Rabu 07 April 2021, 10:49 WIB

Flash Coffee Raih US$15 Juta Pendanaan untuk Ekspansi di Asia

Basuki Eka Purnama | Ekonomi
Flash Coffee Raih US$15 Juta Pendanaan untuk Ekspansi di Asia

Dok Flash Coffee
Gerai Flash Coffee

 

FLASH Coffee, gerai kopi berbasis teknologi yang didukung Rocket Internet, mengumumkan berhasil meraih US$15 juta atau setara Rp218 miliar dalam pendanaan seri A yang dipimpin White Star Capital, dengan partisipasi dari berbagai investor terkemuka seperti DX Venture yang juga mendukung Delivery Hero, Global Founders Capital, dan Conny & Co.

Pendanaan Seri A tersebut menambah total modal Flash Coffee menjadi US$20 juta atau sekitar Rp290 miliar. Dana itu akan digunakan untuk ekspansi ke 10 negara di Asia Pasifik.

Flash Coffee berdiri sejak Januari 2020 dan sekarang telah memiliki 50 gerai di Indonesia, Singapura, dan Thailand.

Baca juga: Gandeng Baznas, SiCepat Ekspres Lengkapi Sarana 200 Masjid

Flash Coffee tetap mampu menarik minat para pecinta kopi walaupun dalam masa pandemi. Mayoritas gerai Flash Coffee telah meraih keuntungan sekaligus memperlihatkan kesuksesan model bisnisnya.

Saat ini, Flash Coffee membuka tiga gerai baru setiap minggu. Langkah ambisius ini akan bertambah tiga kali lipat, dengan membuka 10 gerai baru setiap minggu. Tentunya, untuk mewujudkan bertambahnya 300 gerai baru Flash Coffee di Asia Pasifik pada akhir tahun ini.

CEO David Brunier serta COO & CFO Sebastian Hannecker membentuk Flash Coffee agar kopi premium mudah didapatkan oleh kelas menengah di Asia.

Pengalaman Brunier sebagai CMO Foodpanda dan Hennecker di Bain Consulting mampu membesut Flash Coffee dengan model bisnis grab and go yang mendisirupsi pasar, memungkinkan penghematan biaya yang signifikan untuk bisa memberikan lebih ke konsumen.

Brunier  mengungkapkan, "Kami ingin melihat Flash Coffee setiap 500 meter di seluruh kota besar di Asia. Dukungan investor yang kuat dalam pendanaan Seri A, memungkinkan kami untuk menjangkau potensi di Asia Pasifik, dan meraih sukses di 7 negara lain pada 2021, yakni di Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Tahun ini, kami juga akan membangun kantor pusat regional di Singapura. Lalu, kami akan memperbesar hub teknologi regional di Jakarta menjadi 50 orang."

"Semua ini untuk mendukung visi kami dalam memanfaatkan teknologi secara penuh untuk meningkatkan pengalaman konsumen, mendorong pertumbuhan secara proaktif dan meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan," tambah Brunier.

Founder & Managing Partner White Star Capital Eric Martineau-Fortin mengatakan, "Kami senang dapat mendukung Flash Coffee memberikan pengalaman kepada jutaan konsumen di seluruh Asia. Kami percaya pendekatan berbasis teknologi dari Flash Coffee akan meningkatkan kemampuannya untuk memberikan pelayanan dan kopi berkualitas tinggi dengan nilai yang luar biasa, untuk menjawab permintaan terhadap kopi premium yang terjangkau di pasar Asia yang berkembang pesat."

Partner DX Ventures Brendon Blacker melanjutkan, "DX Venture sangat antusias untuk mendukung Flash Coffee dalam pendanaan seri A, dan secara signifikan meningkatkan investasi kami di perusahaan. Kami melihat potensi yang sangat besar bagi Flash Coffee untuk memiliki pelanggan setia, seiring dengan kualitas premium dan inovasi tinggi dalam menu kopi. Kami tidak sabar untuk mendukung Flash Coffee dalam rencana ekspansi pesatnya di Asia."

Flash Coffee hendak melakukan digitalisasi industri kopi yang saat ini didominasi offline, dengan meluncurkan aplikasi untuk konsumen, yang dilengkapi fitur pengambilan pesanan yang efisien, program loyalitas yang menarik, promosi khusus, dan permainan interaktif.

Lebih lanjut, aplikasi khusus barista telah meningkatkan efisiensi operasional gerai Flash Coffee dan memungkinkan insentif berbasis performa bagi para peracik kopi, sekaligus memungkinkan pengalaman konsumen yang luar biasa. (RO/OL-1)

Baca Juga

Ist

BPJAMSOSTEK Realisasikan Manfaat Beasiswa Rp174 Juta untuk 2 Anak

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 April 2021, 22:35 WIB
Permenaker No 5 Tahun 2021 mengatur teknis pelaksanaan pemberian manfaat program JKK, JKM, dan JHT, dengan salah satunya adalah...
sanmarcosrecord.com

14,5 Ton Semangka Diekspor ke Uni Emirat Arab

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 April 2021, 22:28 WIB
Ekonomi Indonesia harus tumbuh tiga kali lipat GDP per kapita hingga tahun 2038. Jika tidak, Indonesia akan terperangkap dengan jebakan...
MI/Insi NAntika Jelita

KKP Minta Kadin Ikut Optimalkan Potensi Pasar Sektor Kelautan

👤M. IQbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 April 2021, 22:18 WIB
"Indonesia akan fokus pada ekspor tiga komoditas unggulan, yakni Udang, Lobster dan Rumput Laut, dengan nilai total pasar mencapai USD...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jejak Herbal Cagar Biosfer

Lingkungan alam di Malang menunjang pembudidayaan tanaman obat. Ada sejarah panjang yang melingkupinya

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya