jepang. "Total ada delapan surat kesehatan ikan yang kita keluarkan untuk diekspor dan jumlah ini meningkat dibandingkan Februari dengan dua surat kesehatan ikan untuk ekspor," kata dia.

Pihaknya bertugas memastikan kualitas hasil perikanan yang ditangkap di perairan Sumbar bebas dari penyakit berbahaya sebelum diekspor ke berbagai negara.

Dia menjelaskan pemeriksaan yang dilakukan ke Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus Kota Padang untuk memastikan kualitas ikan yang akan diekspor. "Kapal melakukan pembongkaran ikan di pelabuhan ini satu kali seminggu dan kita ingin memastikan bahwa hasil tangkapan yang akan diekspor sesuai dengan ketentuan yang ada," katanya.

Selain melakukan cek secara fisik kesegaran ikan hasil tangkapan dengan ciri-ciri daging ikan masih kenyal dan mata ikan masih cerah, pihaknya mengambil sampel ikan untuk diperiksa ke laboratorium.

Dia mengatakan seluruh fasilitas laboratorium yang dimiliki BKIPM Padang telah diakreditasi Badan Akreditasi Nasional untuk memastikan ikan yang akan dikonsumsi masyarakat maupun diekspor terjamin mutunya.

"Di laboratorium kami akan memastikan apakah ikan ini bebas dari formalin, hestamin, logam berat dan sesuai dengan permintaan negara tujuan. Apabila bebas maka mereka akan diberikan sertifikat yang menyatakan ikan bersih dari penyakit dan layak ekspor," kata dia. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Antara/Fikri Yusuf

Mudik Dilarang, Prokes Ketat di Tempat Wisata Lokal Disiapkan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 12 April 2021, 23:04 WIB
"Destinasi lokal akan mendapat limpahan kunjungan. Dengan prokes ketat dan disiplin mereka akan mempertimbangkan destinasi wisata...
Dok. KKP

KKP Tangkap 5 Kapal Ilegal Berbendera Vietnam yang Incar CumiĀ 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 12 April 2021, 23:01 WIB
Direktur Pemantauan dan Operasi Armada KKP Pung Nugroho Saksono menyampaikan, alat tangkap yang digunakan kelima kapal tersebut berupa...
Antara/Muhammad bagus Khoirunnas

Diseminasi Fakta Objektif Kelapa Sawit, BPBPKS Jalin Kolaborasi

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 12 April 2021, 22:07 WIB
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggandeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk mendiseminasikan fakta...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya