Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN asal Amerika Serikat dan Eropa menempatkan Indonesia di posisi empat se-Asia Tenggara sebagai negara yang paling disukai terkait peluang membangun atau memperluas sumber daya, penjualan, atau operasi perusahaan selama 6 hingga 12 bulan ke depan.
Itu merupakan hasil survei Borderless Business Studies yang dilakukan Standard Chartered. Dalam laporan itu diungkapkan, sebesar 42% dari perusahaan AS dan Eropa melihat potensi pertumbuhan terbesar berada di pasar luar negeri.
Baca juga: Impor Beras untuk Jaga Stabilitas Pangan
Menanggapi hasil survei itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah mengapresiasi respons investor asing dan optimisme kemudahan investasi di Indonesia. Pengambil kebijakan juga disebut akan terus memperbaiki ekosistem berusaha di Tanah Air.
"Pemerintah akan terus mendorong kemudahan berinvestasi di Indonesia melalui perbaikan sistem kemudahan berusaha," kata Airlangga melalui siaran pers, Kamis (18/3).
Dia meyakini, peningkatan kepercayaan dalam pertumbuhan lintas batas dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan optimisme and awareness terkait reformasi yang telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk mendukung kemudahan berusaha. Salah satu inisiatif untuk mendorong kemudahan berusaha itu ialah melalui Undang-Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja.
"UU Cipta Kerja yang telah lengkap dengan seluruh peraturan pelaksanaannya, akan memberikan kepastian kemudahan berusaha dan memangkas perizinan yang panjang bagi investor sehingga meningkatkan kepercayaan investor," terang Airlangga.
Pemerintah, imbuhnya, akan terus mendorong promosi terkait kemudahan berinvestasi di Indonesia, dengan mengutamakan isu investasi dan pembangunan yang berkelanjutan. Digitalisasi juga akan memiliki peranan penting dalam investasi dengan mengedepankan competitive advantage dari peluang investasi di Tanah Air.
Selain itu, INA (Indonesia Investment Authority) juga membuka peluang investasi terutama terkait proyek infrastruktur untuk menunjang pembangunan Indonesia yang lebih berkelanjutan.
Standard Chartered melakukan survei terhadap lebih dari 1.000 Chief Financial Officer (CFO) dan profesional keuangan senior pada perusahaan yang memiliki omset di atas USD 500 juta. Studi tersebut mengungkapkan, terlepas dari ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi global dan dampak ekonomi yang terkait pandemi, pasar luar negeri tetap menjadi kunci utama pertumbuhan.
Studi juga mengungkapkan adanya perhatian yang lebih besar pada investasi dalam teknologi digital, penggunaan dana yang tertahan, dan meningkatkan fokus pada masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam kaitannya dengan perdagangan dan rantai pasokan.
Sebanyak 35% korporasi secara menyeluruh dan 43% korporasi di AS mengindikasikan soal persyaratan regulasi masih menjadi perhatian nomor satu di antara responden yang ingin berekspansi ke Indonesia, meski para pemimpin telah menyadari keberadaan UU Cipta Kerja yang menjanjikan kepastian berusaha.
"Implementasi UU Cipta Kerja dalam kemudahan berusaha akan terus didorong, pemerintah akan terus meningkatkan teknologi Online Single Submission (OSS) dan digitalisasi yang tujuannya untuk semakin memberi kemudahan bagi para pelaku usaha," jelas Airlangga.
Sistem OSS yang terdiri dari sub-sistem informasi, perizinan berusaha dan pengawasan, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para investor dan harapan dunia usaha. Sistem OSS baru yang berbasis risiko (OSS RBA), diharapkan akan mulai implementasi awal di bulan Juni 2021 dan secara penuh akan go-live di bulan Juli 2021.
"Dengan diterapkannya sistem OSS akan lebih memudahkan para pelaku usaha dan terutama para pelaku UMKM, melalui sistem pendaftaran yang lebih mudah, tidak berbelit-belit dan bisa dilakukan secara daring," pungkas Airlangga. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved