Selasa 19 Januari 2021, 23:21 WIB

40 Ton Beras Diangkut dari Sulteng dengan Tol Laut ke Sulut

Mediaindonesia.com | Ekonomi
40 Ton Beras Diangkut dari Sulteng dengan Tol Laut ke Sulut

Antara
Tol Laut

 

Kapal pengangkut Logistik Tol Laut KM Kendhaga Nusantara 13 mengangkut sekaligus memasarkan 40 ton beras hasil produksi petani Parigi Moutong, Sulawesi Tengah ke Provinsi Sulawesi Utara.

"Kapal logistik Tol Laut melayani sejumlah rute pelayaran yang ada di di kawasan Teluk Tomini dan Pelabuhan Bitung, Sulut, dan kebanyakan produk hasil bumi masyarakat di kabupaten ini menyasar pasar Sulut," kata Kepala Pelabuhan kelas tiga Parigi Abd Faisal AB Pontoh yang ditemui, di Parigi, Selasa (19/1).

Program Tol Laut yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bertujuan untuk menghubungkan pengangkutan logistik antarpulau dalam rangka memajukan Indonesia dari pinggiran untuk peningkatan pendapatan daerah maupun Nasional.

Pelabuhan kelas tiga Parigi, hingga kini baru melayani sekitar empat kali pengangkutan barang, karena program tol laut baru masuk pada pertengahan 2020, berbeda dengan pelabuhan di Kecamatan Tinombo yang sudah melayani angkutan logistik dua tahun terakhir.

Saat ini, tol laut telah melayani rute Provinsi Gorontalo, Bitung, Sulawesi Utara, Pelabuhan Pagimana, Kabupaten Banggai, Pelabuhan Ampana, Tojo Una-Una dan Pelabuhan Parigi serta Pelabuhan Tinombo, Parigi Moutong, Sulteng.

"Hadirnya program tol laut, diharapkan dapat dimanfaatkan dan menjadi pemerintah setempat dan pelaku usaha lokal  sebagai alternatif, di samping itu biaya transportasi menggunakan tol laut relatif lebih murah karena mendapat jaminan subsidi pemerintah," ujar Faisal.

Ke depan pihak Pelabuhan Parigi dan pemerintah setempat berupaya membuka rute Kalimantan Timur, agar pengusaha lokal Parigi Moutong dapat memasarkan produk mereka secara regional.

"Saat ini muat ulang barang di Pelabuhan Parigi masih komoditas beras, dan barang masuk didominasi air mineral," ucap Faisal.

I Made Sukanto, salah seorang distributor lokal yang menggunakan jasa angkut melalui tol laut mengatakan, pengiriman beras ke pasar Sulut rata-rata sekitar 200 ton bersumber dari hasil bumi warga Desa Tolai Timur, Kecamatan Balinggi yang menjadi salah satu sentra komoditas padi di kabupaten tersebut.

"Dalam sebulan kapal angkut logistik bersandar di Pelabuhan Parigi dua kali. Pengiriman beras saat ini hanya 40 ton, dan biasanya pengiriman rutin sekitar 200 ton dengan biaya transportasi lebih hemat 60 persen," ujar Made.

Ia juga berharap, pemerintah setempat dapat menyerap hasil produk petani dan membuka peluang pasar di daerah lain. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok. INPP

Jawab Kebutuhan Masyarakat, INPP Fokus Garap Hunian Mixed Use 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 26 November 2021, 23:31 WIB
Sejak 2017, INPP juga melanjutkan pengembangan kawasan mixed-use Sahid Kuta Lifestyle Resort yang sebelumnya terdiri dari beachwalk...
Antara

Tapering Off AS Belum Pengaruhi Pergerakan Suku Bunga BI

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 26 November 2021, 22:25 WIB
The Fed memutuskan untuk mulai melakukan pengurangan pembelian obligasi (tapering off) di bulan November...
Dok.Pri

Tingkatkan Penjualan, Ciputra International Hadir di 360 Virtual Marketing Gallery Experience

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 November 2021, 22:16 WIB
Ciputra Group me-launching virtual marketing gallery experience untuk proyek superblock Ciputra International, Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya