Rabu 31 Maret 2021, 13:19 WIB

Tambak Milenial Bantu Dongkrak Perekonomian

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Tambak Milenial Bantu Dongkrak Perekonomian

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Sejumlah pekerja memanen udang vaname binaan TNI AD di area tambak udang Desa Suak Seukee

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menuturkan, Millenial Shrimp Farming (MSF) atau tambak milenial dapat menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk dapat ikut serta dalam pembangunan ekonomi, dalam industri udang nasional.

“MSF menjadi salah satu program unggulan KKP dalam rangka menggalakkan budidaya udang untuk peningkatan ekonomi masyarakat," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam keterangannya, Rabu (31/3).

Baca juga: Sinergi Pertamina Tangani Korban di Balongan Dinilai Baik

Sebagai percontohan, Slamet menuturkan, pembangunan instalasi MSF telah dibangun di dua lokasi Unit Pelaksana Teknis milik Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yakni di Jepara, Jawa Tengah dan Situbondo, Jawa Timur.

Slamet juga menyebutkan bahwa klaster percontohan MSF merupakan bagian dari peningkatan produksi udang nasional termasuk program lain seperti pengembangan klaster tambak udang, bantuan pemerintah berupa excavator, pengembangan sistem perbenihan dan pakan, serta menarik investor dari dalam maupun luar negeri.

“Kesinambungan program ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target yang akan mendukung kesejahteraan masyarakat,” ucap Slamet.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo Nono Hartanto menyatakan, konstruksi tambak yang berbentuk bundar menjadi satu keunggulan MSF karena sisa pakan atau kotoran dikatakan bisa terkumpul dengan mudah.

“Hal ini tentunya berimbas kepada peningkatan kelangsungan hidup dari udang karena sisa pakan dan kotoran apabila tidak segera diatasi dapat menurunkan kualitas air dan menjadi sumber penyakit,” kata Nono.

Terkait keterlibatan milenial dalam pengelolaan tambak, Nono menambahkan bahwa tenaga muda dapat diterjunkan langsung untuk dapat terlibat dalam mengelola tambak selama tiga siklus sebagai wahana pembelajaran.

"Diharapkan mereka akan memiliki kemahiran dan keterampilan sebagai manajer tambak, sehingga di masa depan dapat menjadi teknisi maupun supervisor tambak yang andal,” imbuhnya.

Dalam skala yang lebih besar, Nono juga berharap MSF dapat menelurkan calon pengusaha tambak dan pencetus kegiatan-kegiatan pertambakan nasional. (OL-6)
 

Baca Juga

Ist/DPR

Anggota Komisi XI DPR Puteri Komarudin Ungkap Strategi Agar UMKM Naik Kelas

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 10:37 WIB
Untuk mendorong UMKM bisa naik kelas, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menilai diperlukannya dukungan dari sisi legalitas,...
Dok. Citra Swarna Group

Harga BBM Naik, Proyek Properti di Karawang ini Justru Ludes dalam 1 Hari

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 08:00 WIB
Klaster ke-5 persembahan Kartika Residence ini mencakup tiga pilihan tipe rumah yaitu Arsa, Lavani dan...
Dok. Pribadi

Anggota DPR Tegaskan Penggunaan Kompor Listrik Masih Tahap Sosialisasi

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Sabtu 24 September 2022, 23:35 WIB
“Uji coba ini untuk mengetahui, seberapa efektif penggunaan kompor listrik ini dibandingkan elpiji. Lebih bisa menekan impor gas,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya