Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI puncak panen raya padi yang terjadi pada bulan Maret-April, Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan BUMN pangan yaitu Perum Bulog dan PT Pertani untuk menyerap gabah petani.
Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mendorong jajarannya agar terus bersinergi dengan stakeholder baik dari pemerintah maupun swasta dalam rangka menyelamatkan produksi gabah petani.
Dorongan menyerap gabah petani terus bergulir di berbagai daerah seperti terlihat di Jawa Tengah.
Pada rakor stabilisasi harga gabah dan beras petani, Jumat (26/3), Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi kembali menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak terkait dalam mengamankan produksi gabah dan beras petani.
“Pemerintah harus hadir di tengah-tengah petani manakala harga gabah jatuh saat panen raya, yaitu dengan melakukan pembelian atau penyerapan baik gabah maupun beras, baik secara PSO (public service obligation) maupun komersial yang tentunya dilakukan oleh kawan-kawan BUMN pangan seperti Perum Bulog dan PT. Pertani, maupun pelaku usaha perberasan seperti Perpadi maupun penggilingan. Hal ini penting agar petani tetap semangat dan termotivasi untuk terus berproduksi,” ungkap Agung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Tengah, Agus Wariyanto mengatakan, koordinasi dengan stakeholder terkait untuk mencari solusi bersama-sama dalam mengatasi harga jatuh di tingkat petani saat memasuki panen raya di wilayah Jawa Tengah yang merupakan salah satu lumbung beras nasional.
“Kami mendapat banyak masukan dan keluhan dari petani, saat ini sedang masuk panen raya di wilayah Jateng, harga gabah turun bahkan jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Oleh karena itu kita perlu duduk bersama dengan semua stakeholder untuk mencari solusi agar petani tetap bisa mendapatkan keuntungan yang layak dari usaha produksinya,” jelas Agus.
Komitmen untuk menyerap gabah/beras petani juga disampaikan Perum Bulog dan PT. Pertani. Perwakilan Kanwil Perum Bulog Jateng, Rasiwan mengatakan pihaknya siap dan berkomitmen untuk menyerap dan membli gabah atau beras petani.
“Kami sudah memiliki sistem yang berjalan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga gabah/beras. Koordinasi dengan Dinas Pertanian, Dinas Pangan maupun Perpadi terkait lokasi panen, harga gabah/beras, serta edukasi ke petani terkait kualitas gabah/beras yang dibeli Bulog,” jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga telah membentuk Tim Reaksi Cepat untuk merespon informasi harga gabah jatuh di petani dengan mengecek lapangan dan melakukan pembelian.
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Cabang PT Pertani Semarang, Heru Yulianto yang menyatakan PT. Pertani siap dan komitmen untuk menyerap gabah produksi petani dan membeli diatas ketentuan HPP.
“Kami melakukan pembelian gabah petani secara komersial yang bisa digunakan untuk benih maupun untuk diolah menjadi beras. Saat ini kami membeli gabah kering panen (GKP) petani minimal Rp 4.250/kg yang digunakan untuk pengolahan menjadi beras, dan sekitar Rp 4.800-4.900/kg untuk yang diolah menjadi benih,” jelas Heru.
Komitmen bersama tersebut disambut dengan senang oleh Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Jawa Tengah, Tulus Budiono yang juga turut hadir dalam rakor tersebut.
Menurutnya, Peningkatan serapan gabah/beras oleh Perum Bulog ataupun PT. Pertani akan mempengaruhi pembelian dan penjualan gabah/beras dari pelaku usaha seperti Perpadi yang selama ini membeli gabah petani dan menjual gabah/beras ke Perum Bulog maupun PT. Pertani.
“Dengan komitmen Perum Bulog maupun PT. Pertani dalam meningkatkan serapan, kami sangat senang dan yakin akan bisa meningkatkan pembelian gabah petani yang saat ini sedang panen raya,” ungkap Tulus.
Dia juga mengungkapkan bahwa saat ini diperkirakan terdapat stok beras di seluruh penggilingan nasional sekitar 1,9 juta ton, dan sudah jenuh sehingga perlu dikeluarkan (dijual) agar bisa menyerap gabah produksi petani. (RO/OL-09)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
BENCANA angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (21/1/2026) sore. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved