Minggu 03 Januari 2021, 04:45 WIB

Pengangguran Capai 9,77 Juta Kewirausahaan Jadi Solusi

(Iam/E-2) | Ekonomi
Pengangguran Capai 9,77 Juta Kewirausahaan Jadi Solusi

Dok.MI/BPS/Tim Riset MI-NRC

 

KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya menekan jumlah pengangguran yang terus membengkak di masa pandemi covid-19. Kewirausahaan menjadi solusi para pencari kerja di tengah sempitnya lapangan kerja saat ini.

“Kewirausahaan bisa menjadi sebuah alternatif untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Ini sekaligus untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi meski kita masih harus patuh dengan protokol kesehatan,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi, kemarin.

Dalam catatannya, pandemi covid-19 telah membuat pengangguran bertambah sebanyak 7,07% atau 2,67 juta orang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran terbuka Indonesia sudah mencapai 9,77 juta orang pada kuartal III 2020.

“Sementara yang terdampak pandemi juga cukup banyak, sekitar 29,2 juta pekerja, baik yang dirumahkan, setengah hari kerja, maupun PHK,” ungkapnya.

Kemnaker telah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait agar kewirausahaan menjadi jalan keluar bagi para pencari kerja.

“Dari Kemnaker sendiri lebih mengoptimalkan peran balai-balai latihan kerja untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Kita juga ber koordinasi dengan kementerian dan lembaga yang mengembangkan padat karya tunai,” ujarnya.

Saat dihubungi di kesempatan berbeda, Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengungkapkan, pemerintah dituntut bergerak cepat dalam membuat kebijakan yang mendorong terciptanya iklim kewirausahaan.

Kebijakan pemerintah tersebut dalam bentuk kemudahan izin berusaha, insentif usaha dalam bentuk keringanan pajak, dan pembiayaan.

“Selain itu, pemerintah juga harus mendorong dari sisi permintaan agar masyarakat punya uang untuk beli,” ucap Esther.

Indef memperkirakan jumlah pengangguran terbuka mencapai 10,4 juta orang pada Februari 2021. Selain itu, angka kemiskinan juga meningkat menjadi 10,4 juta orang.

Ia menambahkan, kondisi itu diperparah dengan prioritas anggaran 2021 yang tidak maksimal dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Insentif usaha pada anggaran PEN 2021 turun 83% dan mereka yang berwiraswasta tidak didukung akses kredit. Sebagian besar UMKM menggunakan modal sendiri, bukan
dari lembaga keuangan bank dan nonbank,” ucapnya.

“Seharusnya ada skema jaminan kredit dari pemerintah pusat dan daerah, plus lembaga keuangan bank dan asuransi untuk menjamin mereka yang tidak bankable,” pungkasnya. (Iam/E-2)

Baca Juga

Dok kemenhub

Menhub Sebut Integrasi Data Secara Digital Percepat Layanan Pelabuhan

👤RO/Micom 🕔Sabtu 27 November 2021, 19:22 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok mengelola hampir 70% kegiatan ekspor-impor...
Antara

Bali Sepi Penerbangan Internasional, Kemenparekraf Galang Kerja Sama dengan Hongaria

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 November 2021, 17:29 WIB
Bali masih sepi dari penerbangan internasional, sejak dibuka Oktober tahun...
Antara

Relawan Raket Merdeka DKI Deklarasi Dukungan dan Apresiasi Kinerja Erick

👤Ant 🕔Sabtu 27 November 2021, 17:24 WIB
Para karelawan menilai kinerja Erick di Kabinet Indonesia Maju berprestasi karena membawa perubahan yang lebih baik di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya