Kamis 14 Januari 2021, 09:11 WIB

Anggaran Rp180 miliar untuk Penanaman Kedelai Lokal

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Anggaran Rp180 miliar untuk Penanaman Kedelai Lokal

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi.

 

ANGGARAN penanaman kedelai lokal yang akan dilakukan sebesar Rp180 miliar untuk 125 ribu hektare lahan. Anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Sisanya kami harapkan dari KUR, investor, kemudian relokasi anggaran. Realisasi KUR untuk kedelai 2020 sekitar Rp700 miliar sehingga bisa mendorong ini," kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (14/1).

Baca juga: Erick Thohir Copot Dua Direksi Pelni

Pada Januari-Maret Kementan akan menanam kedelai seluas 37 ribu hektare yang sebagian besar diproduksi untuk menjadi benih.

"Artinya waktu menanam benih ini harus benar-benar dikawal jangan sampai dijual atau dikonsumsi karena akan menentukan penanaman pada April-Juni," ujar Suwandi.

Suwandi mengungkapkan kemampuan Kementan untuk meningkatkan produksi kedelai lokal dengan menanam di 325 ribu hektare. Dengan perkiraan hasil produksi mencapai 3,5 juta ton kedelai.

Lokasi penanaman ada di Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB, Kalimantan Selatan, Lampung dan Banten. Daerah-daerah tersebut merupakan penanaman penanaman kedelai yang sudah ada.

Berdasarkan riset Litbang hasil produksi tersebut sejatinya masih di bawah potensi yang mencapai 3,5 juta ton dengan varietas Rajabasa, Agropuro, Malika, Baluran, Usowei.

"Varietas baru itu yang didorong sehingga bisa memasok produksi 1,5 ton per hektare bisa masuk 500 ribu ton sampai panennya bulan 9 (September)," ucapnya.

Harapannya produktivitas kedelai lokal bisa meningkat karena kunci dari pertumbuhan ini ada di benih karena varietas kedelai ini rawan dengan penyakit dan hama tikus.

"Nah ini diusahakan menggunakan varietas yang bagus yakni Usowei bisa di atas 2 ton dengan pengawalan yang ketat. Jadi menanamnya di lahan yang kering sebagian tumpangsari dengan jagung, tebu, di tanaman kelapa sawit sebelum umur 4 tahun," pungkasnya. (OL-6)
 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Luhut: RI Punya Potensi Jadi Produsen Lithium Terbesar Kedua Dunia

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Januari 2021, 11:04 WIB
Cadangan nikel yang beragam menjadikan Indonesia tentu mampu bersaing di kancah produsen...
Antara/Sigid Kurniawan

Dilantik Presiden, Ini Profil Tiga Anggota Dewas LPI

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 27 Januari 2021, 11:00 WIB
Presiden Joko Widodo telah melantik lima Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) di Istana Negara Jakarta, tiga di...
Antara/Sigid Kurniawan

Dilantik Presiden Pagi Ini, Dewas LPI Segera Seleksi Calon CEO LPI

👤M Ilham Ramadhan 🕔Rabu 27 Januari 2021, 10:15 WIB
Saat ini sejumlah nama beredar untuk menjadi pimpinan LPS. Salah satunya Pandu Patria...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya